POLA HUBUNGAN TURIS DAN MASYARAKAT LOKAL DI PEKON KAMPUNG JAWA KECAMATAN PESISIR TENGAH KABUPATEN PESISIR BARAT

Monica, Sari (2025) POLA HUBUNGAN TURIS DAN MASYARAKAT LOKAL DI PEKON KAMPUNG JAWA KECAMATAN PESISIR TENGAH KABUPATEN PESISIR BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of COVER BAB 1&5+DAPUS.pdf] PDF
Download (12MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkenalkan budaya lokal kepada dunia luar. Di Pekon Kampung Jawa, Kabupaten Pesisir Barat, perkembangan sektor ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan seperti Pantai Labuhan Jukung. Interaksi yang terjadi antara wisatawan dan masyarakat lokal melahirkan pola hubungan sosial yang unik, mencakup aktivitas ekonomi seperti homestay, perdagangan, dan jasa wisata, serta memengaruhi nilai-nilai budaya dan keagamaan masyarakat setempat. Meskipun masyarakat Kampung Jawa dikenal terbuka dan toleran terhadap perbedaan, masuknya budaya luar juga menimbulkan tantangan berupa perubahan gaya hidup, pergeseran nilai-nilai dan ancaman terhadap pelestarian tradisi lokal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pola hubungan turis dan masyarakat lokal di Pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat? dan 2) Bagaimana dampak turis dan masyarakat lokal di Pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu observasi yang dilakukan dengan cara langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu dilokasi penelitian. Kemudian wawancara yang dilakukan dengan berkomunikasi secara verbal dalam bentuk percakapan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tema yang di angkat dan menggunakan metode dokumentasi dalam mencari data terkait yang berupa catatan, buku-buku, transkip, surat kabar, majalah, arsip foto selama proses kegiatan penelitian dan lain sebagainya. Menentukan informan untuk di wawancara peneliti menggunakan teknik purposive sampling dimana peneliti memilih informan yang relevan untuk di wawancara sesuai dengan tema yang di angkat. Teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Teori tersebut dapat menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan turis dan masyarakat lokal di Pekon Kampung Jawa Kabupaten Pesisir Barat menujukkan interaksi sosial yang saling menguntungkan, terutama dalam kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan. Masyarakat bersikap terbuka terhadap kehadiran turis, sementara turis menyesuaikan diri dengan norma dan adat setempat. Pola ini mencerminkan solidaritas mekanik dalam masyarakat dan solidaritas organik dalam relasi lintas budaya, sebagaimana dijelaskan dalam teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Dampaknya dari hubungan ini meliputi peningkatan ekonomi, tumbuhnya toleransi sosial, serta tantangan dalam menjaga nilai budaya dan agama. Oleh karena itu, hubungan ini perlu dikelola dengan bijak agar mendukung pariwisata tanpa mengorbankan identitas budaya dan harmoni sosial masyarakat setempat. Kata Kunci : Pola Hubungan, Turis, Masyarakat Lokal . ABSTRACT Tourism is one of the sectors that plays an important role in driving economic growth, creating jobs, and introducing local culture to the outside world. In Pekon Kampung Jawa, Pesisir Barat Regency, the development of this sector is marked by the increasing number of tourist visits to leading destinations such as Labuhan Jukung Beach. The interaction that occurs between tourists and local communities creates a unique pattern of social relations, including economic activities such as homestays, trade, and tourism services, and influences the cultural and religious values of the local community. Although the people of Kampung Jawa are known to be open and tolerant of differences, the entry of outside cultures also poses challenges in the form of changes in lifestyle, shifts in values, and threats to the preservation of local traditions. The formulation of the problem in this study is: 1) What is the pattern of relations between tourists and local communities in Pekon Kampung Jawa Pesisir Tengah District Pesisir Barat Regency? and 2) What is the impact of tourists on local communities in Pekon Kampung Jawa Pesisir Tengah District Pesisir Barat Regency? The research method used is a descriptive qualitative method. The data collection method uses three methods, namely observation carried out by going directly to the field to observe the behavior and activities of individuals at the research location. Then the interview was conducted by communicating verbally in the form of conversations to obtain information related to the theme raised and using the documentation method in finding related data in the form of notes, books, transcripts, newspapers, magazines, photo archives during the research process and so on. Determining informants to be interviewed by researchers using purposive sampling techniques where researchers choose relevant informants to be interviewed according to the theme raised. The theory that researchers use in this study is Emile Durkheim's Social Solidarity Theory. This theory can analyze and discuss the findings in the field. The results of the study show that the pattern of tourist relations with local communities in Pekon Kampung Jawa, Pesisir Barat Regency, shows mutually beneficial social interactions, especially in economic, social, cultural, and religious activities. The community is open to the presence of tourists, while tourists adjust to local norms and customs. This pattern reflects mechanical solidarity in society and organic solidarity in cross-cultural relations, as explained in Emile Durkheim's Social Solidarity theory. The impacts of this relationship include economic growth, growing social tolerance, and challenges in maintaining cultural and religious values. Therefore, this relationship needs to be managed wisely to support tourism without sacrificing the cultural identity and social harmony of the local community. Keywords: Relationship Patterns, Tourists, Local Communities.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 10 Jul 2025 06:39
Last Modified: 10 Jul 2025 06:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39064

Actions (login required)

View Item View Item