Ratih, Septi Antika (2025) TRADISI MABBARSANJI DALAM PERSPEKTIF SYI’AR ISLAM (Studi Pada Suku Bugis Kampung Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi mabbarsanji merupakan sebuah tradisi suku bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan. Namun banyaknya masyarakat suku bugis yang pergi merantau dengan berbagai alasan tidak membuat mereka melupakan tradisi yang menjadi warisan nenek moyang yang sudah dilakukan secara turun temurun. Salah satunya masyarakat suku bugis di Kampung Kuala Teladas yang tetap melaksanakan tradisi mabbarsanji dalam setiap acara yang dilakukan seperti acara nikahan, khitanan, aqiqah, maulid nabi, bahkan ketika orang meninggal tetap dilaksanakan tradisi mabbarsanji ini dengan perbedaan pada bacaan mahlul qiyam. Masyarakat suku bugis di Kampung Kuala Teladas sangat mementingkan pelaksanaan tradisi mabbarsanji ini di setiap acara karena mereka percaya tradisi mabbarsanji merupakan kegiatan yang positif, tidak hanya untuk melestarikan warisan nenek moyang tetapi terdapat pesan-pesan dakwah yang dapat disyiarkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif yang berfokus pada pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan analisis. Dan menggunakan metode deskriptif untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam. Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan sumber data, sehingga sudah tentukan dalam penelitian ini terdapat lima informan. Kemudian sumber data kedua yaitu sumber data sekunder sebagai pelengkap sumber data primer yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku ilmiah, hasil penelitian dan karya ilmiah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara (interview), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi mabbarsanji yang dilaksanakan masyarakat suku bugis di Kampung Kuala Teladas dilakukan tidak hanya untuk melestarikan tradisi suku bugis tetapi juga sebagai upaya dalam mensyiarkan ajaran agama Islam. terdapat pesan-pesan dakwah dalam tradisi mabbarsanji ini yaitu pesan dakwah syariah, pesan dakwah aqidah, dan pesan dakwah syariah dan juga nilai – nilai Islam yang terdapat dalam pelaksanaanya. Dalam tradisi mabbarsanji terdapat da’i, mad’u, materi, metode, dan media yang perperan, sehingga tradisi mabbarsanji dapat dilihat dalam tinjauan syiar islam didalamnnya. Selain, itu tradisi mabbarsanji juga dimasukkan dalam syi’ar Bi Al-Lisan. KATA KUNCI : Tradisi Mabbarsanji, Syi’ar Islam, Kampung Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang. ABSTRACT The mabarsanji tradition is a tradition of the Bugis tribe originating from South Sulawesi. However, the large number of Bugis tribal people who go abroad for various reasons does not make them forget the traditions inherited from their ancestors that have been passed down from generation to generation. One of them is the Bugis tribe community in Kampung Kuala Teladas who continue to carry out the mabbarsanji tradition at every event they hold, such as weddings, circumcisions, aqiqah, the Prophet's birthday, even when people die, this mabbarsanji tradition is still carried out with a difference in reading mahlulqiyam. The Bugis tribe community in Kampung Kuala Teladas places great importance on implementing the mabbarsanji tradition at every event because they believe the mabbarsanji tradition is a positive activity, not only to preserve the heritage of their ancestors but there are preaching messages that can be broadcast as a form of gratitude to Allah SWT for blessings that have been given. The research method used is qualitative research methods which focus on collecting data through observation, interviews and analysis. And uses descriptive methods to understand and describe phenomena in depth. There are two sources of data in this research, namely the primary data source which was taken using a purposive sampling technique, namely the researcher has considerations in determining the data source, so that in this research there are five informants. Then the second data source is a secondary data source as a complement to primary data sources obtained from official documents, scientific books, research results and scientific works. The techniques used in this research are interviews, observation and documentation. Based on the results of this research, it shows that the mabarsanji tradition carried out by the Bugis tribe community in Kampung Kuala Teladas is carried out not only to preserve the traditions of the Bugis tribe but also as an effort to broadcast the teachings of the Islamic religion. There are da'wah messages in the mabbarsanji tradition, namely sharia da'wah messages, aqidahda'wah messages, and sharia da'wah messages. In the Mabarsanji tradition there are da'i, mad'u, materials, methods and media that play a role, so that the Mabarsanji tradition can be seen in the review of Islamic teachings in it. Apart from that, the mabarsanji tradition is also included in the Bi Al-Lisansyi'ar. KEYWORDS:Mabarsanji Tradition, Syi'ar Islam, Kuala Teladas Village, TulangBawang Regency
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Mar 2025 03:36 |
| Last Modified: | 20 Mar 2025 03:36 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37961 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


