FEBY, RIZKA KHAIRUNISYAH (2025) PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 34 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (53MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (53MB) |
Abstract
ABSTRAK Pendidikan merupakan proses esensial yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian, wawasan, dan keterampilan individu agar mampu beradaptasi, berpikir kritis serta memberikan manfaat bagi bangsa dan Negara. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, lembaga pendidikan dituntut untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah pemerintah adalah dengan melakukan pembaruan kurikulum, salah satunya melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi sekolah, guru dan peserta didik dalam mengelola proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Namun, dalam pelaksanaannya, guru masih menghadapi berbagai problematika dalam implementasi kurikulum ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 34 Bandar Lampung, khususnya pada perencanaan, pelaksanaan dan asesment. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjabarkan objek atau subjek secara mendalam, luas dan terperinci. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pendekatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh mengenai perencanaan, pelaksanaan dan asesment dalam problematika guru Pendidikan Agama Islam dalam implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam implementasi Kurikulum Merdeka, yakni dalam tahap perencanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 34 Bandar Lampung, guru Pendidikan Agama Islam menghadapi problematika dalam memahami konsep Kurikulum Merdeka, terutama dalam menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) serta merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) secara sistematis dan iii sesuai dengan kebutuhan atau karakteristik peserta didik. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam mengalami problem keterbatasan sarana prasarana, seperti LCD Proyektor dan buku ajar yang masih terbatas. Hal ini menghambat optimalisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam pada pelaksanaan Kurikulum merdeka diantaranya guru mengalami problem dalam pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dalam mengkelompokkan dan mengidentifikasi peserta didik berdasarkan gaya belajar mereka. Hambatan lain yang ditemukan adalah hambatan guru dalam pengelolaan kelas yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, dimana peserta didik dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Namun, kurang fokus, dan kurangnya motivasi belajar menghambat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Guru juga mengalami kendala dalam menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dan mengoptimalkan proses pembelajaran. Problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam pada pelaksanaan asesment Kurikulum merdeka, diantaranya guru menghadapi problematika dalam menyesuaikan penilaian dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Selain itu, sistem penilaian yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka lebih kompleks dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, mencakup penilaian diagnostic, formatif, sumatif, penilaian produk, portofolio, proyek, penilaian berdiferensiasi, intrakurikuler, kokurikuler, lisan, sikap dan refleksi. Hal ini menutut guru Pendidikan Agama Islam untuk lebih teliti dalam mencatat perkembangan peserta didik dan memerlukan waktu yang lebih lama dalam pelaksanannya. Kata Kunci: Problematika Guru, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum Merdeka iv ABSTRACT Education is an essential process that aims to develop individual personality, insight, and skills to be able to adapt, think critically and provide benefits to the nation and state. In facing the challenges of globalization, educational institutions are required to continue to innovate and collaborate in order to adapt to the times. One of the government's steps is to update the curriculum, one of which is through the implementation of the Independent Curriculum. This curriculum provides flexibility for schools, teachers and students in managing the learning process according to their needs. However, in its implementation, teachers still face various problems in implementing this curriculum. This study aims to identify the problems faced by Islamic Religious Education teachers in implementing the Independent Curriculum at SMP Negeri 34 Bandar Lampung, especially in planning, implementation and assessment. This research method uses a descriptive qualitative approach, which aims to describe and explain objects or subjects in depth, broadly and in detail. The data collection techniques use observation, interviews and documentation. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes three main stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. This approach aims to describe the data obtained regarding the planning, implementation and assessment of the problems of Islamic Religious Education teachers in implementing the independent curriculum at SMP Negeri 34 Bandar Lampung. The results of the study indicate that the problems faced by Islamic Religious Education teachers in implementing the Independent Curriculum, namely in the planning stage of the Independent Curriculum at SMP Negeri 34 Bandar Lampung, Islamic Religious Education teachers face problems in understanding the concept of the Independent Curriculum, especially in analyzing Learning Achievements (CP) and formulating Learning Objectives (TP) systematically and in accordance with the needs or characteristics of students. In addition, Islamic Religious Education teachers experience problems with limited facilities and infrastructure, such as LCD Projectors and limited textbooks. This hinders the optimization of the use of technology-based learning media. The problems faced by Islamic Religious Education teachers in implementing the Independent v Curriculum include teachers experiencing problems in differentiated learning, especially in grouping and identifying students based on their learning styles. Another obstacle found is the teacher's obstacle in managing the class in accordance with the demands of the Independent Curriculum, where students are required to be active in learning. However, lack of focus and lack of learning motivation hinder student involvement in learning. Teachers also experience obstacles in determining the right strategy to increase student engagement and optimize the learning process. The problems faced by Islamic Religious Education teachers in implementing the Independent Curriculum assessment include teachers facing problems in adjusting the assessment to the diverse characteristics of students. In addition, the assessment system applied in the Independent Curriculum is more complex than the previous curriculum, including diagnostic, formative, summative, product assessment, portfolio, project, differentiated assessment, intracurricular, co-curricular, oral, attitude and reflection. This requires Islamic Religious Education teachers to be more careful in recording student development and requires more time in its implementation. Keywords: Teacher Problems, Islamic Religious Education, Independent Curriculum
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 05 May 2025 06:31 |
| Last Modified: | 05 May 2025 06:31 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38207 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


