TINJAUAN FIQH SIYᾹSAH TANFIŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 6 PERMENSOS RI NO 25 TAHUN 2019 TENTANG KARANG TARUNA (Studi di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat)

SELI, YULIANTI (2025) TINJAUAN FIQH SIYᾹSAH TANFIŻIYYAH TERHADAP IMPLEMENTASI PASAL 6 PERMENSOS RI NO 25 TAHUN 2019 TENTANG KARANG TARUNA (Studi di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5 SELI.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK SELI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Karang Taruna sebagai organisasi sosial berbasis kepemudaan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tanggung jawab sosial. Karang Taruna di Pekon Sukajaya tersebut belum efektif sehingga masih banyak permasalahan sosial yang timbul. Karang Taruna di Pekon Sukajaya memiliki struktur yang jelas namun tidak ada program kerja yang berkesinambungan, maka selanjutnya partisipasi pemuda terhadap karang taruna masih kurang efektif dan tidak berjalan secara maksimal. Maka rumusan masalah yang akan di pecahkan oleh penulis yaitu Bagaimana Implementasi Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat dan Bagaimana Tinjauan Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah Terhadap Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna di Pekon Sukajaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sifat penelitian ini bersifat Deskriptif Analisis yaitu membuat deskrpitif, gambaran, atau lukisan secara sistematis dan objektif mengenai fakta-fakta, sifat-sifat Tentang Karang Taruna. Penelitian ini bersumber dari data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah (Politik Pelaksanaan Perundang-undangan). Yang artinya mengacu pada kewenangan untuk menegakkan hukum dalam hierarki kabinet dalam suatu pemerintahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis, maka disimpulkan dapat diketahui bahwa Implementasi Pasal 6 Permensos RI No 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna sudah berjalan tapi belum sepenuhnya aktif, dikarenakan kegiatan Karang Taruna hanya berjalan pada saat memeriahkan hari kemerdekaan RI dan penggalangan dana saja selebihnya tidak ada kegiatan yang lain, kurangnya pendekatan kepengurusan Karang Taruna kepada masyarakat, kurang terbukannya Pengurus dengan Anggota Karang Taruna dan menurunnya minat pemuda dalam organisasi Karang Taruna. Tinjaun fiqih siyᾱsah Tanfiżiyyah terhadap peran Karang Taruna belum sesuai dengan prinsip tanggung jawab, pembinaan masyarakat dan bersikap membangun, karena belum sepenuhnya menjalankan amanah yang ada dalam peraturan menteri sosial. Kata Kunci : Permensos RI No 25 tahun 2019, Karang Taruna, fiqih siyᾱsah Tanfiżiyyah. ABSTRACT Karang Taruna as a youth-based social organization that has an important role in realizing social responsibility. Karang Taruna in Pekon Sukajaya has not been effective so there are still many social problems that arise. Karang Taruna in Sukajaya village has a clear structure but there is no continuous work program, so the participation of youth towards Karang Taruna is still not effective and does not run optimally. So the formulation of the problem that will be solved by the author is how to implement article 6 of Permensos RI No. 25 of 2019 regarding Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar Dewa District West Lampung Regency and How to Review Fiqh Siyᾱsah Tanfiżiyyah towards article 6 Permensos RI No. 25 of 2019 about Karang Taruna in pekon Sukajaya Pagar Dewa District West Lampung Regency. This type of Research is field research (Field Research). The nature of this research is descriptive analysis, which is to make descriptive, pictures, or paintings systematically and objectively about the facts, characteristics of the role of Karang Taruna. This research is sourced from primary data obtained through interviews, observations, and documentation. The theory used is Siyᾱsah Tanfiżiyyah (Legislative Implementation Politics). Which means referring to the authority to enforce the law in the cabinet hierarchy in a government. Based on the research that has been done by the author, it can be concluded that the implementation of Article 6 of Permensos RI No. 25 of 2019 Regarding Karang Taruna has been running but not yet fully active, because Karang Taruna activities only run during the time of enlivening the independence day of the Republic of Indonesia and fundraising, the rest are no other activities, the lack of a management approach of Karang Taruna to the community, the lack of openness of the Management with Karang Taruna Members and the decrease in youth interest in the Karang Taruna organization. The fiqh Siyᾱsah ree on the role of Karang Taruna is not in accordance with the principle of responsibility, community development and constructive behavior, because it has not fully carried out the mandate in the regulation of the Minister of Social Affairs. Keywords : RI Minister of Social Affairs Regulation No. 25 of 2019, Karang Taruna, fiqh siyᾱsah Tanfiżiyyah

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Mar 2025 03:05
Last Modified: 16 Jul 2025 08:38
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37713

Actions (login required)

View Item View Item