NETIKET DALAM AKUN INSTAGRAM @kemenkominfo: ANALISIS KOMENTAR NETIZEN TERHADAP KEBOCORAN DATA PDNS PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM

ALYA, NORMAWANTI (2025) NETIKET DALAM AKUN INSTAGRAM @kemenkominfo: ANALISIS KOMENTAR NETIZEN TERHADAP KEBOCORAN DATA PDNS PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5.pdf] PDF
Download (9MB)
[thumbnail of SKRIPSI ALYA NORMAWANTI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, media sosial seperti Instagram menjadi sarana penting untuk komunikasi dan pertukaran informasi. Namun, kemudahan berkomunikasi di dunia maya juga membawa tantangan terkait dengan etika berkomunikasi atau netiket, terutama dalam menangani isu-isu sensitif seperti kasus kebocoran data PDNS akibat serangan ransomware pada 20 Juni 2024. Persoalan tersebut menimbulkan kemarahan serta kepanikan dari masyarakat sehingga timbulnya komentar netizen menyerbu akun Instagram resmi Kemenkominfo yang didominasi oleh komentar negatif. Seharusnya pengguna media sosial harus memenuhi aturan dasar etika berkomunikasi di internet dan juga komunikasi Islam, agar kebiasan memberikan komentar yang tidak sesuai seperti menyakiti, menjatuhnya, menghina dan kasar dapat diminimalisir. Penelititian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi/konten yang bertujuan untuk menganalisis netiket dari interaksi dan respons netizen terkait isu kebocoran data tersebut, kemudian meninjaunya dalam perspektif komunikasi Islam. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana netizen berkomunikasi dalam komentar-komentar mereka dan sejauh mana interaksi tersebut mencerminkan prinsip-prinsip komunikasi Islam, seperti tanggung jawab, adab, dan sopan santun. Penelitian ini adalah penelitian library research dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi berupa screenshoot. Hasil temuan penelitian adalah bahwa sebagian besar komentar netizen tidak mematuhi prinsip netiket, dengan adanya penggunaan bahasa kasar dan tidak beradab yang berpotensi menciptakan ketegangan. Penelitian ini menyarankan agar netiket dan prinsip-prinsip komunikasi Islam, seperti qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), qaulan sadidan (perkataan yang benar), qoulan maysura (berbicara yang pantas serta berbagi pengetahuan), qoulan baligha (perkataan yang efektif) dan qoulan karima (perkataan yang baik dan hormat) diterapkan lebih konsisten dalam komunikasi daring, untuk menciptakan interaksi yang lebih konstruktif, santun, dan sesuai dengan nilai moral yang berlaku. Kata Kunci: Netiket, Instagram, Perspektif Komunikasi Islam. ABSTRACT With the advancement of information technology, social media platforms such as Instagram have become essential tools for communication and information exchange. However, the ease of online communication also presents challenges related to communication ethics or netiquette, particularly in handling sensitive issues such as the PDNS data breach caused by a ransomware attack on June 20, 2024. This incident triggered public outrage and panic, leading to a surge of negative comments on the official Instagram account of the Ministry of Communication and Informatics (Kemenkominfo). Ideally, social media users should adhere to fundamental ethical communication guidelines on the internet and Islamic communication principles to minimize inappropriate commenting behavior, such as making hurtful, degrading, insulting, or harsh remarks. This study employs a qualitative research approach with a content analysis method to examine netiquette in the interactions and responses of netizens regarding the data breach issue, analyzing them through the perspective of Islamic communication. The primary focus of this research is to identify how netizens communicate in their comments and to what extent these interactions reflect the principles of Islamic communication, such as responsibility, etiquette, and politeness. This study is categorized as library research, with data collected through observation and documentation in the form of screenshots. The findings indicate that most netizen comments do not comply with netiquette principles, as they contain harsh and inappropriate language that has the potential to create tension. This study suggests that netiquette and Islamic communication principles, such as qaulan ma’rufa (kind speech), qaulan sadidan (truthful speech), qaulan maysura (gentle and knowledge-sharing speech), qaulan baligha (effective speech), and qaulan karima (honorable and respectful speech), should be more consistently applied in online communication to foster more constructive, polite, and morally appropriate interactions. Keywords: Netiquette, Perspective Instagram, Islamic Communication.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Apr 2025 03:04
Last Modified: 14 Apr 2025 03:04
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/38009

Actions (login required)

View Item View Item