MUSTOVAL, FATONI (2025) MANUSIA ERA DIGITAL (Analisis Perspektif Filsafat Eksistensialisme Karl Jasper). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Kemajuan teknologi yang mulai mengambil alih ranah vital manusia yakni kesadaran dan kebebasan. Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia berpikir, berinteraksi, dan memahami dirinya sendiri. Era digital ditandai dengan kehadiran internet, media sosial, kecerdasan buatan, dan otomatisasi yang semakin mendominasi kehidupan manusia. Dalam kondisi ini, individu tidak hanya menghadapi perubahan sosial dan budaya, tetapi juga tantangan eksistensial yang berkaitan dengan makna hidup, identitas, dan kebebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas persoalan-persoalan yang dihadapi manusia modern terkait bagaimana manusia kedepannya dalam mencapai nilai-nilai eksistensi yang otentik ditengah gencarnya perkembangan digital saat ini. dengan menggunakan perspektif pemikiran dari Karl Jaspers mengenai Eksistensialisme manusia di era digital. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (library research) melalui penulisan ini, peneliti menggunakan buku karya Karl Jasper sebagai sumber utama dalam penelitian ini dan peneliti juga mengumpulkan buku sekunder, jurnal, kripsi, artikel serta web sebagai informasi penunjang untuk memahami pemikiran tokoh yang ditulis oleh peneliti. Melalui pembahasan penelitian ini, menunjukan bahwa teknologi dan dunia maya seringkali mengarah pada keterasingan. Dunia digital sering kali mengaburkan batas antara identitas asli dan persona digital yang dikonstruksi untuk mendapatkan pengakuan sosial, seperti dalam media sosial, di mana individu sering kali merasa terjebak dalam pencarian pengakuan eksternal. Namun menurut Karl jasper, kesadaran diri dan interaksi manusia yang mendalam adalah kunci untuk menemukan makna yang otentik dalam hidup. Pada akhirnya, penerapan pandangan Karl Jasper terkait eksistensi manusia di era digital ini menunjukan bahwa teknologi, meskipun memberikan kebebasan, juga menuntut kita untuk kritis terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap identitas dan makna hidup. Karl Jasper juga mengingatkan kepada kita bahwa keberadaan yang otentik hanya bisa dicapai apabila manusia tetap pada nilai-nilai eksistensial yang mendalam, seperti kebebasan, tanggung jawab, dan hubungan yang sejati dengan diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, untuk dapat menjalani hidup secara otentik dalam dunia digital, individu, masyarakat, perlu menciptakan ruang yang mendukung kebebasan eksistensial dan komunikasi yang jujur, serta menjaga agar teknologi tidak mengaburkan makna hidup yang lebih dalam. Kata Kunci: Eksistensialisme, Era digital Karl jasper, Kebebasan. ABSTRACT Technological advancements have begun to take over the vital human realm of consciousness and freedom. The rapid development of digital technology has brought about fundamental changes in the way humans think, interact and understand themselves. The digital age is characterized by the presence of the internet, social media artificial intelligence, and automation that increasingly dominate human life. Under these conditions, individuals face not only social and cultural ramifications, but also existential challenges related to the meaning of life, identity and freedom. This research aims to explore the problems faced by modern humans related to how humans in the future will achieve authentic existence values amid the current digital development. by using the perspective of Karl Jaspers' thoughts on human existentialism in the digital era. The methodology used in this research is descriptive analysis and data collection using library research through this writing, researchers use Karl Jasper's book as the main source in this study and researchers also collect secondary books, journals, thesis, articles and web. as supporting information to understand the thoughts of the figures written by researchers. Through the discussion of this research, it shows that the technology and cyberspace often leads to alienation. Digital worlds often blur the lines between real identities and digital personas constructed for social recognition, such as in social media, where individuals often feel trapped in the search for external recognition. But according to Karl Jasper, dii-consciousness and deep human interaction are the keys to finding authentic meaning in life. In the end, the application of Karl Jasper's views on human existence in this digital era shows that technology, although providing freedom, also requires us to be critical of the impact it has on identity and meaning in life. Karl Jasper also reminds us that authentic existence can only be achieved if humans stick to deep existential values, such as freedom, responsibility, and true relationships with themselves and others. Thus, to be able to live authentically in the digital world, individuals, societies, need to create spaces that support existential freedom and honest communication, and keep technology from obscuring the deeper meaning of life. Keyword: Existensialism, Digital era, Karl jasper, Freedom.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 07:26 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 07:26 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38814 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


