Artha, Monica and Indah, Dwi Cahya Izzati and M, Nursalim Malay PENGALAMAN DEINDIVIDUASI PADA KENAKALAN REMAJA PELAKU TAWURAN DI BANDAR LAMPUNG. Journal of Health Science and Prevention : KONSORSIUM ILMU KESEHATAN UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.
|
PDF
Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, di mana mereka berusaha menemukan gaya hidup yang paling sesuai dengan dirinya. Salah satu bentuk kenakalan remaja adalah tawuran. Untuk memahami perilaku ini, penelitian mengkaji teori deindividuasi, yaitu kondisi di mana individu kehilangan kesadaran dirinya dan lebih teridentifikasi dengan kelompoknya, sehingga cenderung mengikuti norma kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana deindividuasi pada remaja pelaku tawuran. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, Subjek dalam penelitian ini melibatkan 4 remaja yang melakukan tawuran. Penelitian ini dilakukan di bandar lampung. Proses analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak Nvivo 12 Plus untuk memudahkan peneliti dalam menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deindividuasi berperan signifikan dalam perilaku tawuran yang dilakukan oleh remaja. Tekanan sosial dan pengaruh teman sebaya, Identitas dan Loyalitas Kelompok, Hilangnya Kontrol Diri, Penolakan terhadap Nasihat dan Opini Lain, Pembelaan Diri dan Penghindaran Tanggung Jawab adalah sejumlah tema yang menjadi temuan pada penelitian ini Kata kunci : Deindividuasi, Tawuran, kenakalan remaja. ABSTRACT 2 Adolescence is a period of self-discovery, where they try to find a lifestyle that best suits them. One form of juvenile delinquency is brawling. To understand this behavior, the research examines the theory of deindividuation, which is a condition in which individuals lose their self awareness and identify more with their group, so they tend to follow group norms. This research aims to find out how deindividuation in adolescent perpetrators of brawls. This research uses qualitative methodology with a phenomenological approach, The subjects in this study involved 4 teenagers who committed brawls. This research was conducted in Bandar Lampung. The data analysis process was carried out using Nvivo 12 Plus software to facilitate researchers in drawing conclusions. The results of this study indicate that deindividuation plays a significant role in brawling behavior committed by adolescents. Social pressure and peer influence, Group Identity and Loyalty, Loss of Self-Control, Rejection of Other Advice and Opinions, Self-Defense and Avoidance of Responsibility are a number of themes that became the findings of this study. Keywords : Deindividuation, brawl, juvenile delinquency.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Jun 2025 07:03 |
| Last Modified: | 23 Jun 2025 07:03 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


