FUNGSI SOSIAL DAN KEAGAMAAN DALAM TRADISI KAYIK’ AN (TURUN MANDI) PADA MASYARAKAT SEMENDE DI MEKAKAU ILIR KABUPATEN OKU SELATAN

RESKA, UTAMI (2025) FUNGSI SOSIAL DAN KEAGAMAAN DALAM TRADISI KAYIK’ AN (TURUN MANDI) PADA MASYARAKAT SEMENDE DI MEKAKAU ILIR KABUPATEN OKU SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of bab1.2.dapus & lampiran.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of Skripsi Reska Utami.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Fungsi sosial adalah suatu proses kemasyarakatan atau interaksi dengan lingkungan sosial yang di arahkan kepada memenuhi kebutuhan dan bertujuan untuk mencapai kesejahteraan atau membentuk ketertiban pranata kehidupan sosial, seperti fungsi ekonomi, politik, keagamaan, bahkan budaya. Keagamaan memiliki arti segala sesuatu atau tindakan yang berkaitan dengan agama. Agama berarti kepercayaan kepada tuhan dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Sedangkan keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama. Tradisi memiliki peran penting dalam keagamaan karena tradisi dapat menciptakan kerangka sosial dan moral yang mengatur hubungan antaranggota masyarakat. Melalui tradisi, nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pedoman dalam berperilaku. Fungsi sosial dan keagamaan tersebut juga terdapat dalam tradisi Kyi’an (turun mandi) atau yang lebih di kenal yaitu khitanan anak prempuan yang salah satunya terdapat pada suku semende di Mekkau Ilir Kabupaten OKU Selatan. Berdasarkan permasalahan tersebut, untuk itu penulis memaparkan beberapa rumusan masalah, yang pertama adalah, bagaimana prosesi tradisi kayik’an (turun mandi) pada masyarakat Semende di Mekakau Ilir Desa Tanjung Besar?, yang kedua bagaimana fungsi sosial dan keagamaan tradisi Kayik’an (turun mandi) bagi masyarakat Semende di Mekakau Ilir Desa Tanjung Besar? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data pada penelitian ini yakni dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci berjumlah satu orang yakni ketua adat,informan utama berjumlah tiga orang yakni tokoh agama, nining rebiah (dukun bayi), dan kepala desa Tanjung Besar. Informan tambahan berjumlah enam orang yakni warga yang tinggal di Tanjung Besar. Hasil menunjukan bahwa tradisi kayian merupakan sebuah tradisi yang dilakukan untuk mengislamkan atau mensucikan anak Perempuan suku semande sehingga ibadahnya menjadi sempurna. Tradisi kayian dilalui melalui dua tahap proses yakni persiapan dan pelaksanaan upacara, yang mana dalam tradisi kayi’an terdapat symbol-simbol yang digunakan yang bermakna harapan-harapan untuk kebaikan sang anak. Selain itu tradisi kayi’an memiliki fungus dari segi sosial tradisi kayi’an berfungsi sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat karena selama proses tradisi melibatkan orang banyak yang rela berkorban baik dari segi waktu, tenaga bahkan materi, sehingga terjalin kerjasama yang baik pada setiap warga masyarakat. Dari segi fungsi agama, tradisi kayi’an berfungsi sebagai pengendali diri pada anak Perempuan supaya tidak liar dan ketika dewasa dapat membentengi diri dari perbuatan tercela. Kata Kunci : Fungsi Sosial Dan Keagamaan, Tradisi, Kayi’an. ABSTRACT Social function is a social process or interaction with the social environment that is directed to meet needs and aims to achieve welfare or form order in social life institutions, such as economic, political, religious, and even cultural functions. Religion means everything or actions related to religion. Religion means belief in God with teachings of devotion and obligations related to that belief. While religiousness is the characteristics contained in religion. Tradition has an important role in religion because tradition can create a social and moral framework that regulates relations between members of society. Through tradition, religious values can be applied in everyday life and become guidelines for behavior. These social and religious functions are also found in the Kyi'an tradition.(going down to take a bath) or better known as circumcision of female children, one of which is found in the Semende tribe in Mekkau Ilir, South OKU Regency. Based on these problems, the author presents several problem formulations, the first of which is,How is the kayik'an (going down to bathe) tradition carried out by the Semende community in Mekakau Ilir, Tanjung Besar Village? Secondly, what are the social and religious functions of the Kayik'an (going down to bathe) tradition for the Semende community in Mekakau Ilir, Tanjung Besar Village? This research is a field research using qualitative methods. The data sources used in this study consist of primary data and secondary data. The data collection methods used in this study are observation, interviews, and documentation. The data analysis method in this study is by means of data reduction, data presentation and data verification. The informants in this study consisted of one key informant, namely the traditional leader, three main informants, namely religious figures, nining rebiah (midwife), and the village head of Tanjung Besar. Additional informants numbered six people, namely residents living in Tanjung Besar. The results show that the kayian tradition is a tradition carried out to convert or purify the Semande tribe girls so that their worship is perfect. The kayian tradition is carried out through two stages of the process, namely preparation and implementation of the ceremony, where in the kayi'an tradition there are symbols used that mean hopes for the good of the child. In addition, the kayi'an tradition has a social function, the kayi'an tradition functions as a means of friendship between communities because during the tradition process many people are involved who are willing to sacrifice both in terms of time, energy and even material, so that good cooperation is established in every community member. In terms of religious function, the kayi'an tradition functions as a self-control for girls so that they are not wild and when they are adults they can fortify themselves from despicable acts. Keywords: Social and Religious Functions, Tradition, Kayi'an.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 16 Jun 2025 04:25
Last Modified: 16 Jun 2025 04:25
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38639

Actions (login required)

View Item View Item