EKSISTENSI TRADISI MAPPADENDANG DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT BUGIS DI DESA KUALA TELADAS KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG

SAULINA, SAFI`I (2025) EKSISTENSI TRADISI MAPPADENDANG DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT BUGIS DI DESA KUALA TELADAS KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SAULINA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK SAULINA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Tradisi Mappadendang atau yang dikenal dengan Pesta Panen merupakan salah satu bentuk wujud syukur masyarakat suku bugis yang berada di Desa Kuala Telada, Kecamatan Dente Teladas, atas hasil panen yang mereka peroleh. Tradisi ini tidak hanya suatu perayaan semata, tapi juga sarana pelestarian budaya guna untuk menguatkan silaturahin dan hubungan masyarakat. mappadendang diisi dengan berbagai aktivitas yang memiliki banyak nilai budaya, seperti tarian tradisional, music, dan ritual adat yang dilakukan secara turun-temurun. Oleh karena itu peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Bagaimana Eksistensi dari tradisi mappadendang pada masyarakat bugis di Desa Kuala Teladas Kecamatan Dente Teladas dan Bagaimana dampak dari tradisi mappadendang terhadap masyarakat di Desa Kuala Teladas Kecamatan Dente Teladas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara yang dimana peneliti melakukan komunikasi secara verbal untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang bertujuan untuk memperoleh gambaran umum lokasi penelitian. Teknik penetuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data pada penelitian ini yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pelaksanaan tradisi Mappadendang Suku Bugis di Desa Kuala Teladas memiliki beberapa tahapan-tahapan, yaitu tahapan perencanaan, mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan, melibatkan masyarakat sekitar, tokoh adat dan tokoh masyarakat yaitu melakukan musyawarah, tahap persiapan yaitu pada tahap mempersiapkan peralatan meliputi tenda, lesung dan pemukul atau passerenya, kemudian tahapan pelaksanaan meliputi ma’baca doing (baca do’a) dan dilanjutkan dengan tarian dan passernya mulai melakukan pukulan pada lesung dan menhasilkan irama music. Kemudian dampak tradisi mappadendang di Desa Kuala Teladas yaitu memiliki dampak yang positif hal tersebut dapat ditunjukan dari beberapa aspek meliputi nilai religi, dan nilai sosial. Adapun nilai sosial terdiri dari kebersamaan, gotong royong, silaturahmi, kepedulian sosial, dan persaudaraan. Kata Kunci : Tradisi Mappadendang, Masyarakat Bugis, Hubungan Sosial. ABSTRACT The Mappadendang tradition, also known as the Harvest Festival, is a form of gratitude expressed by the Bugis community in Kuala Teladas Village, Dente Teladas District, for the harvest they have received. This tradition is not merely a celebration, but also a means of preserving culture and strengthening solidarity and social ties within the community. The Mappadendang tradition includes various activities rich in cultural values, such as traditional dances, music, and rituals that have been passed down from generation to generation. Therefore, this study aims to investigate the following research questions: How does the Mappadendang tradition continue to exist within the Bugis community of Kuala Teladas Village, Dente Teladas District? What are the impacts of the Mappadendang tradition on the people of Kuala Teladas Village? This study employs a qualitative approach. The data collection method used was in-depth interviews, where the researcher conducted verbal communication to obtain information and documentation to gain an overall understanding of the research site. The informant selection technique used was snowball sampling. The data analysis methods included data reduction, data presentation, and data verification. The results of the study reveal that the implementation of the Mappadendang tradition within the Bugis community of Kuala Teladas Village involves several stages. The planning stage consists of making preparations, including the gathering of tools and equipment, involving the local community, traditional leaders, and community leaders through deliberation. The preparation stage includes setting up equipment such as tents, mortars, and pestles (passere), while the implementation stage consists of reciting prayers (ma’baca doing), followed by traditional dance and the beating of the pestle on the mortar to produce musical rhythms. The impact of the Mappadendang tradition in Kuala Teladas Village is largely positive, as evidenced by its contributions to religious and social values. The social values include togetherness, mutual cooperation (gotong royong), solidarity (silaturahmi), social awareness, and brotherhood. Keywords : Mappadendang Tradition, Bugis Society, Social Relations.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 04 Aug 2025 03:03
Last Modified: 04 Aug 2025 03:03
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39441

Actions (login required)

View Item View Item