INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN ARAFAH HAJIMENA NATAR

M, RIJAL AFIF (2025) INTERAKSI SOSIAL KEAGAMAAN JEMAAH TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN ARAFAH HAJIMENA NATAR. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 RIJAL.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI  RIJAL AFIF.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dan kelompok, serta pengaruh yang terjadi dalam konteks keagamaan. Penelitian ini menjelaskan bahwa interaksi sosial keagamaan mencakup sikap dan kegiatan keagamaan jemaah tarekat dalam berinteraksi dengan masyarakat di Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar. Hal ini meliputi penanaman nilai-nilai sosial, pengembangan ilmu pengetahuan, serta tingkah laku yang berdasarkan ajaran agama. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana interaksi sosial keagamaan terjadi di antara jemaah tarekat Qadriyah Wa Naqsabandiyah dan masyarakat sekitar, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Arafah Hajimena Natar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan tiga metode, observasi, wawancara,dan dokumentasi. Menggunakan pendekatan sosiologi. Pemilihan informan menggunakan tekhnik purposive sampling untuk di wawancarai yaitu peneliti memilih informan yang memiliki kriteria yang sesuai untuk diwawancarai. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. teori yang di gunakan yaitu teori interaksi sosial dari Georg Simmel dalam menganalisis dan membahas hasil temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial keagamaan di kalangan jemaah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah berlangsung dalam berbagai bentuk kegiatan spritual bersama seperti zikir, wirid, pengajian rutin, manaqiban, dan khidmat terhadap mursyid. Aktivitas-aktivitas tersebut membentuk pola interaksi yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat ikatan persaudaraan antar jemaah. Faktor –faktor yang mempengaruhi interaksi meliputi nilai nilai ajaran tarekat, kedekatan emosional dengan mursyid, lingkungan sosial pesantren yang kondusif, serta warisan budaya lokal yang mendukung praktik keagamaan. Interaksi ini tidak hanya memperkuat hubungan antar sesama jemaah, tetapi juga membentuk jaringan sosial yang lebih luas dengan masyarakat sekitar pesantren. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Keagamaan, Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. ABSTRACT Social interaction is the reciprocal relationship between individuals and groups, as well as the influences that occur within a religious context. This research explains that religious social interaction includes the attitudes and religious activities of the tarekat congregation in interacting with the community in Hajimena Village, Natar District. This encompasses the instillation of social values, the development of knowledge, and behaviors based on religious teachings. The main objective of this study is to understand how religious social interaction occurs among the Qadriyah Wa Naqsabandiyah congregation and the surrounding community, particularly in the environment of the Arafah Hajimena Natar Islamic boarding school. This research employs a qualitative method that is descriptive in nature. Data collection methods utilize three techniques: observation, interviews, and documentation. It uses a sociological approach. The selection of informants employs purposive sampling techniques for interviews, where the researcher chooses informants who meet specific criteria for interviews. Data analysis is conducted by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The theory used is the theory of social interaction by Georg Simmel in analyzing and discussing the findings from the field. The research results show that religious social interactions among the members of the Qadiriyah and Naqsyabandiyah orders take place in various forms, ranging from ritual interactions such as collective dhikr to in-depth spiritual learning. This interaction not only strengthens the relationships among the members but also forms a broader social network with the surrounding community of the pesantren. The main function of this interaction is to strengthen religious ties, deepen spiritual understanding, and reinforce social values in daily life. Additionally, the dynamics of religious social interactions also indicate a process of mutual influence between religious norms, local culture, and individual spiritual experiences within the tarekat group. Keywords: Social Interaction, Religion, Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Order.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Jul 2025 03:16
Last Modified: 08 Jul 2025 03:16
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38948

Actions (login required)

View Item View Item