PENDEKATAN ILMU BALAGHAH PADA KONTEKSTUALISASI AYAT-AYAT TOLERANSI BERAGAMA

ANDRIAN, YAZID AR RIZQY (2025) PENDEKATAN ILMU BALAGHAH PADA KONTEKSTUALISASI AYAT-AYAT TOLERANSI BERAGAMA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ANDRIAN.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK ANDRIAN Y.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur‟an yang mengandung nilai-nilai toleransi beragama dengan menggunakan pendekatan ilmu balaghah. Fokus utama terdapat pada dua ayat, yaitu Surah Al Baqarah ayat 256 dan Surah Al-Kafirun ayat 6. Kedua ayat ini dianggap merepresentasikan prinsip dasar kebebasan beragama dalam Islam. Pendekatan balaghah yang digunakan mencakup tiga cabang utama yaitu ilmu bayan, ilmu ma’ani, dan ilmu badi’, yang masing masing memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman terhadap struktur dan pesan kebahasaan dalam Al-Qur‟an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, serta metode studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Data primer berasal dari kitab-kitab klasik ilmu balaghah dan tafsir, seperti Shafwatut Tafasir dan Al-Tahrir wa At Tanwir, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, serta karya ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur kebalaghahan dalam ayat-ayat yang dikaji, serta menafsirkan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi pesan toleransi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ilmu balaghah dalam kedua ayat memberikan penguatan pesan toleransi melalui keindahan struktur bahasa, ketepatan makna, dan pemilihan gaya retoris yang menyentuh aspek emosional serta rasional pembaca. Ayat Al-Baqarah: 256 menegaskan prinsip kebebasan beragama melalui susunan kalimat yang lugas dan tidak memaksa, sedangkan Al Kafirun: 6 menampilkan gaya qashr yang menunjukkan batas yang jelas antara keyakinan, tanpa memaksakan kebenaran sepihak. Kedua ayat ini, ketika dikaji secara balaghah, memperlihatkan bahwa toleransi dalam Islam bukan sekadar sikap sosial, melainkan prinsip yang tertanam dalam struktur wahyu. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian ilmu balaghah di ranah kontemporer, serta memberikan alternatif pendekatan dalam memahami pesan-pesan universal Al-Qur‟an terkait hubungan antaragama. Hasil kajian ini diharapkan dapat memperkuat upaya pendidikan toleransi dan dialog lintas iman di tengah masyarakat multikultural. Kata kunci: Ilmu Balaghah, Toleransi Beragama, Al-Qur’an, Al Baqarah: 256, Al Kafirun: 6, Bayan, Ma’ani, Badi’, Tafsir. ABSTRACT This study examines the verses of the Qur'an that contain values of religious tolerance using the balaghah science approach. The main focus is on two verses, namely Surah Al- Baqarah verse 256 and Surah Al-Kafirun verse 6. These two verses are considered to represent the basic principles of religious freedom in Islam. The balaghah approach used includes three main branches, namely bayan science, ma'ani science, and badi' science, each of which makes an important contribution to enriching the understanding of the structure and linguistic messages in the Qur'an. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach, and a literature study method as a data collection technique. Primary data comes from classic books on balaghah and tafsir science, such as Shafwatut Tafasir and Al-Tahrir wa At- Tanwir, while secondary data comes from books, journals, and relevant scientific works. The analysis is carried out by identifying the elements of balaghah in the verses studied, as well as interpreting the social and cultural contexts that underlie the message of tolerance. The results of the study show that the use of the science of balaghah in both verses provides a strengthening of the message of tolerance through the beauty of the language structure, the accuracy of the meaning, and the choice of rhetorical style that touches the emotional and rational aspects of the reader. Verse Al-Baqarah: 256 emphasizes the principle of religious freedom through a straightforward and non-coercive sentence structure, while Al Kafirun: 6 displays a qashr style that shows clear boundaries between beliefs, without forcing unilateral truth. These two verses, when studied in terms of balaghah, show that tolerance in Islam is not just a social attitude, but a principle embedded in the structure of revelation. This study contributes to expanding the study of the science of balaghah in the contemporary realm, as well as providing an alternative approach to understanding the universal messages of the Qur'an regarding interfaith relations. The results of this study are expected to strengthen efforts to educate tolerance and interfaith dialogue in a multicultural society. Keywords: Science of Balaghah, Religious Tolerance, Al Qur'an, Al-Baqarah: 256, Al Kafirun: 6, Bayan, Ma'ani, Badi', Tafsir.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Jul 2025 07:48
Last Modified: 08 Jul 2025 07:48
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38986

Actions (login required)

View Item View Item