TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK RETUR BARANG DALAM JUAL BELI BAHAN BANGUNAN (Studi di Toko ESKA.EX Teluk Betung Barat Bandar Lampung)

AIS, YASIN HALIM (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK RETUR BARANG DALAM JUAL BELI BAHAN BANGUNAN (Studi di Toko ESKA.EX Teluk Betung Barat Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI BAB I DAN V.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK AIS YASIN HALIM.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Transaksi jual beli yang dilakukan di Toko Bangunan ESKA.Ex Teluk Betung, toko ini menjual berbagai macam bahan bangunan. Dalam prakteknya banyak pembeli yang melakukan retur barang yang disebabkan kelebihan barang dari jumlah yang dibeli sebelumnya. Pihak toko sebenarnya tidak menginginkan barang yang sudah dibeli tersebut kembali, dinota pembelian pun telah dituliskan bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan kecuali ada perjanjian. Namun menurut pembeli barang yang lebih tersebut jika tidak di retur maka akan tidak terpakai. Secara etimologi, jual beli berarti al mubadalah (saling tukar menukar/barter). Secara terminologi jual beli adalah tukar menukar harta dengan jalan suka sama suka (an-taradin). Dalam jual beli tidak diperbolehkan ada unsur kecurangan, baik dari penjual maupun pembeli, serta harus memenuhi rukun dan syarat jual beli. Rukun bisnis islam ada tiga macam, yaitu al-Aqid (Orang yang melakukan transaksi sebagai penjual dan pembeli), al-Aqad (transaksi), dan al-Ma-qud Alaih (objek transaksi yang mencakup barang atau uang). Metode penelitian ini adalah menggunkan kualitatif dan dalam jenisnya penelitian ini termasuk penelitian lapangan (Field Research) dan penelitian kepustakaan. Jenis penelitian lapangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lokasi atau lapangan, yakni dari berbagai informasi yang berkaitan dari buku- buku yang membahas tentang bagi hasil dalam hukum islam. Hasil dalam penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Praktek jual beli barang retur yang dilakukan oleh toko bangunan Eska.Ex Teluk Betung dilakukan dengan ijab kabul yang dinyatakan jelas oleh penjual dan pembeli baik langsung maupun tidak langsung. Dalam prakteknya penjual menerima barang retur dari pembeli yang kualitasnya masih belum jelas karena ketidaktelitian oleh penjual, hal ini terbukti dengan adanya pembeli yang komplain atas barang yang diterima. Dengan demikian dalam hukum Islam jual beli di toko bangunan Eska.Ex terdapat adanya hak khiyar ‘aib yaitu hak bagi pembeli untuk melanjutkan atau membatalkan jual beli yang dilakukan karena terdapat ketidaksempurnaan barang yang diterima. Dalam prakteknya hak khiyar tidak dapat diberikan kepada pembeli karena penjual dan pembeli tidak melakukan perjanjian atas barang yang dibeli sebelum akad berlangsung. Dengan demikian hak Khiyar sebenarnya akan diberikan kepada pembeli jika sebelumnya sudah melakukan perjanjian atas barang yang dibeli sebelum melakukan akad. Kata Kunci: Hukum Islam, Praktik Retur Barang, Jual Beli Dengan Sistem Pesanan. ABSTRACT The buying and selling transaction carried out at the ESKA.Ex Teluk Betung Building Store, this store sells various kinds of building materials. In practice, many buyers return goods due to excess goods from the amount previously purchased. The store actually does not want the purchased goods to be returned, and it has been written on the purchase note that the purchased goods cannot be exchanged or returned unless there is an agreement. However, according to the buyer, the excess goods will not be used if they are not returned. Etymologically, buying and selling means al-mubadalah (mutual exchange/barter). In terminology, buying and selling is exchanging property by mutual consent (an-taradin). In buying and selling, there is no element of fraud allowed, either from the seller or the buyer, and must meet the pillars and conditions of buying and selling. There are three pillars of Islamic business, namely al-Aqid (People who make transactions as sellers and buyers), al-Aqad (transactions), and al-Ma-qud Alaih (transaction objects that include goods or money). This research method is The type of field research is research that aims to collect data from the location or field, namely from various related information from books that discuss profit sharing in Islamic law. The results of this study are After being analyzed with the main discussion using a scientific method approach, in order to answer the formulation of the problem, the following conclusions can be drawn: The practice of buying and selling returned goods carried out by the Eska.Ex Teluk Betung building store is carried out with ijab kabul which is clearly stated by the seller and buyer both directly and indirectly. In practice, the seller receives returned goods from buyers whose quality is still unclear due to the seller's carelessness, this is evidenced by the existence of buyers who complain about the goods received. Thus, in Islamic law, buying and selling at the Eska.Ex building store there is the right of khiyar 'aib, namely the right for the buyer to continue or cancel the sale and purchase carried out because there is an imperfection in the goods received. In practice, the right of khiyar cannot be given to the In practice, the right of khiyar cannot be given to the buyer because the seller and buyer did not make an agreement on the goods purchased before the contract took place. Thus, the right of Khiyar will actually be given to the buyer if they have previously made an agreement on the goods purchased before making the contract. Keywords: Islamic Law, Goods Return Practice, Buying and Selling with an Order System.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Mar 2025 07:24
Last Modified: 12 Mar 2025 07:24
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37849

Actions (login required)

View Item View Item