WIDYA, NINGSIH (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG WANPRESTASI DALAM PRAKTIK SEWA MENYEWA TANAH UNTUK PRODUKSI BATU BATA (Studi di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Dalam praktik sewa-menyewa terkadang dalam akadnya tidak sesuai dengan realita. Seperti yang dialami oleh Pak Tukijo dan Pak Yasa. Pak Tujiko adalah salah satu warga Desa Karang Anyar yang menyewakan tanahnya kepada Pak Suryadi untuk dijadikan tempat produksi batu bata. Dalam perjanjian yang telah disepakati Pak Suryadi menyewa tanah milik Pak Tujiko seluas 705 meter persegi dengan kurun waktu menyewa tanah miliknya adalah 12 tahun dan membayar uang sewa sejumlah Rp. 20.000.000,- dengan tempo pelunasan uang sewaan sebanyak 2 kali dalam waktu 1 tahun. Mulanya Pak Suryadi membayar Rp. 8.000.000,- dan berjanji melunasinya sesuai kesepakatan. Namun, setelah kurang lebih 2 tahun berlalu Pak Suryadi belum juga melunasi uang sewaan tanah kepada Pak Tukijo. Sehingga Pak Tukijo merasa di rugikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan praktik sewa-menyewa tanah untuk produksi batu bata di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Untuk menjelaskan tinjauan hukum Islam dan hukum positif tentang wanprestasi dalam praktik sewa-menyewa tanah untuk produksi batu bata di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research), sedangkan untuk sifat penelitian adalah deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode berfikir induktif. Hasil dari penelitian ini adalah akad sewa-menyewa terjadi diawali adanya ijab dan qabul yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Sewa yang diberikan berupa tanah, dan bayaran yang diberikan berbentuk uang tunai. Sedangkan mengenai praktik sewa-menyewa yang terjadi di Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, telah sesuai dengan Hukum Islam, dan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Pak Rudi terhadap Pak Yasa dan Pak Suryadi terhadap Pak Tukijo dapat dikatakan wanprestasi. Karena Pak Rudi dan Pak Suryadi sama-sama mengingkari kesepakatan dalam akad sewa menyewa yang telah disepakati. Kemudian berdasarkan Pasal 1236 dan Pasal 1239 BW pihak yang melakukan pelanggaran wajib memberikan ganti rugi kepada pihak yang telah dirugikan dalam hal ini Pak Rudi wajib memberikan ganti rugi kepada Pak Yasa dan Pak Suryadi wajib memberikan ganti rugi kepada Pak Tukijo. ABSTRACT In the practice of renting, sometimes the agreement does not match reality. As experienced by Mr. Tukijo and Mr. Yasa. Mr. Tujiko is one of the residents of Karang Anyar Village who rents his land to Mr. Suryadi to be used as a brick production site. In the agreement that has been agreed, Mr. Suryadi rents Mr. Tujiko's land measuring 705 square meters with a rental period of 12 years and pays rent of Rp. 20,000,000, - with a rental payment period of 2 times within 1 year. Initially, Mr. Suryadi paid Rp. 8,000,000, - and promised to pay it off according to the agreement. However, after approximately 2 years have passed, Mr. Suryadi has not yet paid off the land rental fee to Mr. Tukijo. So Mr. Tukijo feels disadvantaged.The purpose of this study is to explain the practice of land leases for brick production in Karang Anyar Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. To explain the review of Islamic law and positive law on default in the practice of land leases for brick production in Karang Anyar Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. This study uses field research, while the nature of the research is descriptive. The data collection techniques used in this study are by conducting observations, interviews, and documentation. Data are analyzed qualitatively using inductive thinking methods. The results of this study are that the lease agreement occurs when there is an ijab and qabul made by both parties. The rent given is in the form of land, and the payment given is in the form of cash. Meanwhile, regarding the rental practices that occurred in Karang Anyar Village, Jati Agung District, South Lampung Regency, it is in accordance with Islamic Law, and regarding the violations committed by Mr. Rudi against Mr. Yasa and Mr. Suryadi against Mr. Tukijo, it can be said to be a breach of contract. Because Mr. Rudi and Mr. Suryadi both violated the agreement in the rental agreement that had been agreed upon. Then based on Article 1236 and Article 1239 of the Civil Code, the party committing the violation is obliged to provide compensation to the party who has been harmed, in this case Mr. Rudi is obliged to provide compensation to Mr. Yasa and Mr. Suryadi is obliged to provide compensation to Mr. Tukijo.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Jun 2025 03:31 |
| Last Modified: | 11 Jun 2025 03:31 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


