MUHAMMAD, IQBAL VALIYAN (2025) IMPLEMENTASI PASAL 49 AYAT (2) PERATURAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN RUANG KAWASAN CAGAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF SIYA<SAH TANFI<Z|IYYAH SYAR‘IYYAH (Studi di Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Pemanfaatan dan pengelolaan ruang kawasan cagar budaya tertuang pada Pasal 49 Ayat (2) Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011-2030. Namun pada kenyataannya, implementasi dari pemanfaatan dan pengelolaan ruang kawasan cagar budaya ini masih memiliki kekurangan. Khususnya pada salah satu benda bersejarah yaitu Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Pasal 49 Ayat (2) Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Kawasan Cagar Budaya di Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung? Dan bagaimana tinjauan Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah terhadap implementasi Pasal 49 Ayat (2) Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Kawasan Cagar Budaya di Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dan sifat penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu editing dan sistematika data, kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dengan kerangka berfikir secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemanfaatan dan pengelolaan ruang kawasan cagar budaya terhadap Situs Bunker Jepang belum terlaksana secara maksimal. Hal ini dikarenakan Situs Bunker Jepang belum diresmikan sebagai benda cagar budaya di Kota Bandar Lampung. Selain itu, terdapat hambatan seperti kurangnya dana, adanya pembangunan yang lebih penting serta tidak mendapat dukungan dari pemerintah kota dikarenakan pemerintah kota lebih memprioritaskan cagar budaya yang memiliki corak kebudayaan Lampung. Sementara itu dalam perspektif Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah mengenai implementasi pemanfaatan dan pengelolaan ruang kawasan cagar budaya terhadap Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat belum sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah. Hal ini dibuktikan dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota bandar Lampung belum melaksanakan tugasnya mengikuti konsep al-adalah dan amanah yang terdapat dalam tugas u>lil amri. Kata Kunci : Bunker, Cagar Budaya, Implementasi, Pelestarian. ABSTRACT Utilization and management of cultural heritage area space is stated in Article 49 Section (2) of Bandar Lampung City Regional Regulation Number 10 of 2011 about the 2011-2030 Regional Spatial Planning Plan. However, in reality, the implementation of utilization and management of cultural heritage area space still has shortcomings. Especially on one of the historical relics, Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat. Based on the background, the formulation of the problem in this research is how is the implementation of Article 49 Section (2) of Bandar Lampung City Regional Regulation Number 10 of 2011 about Utilization and Management of Cultural Heritage Area Space at the Situs Bunker Jepang, Central Tanjung Karang, Bandar Lampung City? And how is the review of Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah towards the implementation of Article 49 Section (2) of Bandar Lampung City Regional Regulation Number 10 of 2011 about Utilization and Management of Cultural Heritage Area Space at the Situs Bunker Jepang, Central Tanjung Karang, Bandar Lampung City?. This research uses field research, and the characteristic of this research is descriptive analytical. The data sources used are primary and secondary data types. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Data processing techniques are editing and data systemizing, then the data is analyzed using qualitative analysis methods with an inductive thinking framework. The results of the research indicate that the implementation of the utilization and management of cultural heritage area space towards Situs Bunker Jepang is not optimally implemented. This is due to Situs Bunker Jepang has not been stated as a cultural heritage object in Bandar Lampung City. Besides that, there are other obstacles such as lack of funds, there are more important developments and the lack of support from the city government because the city government prioritizes a cultural heritage that has Lampung cultural characteristics. Meanwhile, in the perspective of Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah about the implementation of the utilization and management of cultural heritage area space towards Situs Bunker Jepang Tanjung Karang Pusat, is not accordance with the values contained in Siya>sah Tanfi>z\iyyah Syar‘iyyah. This is proven by the Dinas Perumahan dan Permukiman of Bandar Lampung City has not carried out its duties following the concept of al adalah and amanah contained in the duties of u>lil amri. Keywords : Bunker, Cultural Heritage, Implementation, Preservation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 05 Jun 2025 03:43 |
| Last Modified: | 05 Jun 2025 03:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38569 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


