MAHARANI, MAHARANI (2025) INTERELASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI SUROAN DI DESA TAMBAH REJO BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Abstrak Tradisi Suroan di Desa Tambah Rejo Barat merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati bulan Muharram atau Suro. Tradisi ini merupakan wujud interelasi antara agama Islam dan budaya Jawa yang sudah berakar kuat dalam masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, terdapat perpaduan nilai-nilai agama yang diintegrasikan dalam budaya lokal, salah satunya melalui takiran yang dilakukan di masjid dengan doa-doa Islam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana interelasi agama dan budaya pada tradisi suroan dan bagaimana pengaruh tradisi Suroan terhadap hubungan sosial masyarakat Desa Tambah Rejo Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis interelasi agama dan budaya pada tradisi suroan dan pengaruh tradisi Suroan terhadap hubungan sosial masyarakat di Desa Tambah Rejo Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan dan bersifat deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan. Adapun pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, verifikasi temuan, dan penarikan kesimpulan, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang interelasi agama dan budaya di Desa Tambah Rejo Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi suroan di Desa Tambah Rejo Barat merupakan manifestasi dari interelasi agama dan budaya. Proses akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam terlihat jelas dalam pelaksanaan takiran di masjid, yang diisi dengan doa-doa Islam untuk keselamatan dan keberkahan. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan pengaruh agama terhadap budaya lokal, tetapi juga sebaliknya. Selain itu, tradisi suroan juga mempererat hubungan sosial antarwarga, menciptakan kebersamaan, kekeluargaan, dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan bersama seperti bersih-bersih masjid, berdoa, dan makan bersama, masyarakat Desa Tambah Rejo Barat telah memperkuat ikatan sosial dan menjaga keharmonisan sesama warga. Kata Kunci: interelasi agama dan budaya, tradisi suroan, hubungan sosial. Abstract The Suroan tradition in Tambah Rejo Barat Village is one of the traditions carried out every year to commemorate the month of Muharram or Suro. This tradition is a manifestation of the interrelation between Islam and Javanese culture that has been deeply rooted in the local community. In its implementation, there is a blend of religious values that are integrated into local culture, one of which is through the takiran carried out in the mosque with Islamic prayers. The formulation of the problem of this research is how the interrelation of religion and culture in the Suroan tradition and how the Suroan tradition influences social relations in the Tambah Rejo Barat Village community. This study aims to describe and analyze the interrelation of religion and culture in the Suroan tradition and the influence of the Suroan tradition on social relations in the Tambah Rejo Barat Village community . This study uses a qualitative approach with a field method and is descriptive in nature. Primary data sources were obtained through in-depth interviews with informants. The informant selection used a purposive sampling technique. Secondary data sources were obtained from various relevant literature and documents. The data analysis technique was carried out in three stages, namely data reduction, verification of findings, and drawing conclusions, in order to obtain a comprehensive understanding of the interrelation of religion and culture in Tambah Rejo Barat Village. The results of the study indicate that the suroan tradition in Tambah Rejo Barat Village is a manifestation of the interrelation of religion and culture. The process of acculturation between Javanese culture and Islamic teachings is clearly seen in the implementation of takiran in the mosque, which is filled with Islamic prayers for safety and blessings. This tradition not only reflects the influence of religion on local culture, but also vice versa. In addition, the suroan tradition also strengthens social relations between residents, creating togetherness, kinship, and social solidarity. Through joint activities such as cleaning the mosque, praying, and eating together, the people of Tambah Rejo Barat Village have strengthened social ties and maintained harmony among residents. Keywords: interrelation of religion and culture, suroan tradition, social relations.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 21 Jul 2025 03:52 |
| Last Modified: | 21 Jul 2025 03:52 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


