IDEOLOGI KETAATAN ISTRI TERHADAP SUAMI DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Hermeneutika Fazlur Rahman)

Siti, Nur Aminah (2025) IDEOLOGI KETAATAN ISTRI TERHADAP SUAMI DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Hermeneutika Fazlur Rahman). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of aminah 1,3,5.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of aminah full.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Kitab suci Al-Qur'an, yang seringkali dianggap memuat ayat-ayat universal dengan penafsiran beragam, secara gamblang memberikan arahan yang jelas dan lugas terkait dinamika hubungan suami istri. Problem dualisme makna yang kerap muncul dalam penafsiran ayat ayat umum, justru nyaris tak ditemukan ketika membahas relasi keluarga dalam Al-Qur'an. Meskipun makna autentik ayat-ayat keluarga ini terangkum jelas dalam teks suci, namun pada realitasnya QS. An-Nisa ayat 34 kerap dijadikan legitimasi superioritas laki-laki terhadap perempuan hingga muncul sebuah doktrin dan sudah menjadi ideologi bahwa suami adalah raja dalam keluarga, sehingga segala perintahnya harus ditaati, perilakunya harus diterima dan posisinya harus dihormati. Oleh karena itu, perlu adanya kontekstualisasi terhadap ayat ini agar lebih relavan dengan keadaan hari ini dan sebagai pelindung perempuan atau istri dari kekerasan rumah tangga akibat penyalahgunaan kedudukan seorang suami dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan kajian pustaka jenis kualitatif dengan metode dekskiptif-analitis menggunakan pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Hermeneutika ini merupakan metodologi penafsiran dua gerakan, yaitu pertama, memahami Al Qu‟an dari situsasi sekarang ke masa turunnya Al-Qur‟an, dan kedua dikembalikan lagi ke masa kini. Metode hermeneutik ini menjadi kerangka analisis Fazlur Rahman dalam menafsirkan ayat-ayat hukum dan sosial, sehingga relevansi Al-Qur'an dapat terus dirasakan di setiap zaman. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa ideologi ketaatan istri terhadap suami perlu dipahami lebih manusiawi, karena pada hakikatnya agama Islam sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia dan menghapuskan segala bentuk tindakan kekerasan yang bersifat diskriminatif. Oleh karena itu QS. An-Nisa ayat 34 mengenai kekuasaan laki-laki atas kepemimpinannya terhadap perempuan perlu dikontekstualisisasikan dengan kondisi saat ini. Jika pada masa lalu perempuan dipahami sebagai makhluk tak berdaya, lemah dan tertindas, maka hari ini perempuan memiliki kedudukan yang terhormat dan mulia serta mempunyai hak-hak seperti halnya laki-laki. Dalam hal ini pula untuk mewujudkan keharmonisan dan rasa keadilan dalam rumah tangga, suami dan istri harus saling menghormati, menyayangi dan memiliki rasa saling memahami satu sama lain agar terwujudnya keluarga yang harmonis, adil, tentram dan damai. Kata Kunci: Hermeneutika, Ideologi, Istri, Ketaatan, Suami.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 27 Feb 2025 03:45
Last Modified: 27 Feb 2025 03:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37642

Actions (login required)

View Item View Item