Dita, Nia Prastiani (2025) SOLIDARITAS SOSIAL KEAGAMAAN PADA UPACARA NGABEN DI DESA SIDOWALUYO LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRACK Solidaritas sosial merupakan perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama, solidaritas sosial diartikan sebagai kesetiakawanan atau kekompakan dan solidaritas sosial juga diartiakan sebagai suatu hubungan dimana individu atau kelompok serta mendasari hubungan yang berkaitan secara bersama dalam sosial didukung dengan nilai-nilai moral dan kepercayaan yang hidup bersama dalam masyarakat. Keagamaan merupakan seperangkat keyakinan, doktrin, dan norma-norma yang di anut dan diyakini adanya oleh manusia.Upacara Ngaben merupakan salah satu ritual keagamaan masyarakat Bali yang merupakan bagian dari Pitra Yajna yakni sebagai upacara keagamaan yang diadakan untuk menghormati orang yang sudah meninggal dengan menggunakan berbagai sesajen dan upacara di dalamnya. Berdasarkan permasalahan diatas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah. Yang pertama yaitu, bagaimana solidaritas sosial keagamaan di desa sidowaluyo dan yang kedua bagaimana proses pelaksanaan upacara Ngaben di desa Sidowaluyo. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui bagaimana solidaritas sosial keagamaan upacara Ngaben di desa Sidowaluyo dan kedua bagaimana proses pelaksanaan upacara Ngaben di desa Sidowaluyo. Metode penelitian dalama skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian (Field research). Adapun sifat dari penelitian adalah deskriptif yaitu penulis akan mendeskripsikan temuan lapangan. Metode pengumpulan data berupa interview atau wawancara yang dimana peneliti berkomunikasi secara verbal dalam bentuk percakapan untuk memperoleh informasi dan dokumentasi yang bertujuan untuk memperoleh gambaran umum deskripsi lokasi penelitian,Dalam wawancara yang digunakan kepada informan menggunakan teknik purposive sampling, dan dokumentasi yang didapatkan dari wawancara kepala adat dan masyarakat sekitar . Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah Teori Solidaritas Sosial yang dikemukakan oleh Emiel Durkhiem . Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa solidaritas sosial keagamaan yang ada di desa Sidowaluyo adalah gotong royong dan kerja sama, gotong royong mempersiapkan segala kebutuhan upacara, seperti memasak menyiapkan makanan untuk para tamu dan warga yang ada di upacara dan mereka bersama-sama membuat sesajen, bantenan,tumpeng, bade (menara tempat jenazah), menyiapkan untuk memandikan jenazah dan untuk kremasi jenazah serta berbagai perlengkapan lainnya. memberikan sumbangan tenaga, waktu, dan keahlian secara sukarela gotong royong dalam dana dengan memberikan mengurangi beban biaya dan kerja sama nggota komunitas dengan memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka. di mana mereka turut mendoakan dan membantu proses penyucian roh dari almarhum. Dan proses pelaksanaan upacara Ngaben di desa Sidowaluyo seperti upacara dimulai dengan seseorang yang meninggal, kemudian pada hari pertama dilakukan pengambilan daun beringin untuk menentukan pahala kemudian jenazah di semayamkan di rumah dan dilakuakan pembersihan serta pemandiaan kemudian disembahayangkan setelah itu jenazah diantarkan ke kuburan untuk melakukan pembakaran setelah menjadi abu diambil dan dibungkus dan disembahayangi setelah itu abu di bawa kelaut untuk dihanyutkan dengan berbagai upacara dan mantra kemudian dilakukan ngangkit yaitu simbol roh diambil kembali dalam bentuk rajahan dan meminta izin dulu beberapa pura seperti pura dalem, pura merajapati dan perempatan agung ,kemudian roh diantarkan ke pura rong 3 untuk di puja oleh keluarga. Kata Kunci:Solidaritas Sosial Keagamaan, Pelaksanaan Upacara Ngaben. ABSTRACK Social solidarity is a feeling or expression in a group formed by common interests, social solidarity is defined as solidarity or cohesiveness and social solidarity is also defined as a relationship where individuals or groups and underlying relationships are related together in socially supported by values, morals, and beliefs that live together in society. Religion is a set of beliefs, doctrines, and norms that are embraced and believed to exist by humans. The Ngaben ceremony is one of the religious rituals of the Balinese people which is part of the Pitra Yajna, namely as a religious ceremony held to honor the deceased using various offerings and ceremonies in it. Based on the above problems, the author formulates several problem formulations. The first is, how is the religious social solidarity in Sidowaluyo village and the second is how the process of implementing the Ngaben ceremony in Sidowaluyo village. The purpose of this research is, to find out how the religious social solidarity of the Ngaben ceremony in Sidowaluyo village and secondly how the process of implementing the Ngaben ceremony in Sidowaluyo village. The research method in this thesis is descriptive qualitative using the type of research (Field research). The nature of the research is descriptive, namely the author will describe the field findings. The data collection method is in the form of interviews or interviews where researchers communicate verbally in the form of conversations to obtain information and documentation that aims to obtain an overview of the description of the research location, in interviews used to informants using purposive sampling techniques, and documentation obtained from interviews with traditional leaders and the surrounding community. The theory used to analyze this research is the Social Solidarity Theory proposed by Emiel Durkhiem. The results of this study show that the religious social solidarity that exists in Sidowaluyo village is cooperation and mutual cooperation, mutual cooperation in preparing all the needs of the ceremony, such as cooking and they jointly make offerings for bantenan bade (corpse tower), prepare for bathing the body and for cremation of the body and various other equipment. voluntary contributions of labor, time, and expertise mutual cooperation in funds by reducing the burden of costs and cooperation of community members by providing support to the bereaved family. where they also pray and help the process of purifying the spirit of the deceased. And the process of implementing the Ngaben ceremony in Sidowaluyo village such as the ceremony begins with someone who dies, Then on the first day, banyan leaves are taken to determine the merit then the corpse is laid to rest at home and cleaning and pemandiaan are carried out then worshiped after that the corpse is delivered to the grave to burn after being ashes taken and wrapped and worshiped after that the ashes are taken to the sea to be washed away with various ceremonies and mantras then ngangkit is carried out, namely the spirit symbol is taken back in the form of rajahan and asks permission first several temples such as the dalem temple, merajapati temple and the great intersection, the spirit is delivered to the rong 3 temple to be worshiped by the family. Keywords: Religious Social Solidarity, Executors.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 17 Mar 2025 04:28 |
| Last Modified: | 17 Mar 2025 04:28 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


