DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

LISTI, FEBRIANA (2025) DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 LISTI.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI LISTI FEBRIANA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2021 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks budaya yang beragam. Salah satunya terdapat budaya yang heterogen, yakni Jawa, Sunda, Lampung dan Ogan, sehingga tak luput dari kesalahpahaman atau hambatan dalam interaksi, seperti perbedaan bahasa, nilai, dan norma sosial yang dapat menjadi hambatan dalam komunikasi antarbudaya. Mahasiswa etnis Jawa dan etnis Sunda cenderung memiliki gaya berkomunikasi yang tidak langsung dan cenderung menjujung tinggi tata krama berbanding terbalik dengan mahasiswa suku Lampung dan Ogan yang memiliki gaya berkomunikasi lebih santai dan langsung dengan ekspresif. Hal tersebut memunculkan culture shock pada awal masuk perkuliahan. Namun, identitas budaya mahasiswanya tidak hanya ditentukan oleh asal-usul dan tradisi yang dibawa, tetapi juga oleh pengalaman dan interaksi antarbudaya di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika komunikasi antarbudaya dalam identitas budaya dan adaptasi antarbudaya pada mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2021 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling yaitu jumlah sampel ditentukan setelah penelitian yang mulanya berjumlah kecil kemudian besar, di mana informan awal merekomendasikan individu yang lain yang memiliki informasi serupa, dan prosesnya berlanjut sampai peneliti menemukan jawaban jenuh atau sesuai dengan topik penelitian. Dengan data primer berjumlah 12 orang mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2021 sebagai informan, yakni 3 informan (etnis Jawa), 3 informan (etnis Sunda), 3 informan (suku Lampung) dan 3 informan (suku Ogan). Sedangkan data sekunder meliputi buku, jurnal karya ilmiah dan sumber-sumber lainnya. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika komunikasi antarbudaya pada mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2021 fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung terbentuk melalui interaksi sosial dan adaptasi dalam lingkungan akademik yang heterogen. Dalam identitas budaya dari mahasiswa Jawa, Sunda, Lampung dan Ogan terbentuk melalui proses representasi, pendekatan, dan adaptasi sosial. Mahasiswa mempertahankan prinsip masing-masing budayanya, seperti tata krama dan kesabaran dalam budaya Jawa, keramahan dalam budaya Sunda, kehormatan dan martabat dalam budaya Lampung, serta humor dalam budaya Ogan. Adaptasi budaya yang dialami membantu mahasiswa menjadi individu yang lebih fleksibel, terbuka, dan mampu menghadapi keberagaman dengan membangun interaksi sosial yang harmonis. Kata Kunci:Dinamika, Komunikasi Antarbudaya, Heterogen Budaya Identitas Budaya, Adaptasi Antarbudaya. ABSTRACT Students in the Islamic Communication and Broadcasting Program, Class of 2021, Faculty of Da'wah and Communication Sciences at UIN Raden Intan Lampung engage in interaction and communication within a diverse cultural context. One of these is a heterogeneous cultural environment, namely Javanese, Sundanese, Lampung and Ogan, so that there is misunderstanding or obstacles in interaction, such as differences in language, values, and social in intercultural communication. Javanese and Sundanese ethnic students tend to have an indirect communication style and tend to uphold manners in contrast to Lampung and Ogan ethnic students who have a more relaxed and direct communication style ith epressiveness. This causes culture shock at the beginning of entering collage. However the cultural identity of students is not only determined by their origins and traditions, but also by their experiences and intercultural interactions within the academic setting. This study aims to explore the dynamics of intercultural communication, cultural identity, and cultural adaptation among students in the Islamic Communication and Broadcasting Program, Class of 2021, Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Raden Intan Lampung. This research employs a qualitative descriptive field study approach. The determination of informants uses the snowball sampling technique, that is the number of samples is datermined after research that is initially small and then large, ehere the initial informant recommends other individuals who have similar information, and the process continues until the researcher finds a saturated answer or one that is in accordance with the research topic. With primary data consisting of 12 students from the Islamic Communication and Broadcasting Program, Class of 2021, as informants 3 Javanese students, 3 Sundanese students, 3 Lampung students, and 3 Ogan students. Meanwhile, secondary data includes books, scientific journals, and other sources. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that the dynamics of intercultural communication among students in the Islamic Communication and Broadcasting Program, Class of 2021, Faculty of Da'wah and Communication Sciences, UIN Raden Intan Lampung are formed through social interaction and adaptation within a heterogeneous academic environment. The cultural identities of Javanese, Sundanese, Lampung, and Ogan students are constructed through processes of representation, approach, and social adaptation. Students maintain the principles of their respective cultures, such as etiquette and patience in Javanese culture, hospitality in Sundanese culture, honor and dignity in Lampung culture, and humor in Ogan culture. Cultural adaptation enables students to become more flexible, open-minded, and capable of navigating diversity by fostering harmonious social interactions. Keywords: Dynamics, Intercultural Communication, Cultural Heterogeneous, Cultural Identity, Cultural Adaptation.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Jul 2025 07:57
Last Modified: 14 Jul 2025 07:57
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39114

Actions (login required)

View Item View Item