ANALISIS EPISTEMOLOGI ATAS KRITIK FIRANDA ANDIRJA TERHADAP PLURALISME AGAMA

AUDY, RIZAKI (2025) ANALISIS EPISTEMOLOGI ATAS KRITIK FIRANDA ANDIRJA TERHADAP PLURALISME AGAMA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI AUDY RIZAKI BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI AUDY RIZAKI full.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Pluralisme agama merupakan wacana yang tengah berkembang pesat dalam pemikiran kontemporer, baik dalam ranah akademis maupun sosial keagamaan. Di Indonesia, pluralisme agama bukan hanya sekadar persoalan intelektual, tetapi juga menyentuh aspek ideologis dan praktis kehidupan beragama dalam masyarakat multikultural. Akan tetapi, banyak tokoh yang menolak gagasan ini, termasuk Firanda Andirja, seorang pendakwah yang dikenal sebagai seorang Salafi. Firanda menganggap pendekatan bayani sudah memadai untuk menolak pluralisme agama, secara epistemologi pendekatan ini belum komprehensif karena mengabaikan aspek rasional dan kontekstual yang dibutuhkan dalam menjawab realitas keberagaman masyarakat Indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan sumber utama berupa karya tulis Firanda Andirja, seperti "Meruntuhkan Argumen Kaum Pluralis dan Liberalis" dan ceramah daring tentang kritiknya terhadap pluralisme. Data sekunder dikumpulkan dari literatur yang relevan tentang pluralisme agama, epistemologi Islam, dan studi Salafisme kontemporer. Analisisnya bersifat deskriptif dan analitis, menganalisis struktur epistemologis kritik Firanda Andirja, menelusuri sumber pengetahuannya, metode argumentatif yang digunakannya, dan orientasi terhadap akal yang mendasari argumennya. Untuk melihat kecenderungan epistemologis ini, digunakan kerangka teoritis nalar Arab milik Abid al-Jabiri: Bayani, Burhani, dan Irfani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik Firanda Andirja terhadap pluralisme agama berlandaskan pada epistemologi Bayani dan lebih banyak bersumber pada tafsir ulama klasik seperti Ibnu Katsir (234 kali), Ath-Thabari (48 kali), Al-Razi (44 kali), dan Al-Qurthubi (21 kali). Argumen kritik Firanda Andirja dilandaskan pada pemahaman teologis eksklusif yang mengklaim bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar di sisi Allah. Firanda melontarkan kritik dari sisi teologis kepada tiga argumen utama para pengusung pluralsime agama, yaitu teologis, filosofis, dan sosial. Bukti lebih lanjut menunjukkan bahwa pendekatan Salafi yang digunakan Firanda cenderung menggambarkan pluralisme agama sebagai ancaman terhadap keimanan dan bukannya sebagai fenomena sosial yang perlu ditangani secara bijak dan proporsional. Keyword: Epistemologi, Firanda Andirja, Pluralisme Agama.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Aqidah Filsafat
Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Jun 2025 03:22
Last Modified: 18 Jun 2025 03:22
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38662

Actions (login required)

View Item View Item