DISREGULASI EMOSI PADA DEWASA AWAL PELAKU SELF-INJURY

Tri, Sulistiani (2025) DISREGULASI EMOSI PADA DEWASA AWAL PELAKU SELF-INJURY. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI TRI SULISTIANI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Pada masa dewasa awal, individu mulai dihadapkan dengan kehidupan orang dewasa yang dimana ada banyak tanggung jawab dan tuntutan kehidupan yang harus dipenuhi. Namun, kenyataannya masih banyak dewasa awal yang menghadapi permasalahannya (terutama masalah yang berkaitan dengan emosi) dengan cara yang kurang efektif, seperti melakukan self-injury sebagain bentuk pelampiasan dari kesulitan atau ketidakmampuan dalam meregulasi emosi. Kesulitan atau ketidakmampuan meregulasi emosi inilah yang kemudian disebut dengan disregulasi emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku disregulasi emosi pada dewasa awal pelaku self-injury. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan alat bantu NVIVO 12 pro yang digunakan sebagai pengorganisasian data. Adapun teknik penggalian data yang digunakan yaitu dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan empat orang subjek yaitu pelaku self injury yang berusia 18-40 tahun. Hasil penelitian ini menemukan perilaku disregulasi emosi yang terjadi pada subjek penelitian yaitu berupa; penolakan emosi, kesulitan mengenali emosi dan kesulitan mengungkapkan emosi, kesulitan mengontrol impuls (subjek kesulitan dalam menahan diri serta bertindak impulsif, seperti marah-marah atau berprilaku agresif, melukai diri, makan berlebihan, merokok), merasa hampa dan kosong serta berkencenderungan menghindar (mengurung diri). Kata Kunci: Disregulasi Emosi, Self-Injury, Dewasa Awal. ABSTRACT In early adulthood, individuals begin to be faced with adult life where there are many responsibilities and demands of life that must be fulfilled. However, in reality, there are still many early adults who face their problems (especially problems related to emotions) in an ineffective way, such as self-injury as a form of release from difficulties or inability to regulate emotions. This difficulty or inability to regulate emotions is what is then called emotion dysregulation. The purpose of this study is to determine the behavior of emotion dysregulation in early adult self-injury perpetrators. The method used in this research is a qualitative research method with a case study approach. This research uses NVIVO 12 pro tools which are used as data organization. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. This study used 4 subjects of self injury perpetrators aged 18-40 years. The results of this study found emotion dysregulation behavior that occurred in the research subjects in the form of; denial of emotions, difficulty recognizing emotions and difficulty expressing emotions, difficulty controlling impulses (subjects have difficulty in restraining themselves and acting impulsively, such as anger or aggressive behavior, self-injury, overeating, smoking), feeling empty and having a tendency to avoid (lock themselves up). Keywords: Emotion Dysregulation, Self-Injury, Emerging Adulthood.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Psikologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Mar 2025 04:06
Last Modified: 06 Mar 2025 04:06
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37720

Actions (login required)

View Item View Item