TRADISI MEGENGAN DALAM MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN (Kajian Living Qur’an di Desa Kinciran Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara)

KURNIA, RAHAYU NINGSIH (2025) TRADISI MEGENGAN DALAM MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN (Kajian Living Qur’an di Desa Kinciran Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2  KURNIA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK KURNIA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Islam dan budaya Jawa memiliki hubungan keterkaitan yang mana salah satu bentuk akuturasi budaya Islam tergambar dalam tradisi Megengan. Tradisi Megengan merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan sebagai prosesi penyambutan bulan Ramadhan. Pelaksanaan tradisi Megengan yaitu satu hari sebelum datangnya bulan puasa, umumnya pelaksanaan tradisi ini diisi dengan acara slametan oleh masyarakat sekitar. Fenomena tradisi Megengan di Desa Kinciran memiliki keunikan tersendiri dalam proses pelaksanaannya yaitu adanya nasi samiran dan kue apem yang merupakan hidangan yang harus ada dalam tradisi Megengan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan tokoh masyarakat tentang tradisi Megengan? dan bagaimana pemaknaan ayat dan surah Al-Qur‟an yang digunakan dalam tradisi Megengan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan Living Qur’an yang bersifat deskriptif, dengan jenis penelitian lapangan (field research), artinya menjelaskan kondisi masyarakat berdasarkan data yang bersifat apa adanya dilapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Kinciran Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara yang ikut serta dalam pelaksanaan tradisi Megengan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Megengan merupakan tradisi turun temurun yang terus dilestarikan hingga saat ini, dan sudah melekat di masyarakat Desa Kinciran, karena Megengan ini memiliki makna penting untuk menahan hawa nafsu selama satu bulan dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan bagi masyarakat Desa Kinciran. Dalam tradisi Megengan ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan para sesepuh ahli kubur yang telah mendahului kita, serta sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT karena masih diberikan umur yang panjang serta sehat wal afiat sehingga masih dapat bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Penelitian ini juga menunjukan bahwa tradisi Megengan membawa pengaruh positif terhadap perilaku sosial keagamaan pada masyarakat Desa Kinciran Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara, diantaranya memperetat jalinan silaturahmi, sedekah, syukur, serta meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Kata Kunci: Tradisi Megengan, Living Qur’an. ABSTRACT Islam and Javanese culture have an interrelated relationship in which one form of Islamic cultural accuration is illustrated in the Megengan tradition. Megengan tradition is one of the traditions that is routinely carried out before the arrival of the holy month of Ramadan as a procession of welcoming the month of Ramadan. The implementation of the Megengan tradition is one day before the arrival of the fasting month, generally the implementation of this tradition is filled with slametan events by the surrounding community. The phenomenon of Megengan tradition in Kinciran Village has its own uniqueness in the implementation process, namely the existence of samiran rice and apem cakes which are dishes that must be present in the Megengan tradition. The formulation of the problem in this study is how do community leaders view the Megengan tradition? and how is the meaning of the verses and chapters of the Qur'an used in the Megengan tradition? The method used in this research is a qualitative method using a descriptive Living Qur'an approach, with the type of field research, which means explaining the condition of the community based on data that is what is in the field. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The subjects of this research are the people of Kinciran Village, Abung Tengah Subdistrict, North Lampung Regency who participate in the implementation of the Megengan tradition. The results of this study show that the Megengan tradition is a hereditary tradition that continues to be preserved until now, and has been inherent in the people of Kinciran Village, because Megengan has an important meaning to restrain lust for one month and welcome the arrival of the holy month of Ramadan for the people of Kinciran Village. In this Megengan tradition, it is also used to pray for the elders of the grave who have preceded us, as well as an expression of our gratitude to Allah SWT for still being given a long life and healthy wal afiat so that they can still meet the holy month of Ramadan. This research also shows that the Megengan tradition has a positive influence on social religious behavior in the people of Kinciran Village, Abung Tengah Subdistrict, North Lampung Regency, including tightening the relationship, almsgiving, gratitude, and increasing our devotion to Allah. Keywords: Megengan Tradition, Living the Qur’an.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Jul 2025 03:53
Last Modified: 08 Jul 2025 03:53
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38957

Actions (login required)

View Item View Item