DELA, PUSPITA (2025) STRATEGI BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) ASSYAFI’IYAH BERKAH NASIONAL DALAM MENGURANGI PRAKTIK RENTENIR (STUDI DI BMT ABN KANTOR CABANG GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Permasalahan praktik rentenir masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Rentenir menawarkan pinjaman dengan bunga tinggi yang memberatkan dan sering kali menjerat masyarakat dalam lingkaran utang berkepanjangan. Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah ekonomi, tetapi juga sosial dan psikologis, seperti tekanan mental, tindak kriminalitas dan konflik keluarga. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional hadir sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang menawarkan pembiayaan tanpa riba, berlandaskan prinsip keadilan dan pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional dalam mengurangi praktik rentenir dan mengkaji implikasinya terhadap masyarakat Desa Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu dalam Mengurangi Praktik Rentenir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif dengan pendekatan sosiologis yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena praktik rentenir dan strategi BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional dalam menguranginya di masyarakat Desa Wonodadi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan anggota masyarakat dan pengurus BMT, observasi non partisipan yang dilakukan dengan mengamati aktivitas dan interaksi antara BMT dan masyarakat tanpa ikut serta secara langsung, serta dokumentasi terkait program dan kegiatan lembaga. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data untuk memastikan validitas dan keandalan temuan penelitian. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai strategi BMT dalam mengurangi praktik rentenir dan implikasi strategi tersebut terhadap masyarakat desa wonodadi kecamatan gadingrejo Kabupaten pringsewu. Teori yang digunakan yaitu teori perubahan sosial Max Weber dalam menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional Cabang Gadingrejo menerapkan strategi yang efektif dalam mengurangi praktik rentenir melalui 7 Strategi utama. Strategi tersebut meliputi: Edukasi keuangan syariah, Penyediaan produk pembiayaan syariah, Pelayanan kekeluargaan dan humanis, Kemitraan dengan tokoh masyarakat dan lembaga lokal, Pendampingan dan pembinaan, Kampanye testimoni dan penyebaran cerita kesuksesan anggota, serta Pemberian insentif kepada anggota. Strategi-strategi ini memberikan implikasi nyata terhadap masyarakat Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo dalam mengurangi praktik rentenir, antara lain: Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap prinsip keuangan syariah, Meningkatnya akses masyarakat terhadap produkpmbiayaan syariah, Terbangunnya hubungan atau relasi kekeluargaan yang meningkatkan kepercayaan dan loyalitas anggota, Terbentuknya jaringan sosial dan ekonomi baru melalui kemitraan dengan tokoh masyarakat dan lembaga lokal, Penguatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembinaan, Meningkatnya Motivasi dan optimisme masyarakat melalui kampanye cerita sukses anggota, dan Meningkatnya partisipasi anggota sebagai dampak dari pemberian insentif. Kata Kunci : Baitul Maal Wat Tamwil,Rentenir,Perubahan Sosial. ABSTRACT The problem of loan shark practices is still a worrying phenomenon among low-income communities, especially in Wonodadi Village, Gadingrejo District, Pringsewu Regency. Loan sharks offer loans with high interest rates that are burdensome and often trap people in a cycle of prolonged debt. This not only causes economic problems, but also social and psychological problems, such as mental stress, criminal acts and family conflicts. In response to these conditions, BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional is present as a sharia microfinance institution that offers financing without usury, based on the principles of justice and empowerment. This study aims to analyze the strategy of BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional in reducing loan shark practices and examine its implications for the community of Wonodadi Village, Gadingrejo District, Pringsewu Regency in Reducing Loan Shark Practices. This study uses qualitative and descriptive methods with a sociological approach that aims to deeply understand the phenomenon of loan shark practices and the strategies of BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional in reducing them in the Wonodadi Village community. Data were collected through interviews with community members and BMT administrators, non-participant observations conducted by observing the activities and interactions between BMT and the community without participating directly, and documentation related to the institution's programs and activities. Data analysis uses the Miles and Huberman interactive model which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and data verification to ensure the validity and reliability of the research findings. Thus, this study can provide a complete picture of BMT's strategy in reducing loan shark practices and the implications of these strategies for the Wonodadi Village community, Gadingrejo District, Pringsewu Regency. The theory used is Max Weber's theory of change in analyzing and discussing the findings in the field. The results of the study indicate that BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional Gadingrejo Branch implemented an effective strategy in reducing loan shark practices through 7 main strategies. These strategies include: Sharia financial education, Provision of sharia financing products, Family and humanist services, Partnerships with community leaders and local institutions, Mentoring and coaching, Testimonial campaigns and dissemination of member success stories, and Providing incentives to members. These strategies have real implications for the Wonodadi Village community, Gadingrejo District in reducing loan shark practices, including: Increasing community understanding of sharia financial principles, Increasing community access to sharia financing products, Building family relationships or relations that increase member trust and loyalty, Formation of new social and economic networks through partnerships with community leaders and local institutions, Strengthening business capacity and community economic independence through coaching, Increasing community motivation and optimism through member success story campaigns, and Increasing member participation as a result of providing incentives. Keywords: Baitul Maal Wat Tamwil, Loan sharks, Social change.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 06:51 |
| Last Modified: | 10 Jul 2025 06:51 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


