ANALISIS KEMAMPUAN GURU FIQIH MENGIMPLEMENTASIKAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI MTSN 1 BANDAR LAMPUNG

DHANI, SETIAWAN (2025) ANALISIS KEMAMPUAN GURU FIQIH MENGIMPLEMENTASIKAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI MTSN 1 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI PERPUSTAKAAN.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Pergantian Kurikulum K13 menjadi Kurikulum Merdeka merupakan salah satu perubahan signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan waktu. Kurikulum merdeka belajar menuntut seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mendesaign pembelajarann, guru harus memiliki kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran serta mengemas materi materi menjadi lebih menarik sehingga peserta didik aktif dan dapat menerima ilmu yang disampaikan dengan mudah. sehingga guru harus keluar dari zona nyamannya dan mengikuti kurikulum yang berlaku dalam mengajar. Dengan demikian,hal tersebut menimbulkan beberapa masalah yang dialami guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar, seperti teknik pembelajaran yang tidak sesuai dengan keadaan, kurangnya pemanfaatan media pembelajaran, dan pengajaran yang monoton. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam merancang modul ajar kurikulum merdeka, kemampuan guru dalam menerapkan modul ajar, serta menjelaskan apa saja permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan modul ajar kurikulum merdeka pada mata pelajaran fiqih di MTs Negeri 1 Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dibagi menjadi dua kelompok yaitu data utama (primer) dan data tambahan (sekunder). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan guru fiqih dalam mengimplementasikan modul ajar kurikulum merdeka ii sudah sangat baik,hal ini ditunjukan pada modul ajar guru yang dirancang sudah memenuhi segala aspek yang terdapat dalam modul ajar, kemudian dalam mengimplementasikannya guru telah memenuhi hal-hal pokok yang tercantum dalam modul ajar, seperti guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, mengulas materi sebelumnya, menjelaskan pelajaran selanjutnya beserta tujuannya , juga tak lupa memberikan motivasi tentang manfaat dan tujuan mempelajari materi yang akan dibahas. Selanjutnya pada kegiatan inti guru tak melewatkan satu hal pun yang tercantum dalam modul ajar seperti menampilkan contoh masalah tentang materi yang akan dibahas, membagi siswa menjadi beberapa kelompok, membimbing siswa untuk mencari materi dan memaparkan hasil dari diskusi melalui presentasi, memberikan siswa kesempatan untuk bertanya bila ada yang belum dipahami, dan memberikan penguatan Kembali terhadap materi yang telah disampaikan oleh siswa ketika presentasi. Kemudian pada kegiatan terakhir yakni penutup, guru juga tidak lupa memberikan pertanyaan dan meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas sebagai bentuk evaluasi, kemudian guru juga memberikan assasemen penilaian terhadap siswa dan tak lupa sebelum menutup guru menginformasikan tentang hal yang akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya. Adapun permasalahan atau kesulitan yang terjadi dalam menerapkan modul ajar ini yakni hal yang umum seperti sulitnya mengarahkan siswa untuk menggunakan model belajar yang baru, Kata Kunci : Kemampuan Guru, Modul Ajar, Kurikulum Merdeka iii ABSTRACT The change from the K13 Curriculum to the Independent Curriculum is one of the significant changes in the education system in Indonesia which aims to meet learning needs that are adjusted to the development of the times. The independent learning curriculum requires a teacher to be more creative and innovative in designing learning, teachers must have the ability to master learning materials and package materials to be more interesting so that students are active and can receive the knowledge delivered easily. so that teachers must get out of their comfort zone and follow the applicable curriculum in teaching. Thus, this raises several problems experienced by teachers in implementing the independent learning curriculum, such as learning techniques that are not in accordance with the situation, lack of utilization of learning media, and monotonous teaching. This study aims to describe the ability of teachers in designing independent curriculum teaching modules, the ability of teachers in implementing teaching modules, and explaining what problems are faced by teachers in implementing independent curriculum teaching modules in fiqh subjects at MTs Negeri 1 Bandar Lampung. The type of research used by researchers in this study is a type of qualitative descriptive field research. The data sources used are divided into two groups, namely primary data and additional data (secondary). The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques in this study were data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. To test the validity of the data, the researcher used source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. The results of the study showed that the ability of fiqh teachers in implementing the independent curriculum teaching module was very good, this was shown in the teacher's teaching module which was designed to meet all aspects contained in the teaching module, then in implementing it the teacher had fulfilled the main things listed in the teaching module, such as the teacher iv greeting, checking student attendance, reviewing previous material, explaining the next lesson and its objectives, and not forgetting to provide motivation about the benefits and objectives of studying the material to be discussed. Furthermore, in the core activities the teacher did not miss a single thing listed in the teaching module such as showing examples of problems about the material to be discussed, dividing students into several groups, guiding students to find material and present the results of the discussion through presentations, giving students the opportunity to ask questions if there was something they did not understand, and providing reinforcement for the material that had been delivered by students during the presentation. Then in the last activity, namely the closing, the teacher also does not forget to ask questions and ask students to conclude the material that has been discussed as a form of evaluation, then the teacher also provides an assessment of students and does not forget before closing the teacher informs about what will be done at the next meeting. The problems or difficulties that occur in implementing this teaching module are common things such as the difficulty of directing students to use new learning models, Keywords: Teacher Ability, Teaching Module, Independent Curriculum

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Mar 2025 06:47
Last Modified: 06 Mar 2025 06:47
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37735

Actions (login required)

View Item View Item