SYIFA, ARIYADITA FITRIANI (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENYELESAIAN WANPRESTASI PEMBAYARAN SEWA MENYEWA PROPERTI PERNIKAHAN (Studi Pada New Primadona Wedding Organizer Di Desa Panca Karsa Purna Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Jasa Wedding Organizer saat ini banyak dibutuhkan calon pengantin yang ingin melangsungkan akad pernikahan dan resepsi pernikahan. Seperti halnya kegiatan sewa menyewa properti pernikahan di New Primadona Wedding Organizer yang menyewakan segala kebutuhan yang menunjang kelengkapan sebuah acara pernikahan. Dalam praktiknya harus dikerjakan secara konsekuen dan memberikan manfaat kedua belah pihak dengan ketentuan-ketentuan yang harus disepakati oleh kedua belah pihak yang melakukan akad. Tetapi dalam kenyataannya terjadi kendala dalam pelunasan ujrah yang telah disepakati bersama dalam perjanjian atau terdapat cidera janji (wanprestasi). Seperti terlambat melakukan pelunasan pembayaran dan tidak melunasi kekurangan pembayaran sewa menyewa properti pernikahan. Fokus dalam penelitian ini adalah tinjauan hukum Islam terhadap penyelesaian wanprestasi pembayaran sewa menyewa properti pernikahan di New Primadona Wedding Organizer di desa Panca Karsa Purna Jaya, kecamatan Banjar Baru, kabupaten Tulang Bawang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana praktik sewa menyewa properti pernikahan di New Primadona Wedding Organizer, 2) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penyelesaian wanprestasi pembayaran sewa menyewa properti pernikahan di New Primadona Wedding Organizer. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah akad Ijarah dan wanprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research). Penulis menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu penulis menganalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa telah terjadi kendala dalam salah satu syarat dan rukun dari akad Ijarah yaitu ujrah, bahwa musta’jir melakukan dua bentuk wanprestasi yaitu terlambat dalam melakukan prestasi dan melakukan prestasi tetapi tidak terpenuhi atau tidak sempurna. Dalam penyelesaian masalah ini mu’jir melakukan perdamain (as}-S}ulh}u) terhadap kedua pihak yang melakukan wanprestasi dengan melakukan musyawarah antara kedua pihak yang bersengketa. Tinjauan hukum Islam terhadap penyelesaian wanprestasi yang dilakukan mu’jir belum sesuai dengan aturan hukum Islam, karena masih ada kerugian yang dialami oleh mu’jir yaitu kekurangan keuntungan. Kata Kunci : Ijarah, Ujrah, Wanprestasi. ABSTRACT Wedding Organizer services are currently in high demand by brides and grooms who want to hold their marriage contract and wedding reception. This is similar to the wedding property rental services offered by New Primadona Wedding Organizer, which rents out various items needed to complete a wedding event. In practice, these services must be carried out consistently and provide benefits to both parties, with terms and conditions that must be agreed upon by both parties entering into the agreement. However, in reality, challenges often arise regarding the payment of the agreed-upon fees (ujrah), or a breach of contract (breach of contract). These challenges include late payments or failure to settle the remaining balance for the rental of wedding properties. This study focuses on an Islamic legal perspective regarding the resolution of breach of contract (breach of contract) in the payment of wedding property rentals at New Primadona Wedding Organizer in Panca Karsa Purna Jaya Village, Banjar Baru District, Tulang Bawang Regency. The research questions addressed in this study are: 1) How is the practice of wedding property rental at New Primadona Wedding Organizer, and 2) What is the Islamic legal perspective on resolving breach of contract regarding the payment of wedding property rentals at New Primadona Wedding Organizer. The theories used in this study are the contracts of Ijarah and breach of contract. This research is a field study. The researcher uses data collection methods such as observation, interviews, and documentation. Afterward, the researcher analyzes the data using descriptive analysis methods. The findings of this study indicate that there was an issue concerning one of the essential elements and conditions of the Ijarah contract, namely the ujrah (payment). The musta’jir committed two forms of breach of contract: first, by delaying the fulfillment of the obligation, and second, by performing the obligation in an incomplete or unsatisfactory manner. In resolving this issue, the mu’jir sought reconciliation (as}-S}ulh}u) between the parties involved by facilitating a mutual agreement through deliberation. However, from the perspective of Islamic law, the method of resolving the breach employed by the mu’jir is not entirely in accordance with Islamic legal principles, as the mu’jir still suffers a loss in the form of reduced profit. Keyword: Ijarah, Ujrah, Breach of Contract.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 May 2025 07:16 |
| Last Modified: | 19 May 2025 07:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


