SHAFA, AULIA PUTRI (2025) KAJIAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JUAL BELI ISI ULANG PARFUM (Studi di Toko Rahmat Parfum Simpur Center). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK iv Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik isi ulang parfum di Toko Rahmat Parfum dalam perspektif hukum ekonomi syariah dan perlindungan konsumen. Dalam transaksi jual beli, hukum syariah menekankan pentingnya transparansi, kejujuran, serta bebas dari unsur penipuan, dan ketidakjelasan. Pembelian produk dan informasi yang tidak akurat pada isi ulang botol parfum menjadi salah satu perhatian utama dalam konteks ini. Studi ini juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang jelas untuk membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli. Praktik tidak etis seperti manipulasi produk dan ketidakjujuran terkait keaslian produk melanggar prinsip syariah dan aturan perlindungan konsumen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana praktik jual beli isi ulang parfum di Toko Rahmat parfum Simpur Center? (2) Bagaimana kajian hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli isi ulang parfum di Toko Rahmat parfum Simpur Center?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode lapangan (field research) yang dilakukan di Toko Rahmat parfum Simpur Center. Sumber data primer diperoleh langsung melalui observasi dan wawancara kepada pemilik toko, karyawan, dan para pembeli di Toko Rahmat parfum Simpur Center. Sedangkan data sekunder berupa teori-teori dan dokumentasi Toko Rahmat parfum Simpur Center. Semua data tersebut merupakan bahan-bahan untuk mendeskripsikan bagaimana kajian hukum ekonomi syariah terhadap jual beli isi ulang parfum berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah dan perlindungan konsumen, dengan menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran. Praktik isi ulang parfum yang dilakukan di Toko Rahmat Parfum Simpur Center menggunakan alat suntik medis dengan kapasitas takaran yang lebih kecil dari standar, sehingga tidak sesuai dengan volume botol yang tertera. Selain itu, proses pengisian dilakukan dengan cara menggenggam botol menggunakan jari, yang berpotensi menutupi takaran asli dari pandangan konsumen. Dalam kajian hukum ekonomi syariah, praktik tersebut dinilai tidak memenuhi syarat sahnya jual beli karena mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dan tadlis (penipuan). Hal ini bertentangan dengan prinsip kejujuran dan keterbukaan dalam transaksi, sebagaimana ditegaskan dalam (HR. Muslim, no. 1513). Kata Kunci : Hukum ekonomi syariah, Jual beli, Parfum. ABSTRACT v This study aims to examine the practice of perfume refilling at Rahmat Parfum Store from the perspective of Islamic economic law and consumer protection. In sales transactions, Sharia law emphasizes the importance of transparency, honesty, and the absence of fraud and ambiguity. The purchase of products with inaccurate information—particularly regarding the actual contents in refill perfume bottles—is a key concern in this context. This study also highlights the importance of clear information disclosure to build trust between sellers and buyers. Unethical practices such as product manipulation and dishonesty regarding product authenticity violate both Sharia principles and consumer protection regulations. The research questions in this study are: (1) How is the perfume refill transaction carried out at Rahmat Parfum Store, Simpur Center? (2) How does Islamic economic law assess the perfume refill transaction at Rahmat Parfum Store, Simpur Center? This study uses a qualitative approach and field research method conducted at Rahmat Parfum Store, Simpur Center. Primary data were obtained directly through observations and interviews with the store owner, employees, and customers. Secondary data include relevant theories and documentation from the store. All this data is used to describe the Islamic economic law perspective on perfume refill transactions, with an emphasis on the importance of transparency and honesty. The perfume refill practice at Rahmat Parfum Store, Simpur Center, uses medical syringes with capacities smaller than the standard volume, resulting in amounts that do not match the volume stated on the bottle. Additionally, the refilling process is carried out by holding the bottle with fingers, potentially obscuring the actual amount from the customer's view. From the standpoint of Islamic economic law, such practices are considered invalid transactions as they involve elements of gharar (uncertainty) and tadlis (deception). This contradicts the principles of honesty and transparency in transactions, as emphasized in a hadith narrated by Muslim (No. 1513). Keywords: Islamic economic law, Buying and selling, Perfume.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Jul 2025 04:56 |
| Last Modified: | 03 Jul 2025 04:56 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38907 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


