PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM UNDANG - UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG DESA MENURUT PANDANGAN IMAM AL-MAWARDI

Dion, Saputra and Maimun, Maimun and Edi, Susilo PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM UNDANG - UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG DESA MENURUT PANDANGAN IMAM AL-MAWARDI. AL-RISALAH : Jornal Of The Faculty Of Sharia and Law.

[thumbnail of SKRIPSI FULL DION.pdf] PDF
Download (6MB)

Abstract

Abstrak Pemilihan Kepala Desa merupakan elemen penting dalam proses demokrasi lokal di Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa mengatur mekanisme pemilihan Kepala Desa, termasuk persyaratan calon dan prosedur pelaksanaannya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya meninjau sejauh mana undang-undang ini mencerminkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang adil dan beretika, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Mawardi dalam konsep fiqh siyasah-nya. Imam al-Mawardi, melalui karyanya "Al-Ahkam al-Sulthaniyyah," menekankan pentingnya kriteria moralitas, intelektualitas, dan keberanian dalam pemilihan kepala desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian antara prinsip-prinsip kepemimpinan ideal yang dikemukakan oleh al-Mawardi dengan persyaratan dan mekanisme pemilihan Kepala Desa dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi. pustaka yang mengacu pada analisis teks undang-undang, literatur Islam klasik, serta pandangan al-Mawardi tentang kepemimpinan. Data primer meliputi isi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 dan karya al-Mawardi, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian ini mengacu pada Undang – Undang No 3 Tahun 2024 Tentang Desa yang hanya meninjau sebatas persyaratan administrasi seperti pendidikan minimal, kesehatan fisik, dan usia, meskipun relevan dalam konteks modern, tidak sepenuhnya merepresentasikan kedalaman kriteria moralitas dan keadilan yang ditekankan al-Mawardi. Imam al-Mawardi sangat mengutamakan keadilan („adalah), intelektualitas, dan kemampuan pemimpin dalam menjaga kemaslahatan umat. Standar ini belum sepenuhnya tercermin dalam Undang-Undang, terutama dalam aspek moral dan intelektual yang lebih substansial. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa Undang-Undang lebih menitikberatkan pada kriteria, tetapi kurang memberikan penekanan pada kapasitas intelektual dan moral calon. Kata kunci : Pemilihan kepala desa,konsep kepemimpinan Al-Mawardi. Abstract Village Head Election is an important element in the local democracy process in Indonesia. Law Number 3 of 2024 concerning Villages regulates the mechanism for electing Village Heads, including candidate requirements and implementation procedures. This study is motivated by the importance of reviewing the extent to which this law reflects the principles of just and ethical leadership, as explained by Imam al-Mawardi in his concept of fiqh siyasah. Imam al-Mawardi, through his work "Al-Ahkam al-Sulthaniyyah," emphasized the importance of the criteria of morality, intellectuality, and courage in electing village heads. This study aims to examine the suitability between the principles of ideal leadership put forward by al Mawardi with the requirements and mechanisms for electing Village Heads in Law Number 3 of 2024. The study uses a qualitative approach with a literature study method that refers to the analysis of statutory texts, classical Islamic literature, and al-Mawardi's views on leadership. Primary data includes the contents of Law Number 3 of 2024 and al-Mawardi's works, while secondary data comes from scientific journals and other supporting documents. The results of this study refer to Law No. 3 of 2024 concerning Villages which only reviews administrative requirements such as minimum education, physical health, and age, although relevant in a modern context, does not fully represent the depth of the criteria of morality and justice emphasized by al-Mawardi. Imam al Mawardi prioritizes justice ('adalah), intellectuality, and the ability of leaders to maintain the welfare of the people. These standards have not been fully reflected in the Law, especially in the more substantial moral and intellectual aspects. In addition, this study found that the Law emphasizes the criteria, but places less emphasis on the intellectual and moral capacity of candidates. Keywords: Village head election, Al-Mawardi's leadership concept.

Item Type: Article
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 28 May 2025 03:59
Last Modified: 28 May 2025 03:59
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38485

Actions (login required)

View Item View Item