TINJAUAN FIQIH SIYASAHTERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Trotoar Taman Canang Kelurahan Gunung Sugih Kabupaten Lampug Tengah)

YUSNIAR, AHMAD (2025) TINJAUAN FIQIH SIYASAHTERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT (Studi Pada Pedagang Kaki Lima di Trotoar Taman Canang Kelurahan Gunung Sugih Kabupaten Lampug Tengah). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI YUSNIAR.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Maraknya pedagang kaki lima yang berdagang di sekitar Trotoar Taman Canang Gunung Sugih menimbulkan berbagai masalah bahwa keberadaan pedagang kaki lima yang tidak teratur mengganggu ketertiban, serta kebersihan lingkungan. Fenomena pedagang kaki lima di sekitar Trotoar Taman Canang Gunung Sugih tidak sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Lampung Tengah. Rumusan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Pasal 5 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 dalam proses pelaksanaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah dan bagaimana pandangan Fiqh Siyasah terhadap pelaksanaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Pasal 5 Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 dalam proses pelaksanaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah dan pandangan Fiqh Siyasah terhadap pelaksanaan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sifat penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu membuat deskriptif, gambaran, atau lukisan secara sistematis dan objektif mengenai fakta-fakta, sifat- sifat tentang penertiban pedagang kaki lima di Kabupaten Lampung Tengah sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Pasal 5 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Penelitian ini bersumber dari data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka (libarary research) berupa, Al-Quran, Hadist, peraturan perundang- undangan, jurnal, dokumen serta buku dan karya ilmiah lainnya. Data-data yang diambil sebagai rujukan selanjutnya dianalisis dengan cara analisis kualitatif melalui metode yang bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan dalam Perda Kabupaten Lampung Tengah Nomor 16 Tahun 2018 Pasal 5, dalam pandangan Fiqh Siyasah telah sesuai. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan masih banyak hal yang kurang sesuai dengan ketentuan Fiqh Siyasah. pemerintah daerah Kelurahan Gunung Sugih telah mengupayakan beberapa cara dalam menangani permasalahan pedagang kaki lima yang berdagang di sekitar Trotoar Taman tersebut, seperi relokasi tempat usaha kepada para pedagang kaki lima yang strategis dan mudah diakses oleh masyarakat yaitu pasar Gunung Sugih. Namun, para pedagang kaki lima tersebut tidak mengindahkan peraturan tersebut, dan lebih memilih berdagang di area Taman Canang Gunung Sugih Peraturan Daerah tersebut tidak dijalankan dengan baik, sehingga tidak terjadinya ketertiban, kenyamanan, kebersihan, serta sering terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar Taman Canang. Kata Kunci: Gunung Sugih, Pedagang Kaki Lima, Fiqih Siyasah. ABSTRACT The rise of street vendors who trade around the Taman Canang Gunung Sugih Sidewalk raises various problems that the irregular existence of street vendors disturbs order, as well as environmental cleanliness. The phenomenon of street vendors around the sidewalk of Taman Canang Gunung Sugih is not in accordance with the regional regulations of Central Lampung Regency. The formulation in this study is how to implement Article 5 of the Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018 in the process of implementing Public Order and Public Peace in Central Lampung Regency and how Fiqh Siyasah views the implementation of Public Order and Public Peace in Central Lampung Regency. The purpose of this study is to find out the implementation of Article 5 of the Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018 in the process of implementing Public Order and Public Peace in Central Lampung Regency and Fiqh Siyasah's views on the implementation of Public Order and Public Peace in Central Lampung Regency. This type of research is field research, the nature of this research is descriptive analysis, namely making descriptive, pictures, or paintings systematically and objectively about the facts, characteristics of the control of street vendors in Central Lampung Regency in accordance with the Central Lampung Regency Regional Regulation Number 16 of 2018 Article 5 concerning Public Order and Public Peace. This research is sourced from primary data obtained through observation, interviews, and documentation, while secondary data is obtained through libarary research in the form of the Quran, Hadith, laws and regulations, journals, documents, and other books and scientific works. The data taken as a reference is then analyzed by qualitative analysis through descriptive methods of analysis with a deductive approach. The results of the study show that the policies in the Central Lampung Regency Regulation Number 16 of 2018 Article 3, in the view of Fiqh Siyasah has been appropriate. However, in its implementation in the field, there are still many things that are not in accordance with the provisions of Fiqh Siyasah. The local government of Gunung Sugih Village has tried several ways to deal with the problem of street vendors who trade around the Park's sidewalks, such as relocating business places to street vendors who are strategic and easily accessible to the community, namely the Gunung Sugih market. However, the street vendors did not heed the regulation, and preferred to trade in the Taman Canang Gunung Sugih area The Regional Regulations were not implemented properly, so that order, comfort, cleanliness, and frequent traffic jams around Taman Canang occurred. Keywords: Gunung Sugih, Street Vendors, Fiqih Siyasah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 17 Mar 2025 03:29
Last Modified: 17 Mar 2025 03:29
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37868

Actions (login required)

View Item View Item