Kurnia, Firda Azizah (2025) ANALISIS SIYĀSAH TANFIŻIYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PENERTIBAN BALAPAN LIAR YANG DIATUR DALAM PASAL 115 UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (Studi di Polsek Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Balap liar adalah kegiatan beradu cepat kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan di atas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak digelar dilintasan balap resmi, melainkan di jalan raya. Penelitian ini memiliki rumusan permasalahan diantaranya adalah bagaimana implementasi penertiban balapan liar yang diatur dalam pasal 115 undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan di Polsek Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur? dan bagaimana analisis siyāsah tanfiżiyah terhadap implementasi penertiban balapan liar yang diatur dalam Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Polsek Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi penertiban balapan liar yang diatur dalam Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Polsek Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur dan mengetahui analisis siyāsah tanfiżiyah terhadap implementasi penertiban balapan liar yang diatur Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan di Polsek Belitang 1 OKU Timur. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research), Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dalam penertiban balapan liar di Belitang Ogan Komering Ulu Timur sudah terlaksana dalam bentuk rutin melakukan patroli di tempat tempat yang rawan dijadikan balapan liar, memasang banner larangan balapan liar di sekitar jalan yang dijadikan arena balap liar, melakukan sosialisasi di berbagai sekolah SMP dan SMA, serta memberikan hukuman kepada pelaku balap liar dan juga penonton balap liar. Meskipun belum sepenuhnya menghapus aktivitas tersebut, tindakan yang dilakukan telah menunjukkan penurunan jumlah pelaku balap liar. Dalam perspektif Fiqh Siyāsah Tanfiżiyyah implementasi Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dalam penertiban balapan liar di Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur telah dilaksanakan oleh Polsek Belitang 1 karena sudah sesuai dengan prinsip tanggung jawab sehingga menghasilkan kemaslahatan. Dalam perspektif Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah, tindakan Polsek Belitang I mencerminkan peran seorang khalifah dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat sesuai prinsip-prinsip Siyāsah Tanfiżiyah. Kata Kunci : Balapan Liar, Lalu Lintas, Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah. ABSTRACT Illegal racing is a high-speed vehicle competition, involving both motorcycles and cars, conducted on public roads. This study addresses several research questions, including how the regulation of illegal racing, as stipulated in Article 115 of Law Number 22 of 2009 on Traffic and Transportation, is implemented at the Belitang 1 Police Station Ogan Komering Ulu Timur? And how does the analysis of executive policy apply to the implementation of the regulation of illegal street racing as stipulated in Article 115 of Law Number 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation at the Belitang 1 Police Station in Ogan Komering Ulu Timur? The purpose of this study is to determine the implementation of the regulation of illegal racing as stipulated in Article 115 of Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation at the Belitang 1 Police Station in Ogan Komering Ulu Timur, and to analyze the implementation of regulations on illegal street racing as stipulated in Article 115 of Law Number 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation at the Belitang 1 Police Station in Ogan Komering Ulu Timur. This research is classified as field research. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research results indicate that the implementation of Article 115 of Law Number 22 of 2009 on road traffic and transportation in regulating illegal street racing in Belitang Ogan Komering Ulu Timur has been implemented in the form of routine patrols in areas prone to being used for illegal street racing, installing banners prohibiting illegal street racing around roads used as racing venues, conducting awareness campaigns in various junior high schools and high schools, and imposing penalties on both participants and spectators of illegal racing. Although these activities have not been completely eradicated, the measures taken have shown a decrease in the number of illegal racing participants. From the perspective Fiqh Siyāsah Tanfiżiyyah, the implementation of Article 115 of Law Number 22 of 2009 in regulating illegal racing in Belitang 1 Ogan Komering Ulu Timur has been carried out by the Belitang 1 Police Station because it aligns with the principle of responsibility, thereby yielding public welfare. From the perspective of Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah, the actions of the Belitang 1 Police Station reflect the role of a caliph in maintaining public order and security in accordance with the principles of Siyāsah Tanfiżiyah. Keywords: Illegal Racing, Traffic, Fiqh Siyāsah Tanfiżiyah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 03:43 |
| Last Modified: | 07 Aug 2025 03:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39523 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


