CINDI, AULIA PUTRI (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP UPAH PEKERJA MUSLIM di CLUB MALAM (Studi di Southbank Gastrobar Garuntang Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Pada perkembangan zaman modern seperti saat ini, yang juga diiringi oleh bertambahnya jumlah penduduk namun tidak diiringi luasnya lapangan pekerjaan mengakibatkan ketidak seimbangan. Meningkatnya para pencari kerja membuat mereka tidak memilih dalam mendapatkan pekerjaan guna mencukupi kebutuhan hidup, khususnya para pencari kerja yang beragama muslim. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya para pekerja Southbank Gastrobar kota Bandar Lampung, dimana mayoritas pekerjanya beragama Islam, namun didalam tempat tersebut ,menjual menu-menu minuman yang mengandung alkohol. Pokok permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini yaitu bagaimana Praktik Upah Para Pekerja Muslim di Club Malam dan Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Upah Pekerja Muslim di Club Malam, adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan peraktik upah para pekerja Muslim di Southbank Gastrobar dan bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap upah pekerja Muslim di Southbank Gastrobar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan penelitian lapangan (field research) sumber data yang dikumpulkan adalah data primer karena dalam penelitian ini penulis akan langsung terjun ke lapangan untuk mendapatkan sumber data dari sampel penelitian yang terdiri dari 5 orang pekerja Southbank Gastrobar, dengan teknik pendekatan wawancara, observasi, dan dokumentasi, adapun data penunjang lainnya didapatkan dari literatur dan teori kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ijarah yang berfokus pada upah yaitu Ujrah. Dari hasil penelitian yang didapatkan memiliki kesimpulan bahwa pada praktik upah yang dilakukan oleh pekerja Southbank Gastrobar dihukumi haram karena tidak sesuai dengan kaidah fikih, dan dalam setiap kegiatan pekerja di Southbank Gastrobar dominan menjurus pada hal-hal yang dilarang Allah SWT. Adapun tidak semua kegiatan menjurus pada hal yang dilarang agama namun kegiatan ini tetap dihukumi haram karena sesuatu ibadah yang diiringi oleh keharaman maka ibadah itu dikatakan batal sesuai dengan firman firman yang sudah Allah SWT turunkan. Kata Kunci : Upah, Fikih Muamalah, Southbank Gastrobar. ABSTRACT In the development of modern times like today, which is also accompanied by an increase in population but not accompanied by a wide range of employment opportunities, it results in an imbalance. The increase in job seekers makes them not choose to get a job to meet their living needs, especially job seekers who are Muslim. This can be proven by the presence of workers at the Southbank Gastrobar in Bandar Lampung, where the majority of workers are Muslim, but in that place, they sell alcoholic beverage menus. The main problem that is the focus of this study is how the Review of Sharia Economic Law on Workers' Wages in Nightclubs, the formulation of the problem in this study is how the implementation of workers' wage practices at Southbank Gastrobar and how the review of Sharia Economic Law on workers' wages at Southbank Gastrobar. The method used in this study uses the qualitative analysis method and field research, the data source collected is primary data because in this study the author will go directly to the field to obtain data sources from the research sample consisting of 5 Southbank Gastrobar workers, with interview, observation, and documentation approach techniques, while other supporting data is obtained from literature and library theory. The theory used in this study is Ijarah which focuses on wages, namely Ujrah. From the results of the study, it was concluded that the wage practices carried out by Southbank Gastrobar workers were considered haram because they were not in accordance with the rules of Islamic jurisprudence, and in every activity of workers at Southbank Gastrobar, they predominantly lead to things that are prohibited by Allah SWT. However, not all activities lead to things that are prohibited by religion, but these activities are still considered haram because any worship that is accompanied by something that is forbidden is said to be invalid according to the words that Allah SWT has revealed. Keywords: Wages, Fiqh Muamalah, Southbank Gastrobar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Apr 2025 07:21 |
| Last Modified: | 14 Apr 2025 07:21 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38031 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


