TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG JUAL BELI AYAM GORENG YANG MASIH TERSISA DARAHNYA (Studi pada Usaha Kuliner Di Jalan Haji Komarudin Rajabasa Bandar Lampung)

FASA, ALTHAF HAIDAR (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG JUAL BELI AYAM GORENG YANG MASIH TERSISA DARAHNYA (Studi pada Usaha Kuliner Di Jalan Haji Komarudin Rajabasa Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PERPUS 1 DAN 5.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI FASA ALTHAF HAIDAR.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Jual beli merupakan salah satu dari transaksi muamalah yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Jual beli termasuk usaha yang baik untuk mencari kebutuhan hidup. Sehingga para konsumen juga merasa dirugikan karena makanan yang masih mengandung darahnya bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti sakit perut, mual, muntah, diare, demam, bahkan dapat menyebabkan infeksi serius. Dalam islam, objek jual beli tersebut tidak memenuhi salah satu syarat utama yaitu kemanfaatan tanpa mudharat. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu mengenai: Bagaimana pelaksanaan perlindungan konsumen tentang jual beli ayam goreng yang masih tersisa darahnya di Rajabasa Bandar Lampung? Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah tentang jual beli ayam goreng yang masih tersisa darahnya di Rajabasa Bandar Lampung? Metode penelitian yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian lapangan (Field Research) yang didampingi oleh buku (Library Research) dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Pemeriksaan data (editing), penandaan data (footnote), rekontruksi data (reconstruction) dan sistematis data (systematizing). Metode analisis data menggunakan analisis data secara kualitatif yang bersifat subjektif. Hasil dari penelitian yaitu dalam pelaksanaan praktik jual beli makanan yang masih tersisa darahnya tidakmemperhatikan aspek keamanan dan keselamatan konsumen sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Menurut UUPK setiap pelaku usaha berkewajiban menyediakan produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi, terutama pada makanan yang secara langsung memengaruhi kesehatan masyarakat. Berdasarkan Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah tentang jual beli ayam goreng yang masih tersisa darahnya tidak sesuai dengan prinsip jual beli dalam hukum Islam. Karena objek jual beli tidak memenuhi salah satu syarat utama, yaitu kemanfaatan tanpa mudharat dan ini juga selaras dengan fatwa mui tentang Penetapan Produk Halal poin kaidah fiqh yaitu Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah boleh dan hukum asal sesuatu yang berbahaya adalah haram. Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah,Makanan, Jual Beli. ABSTRACT Buying and selling is one of the muamalah transactions that aims to fulfill daily needs. Buying and selling is a good business to find the necessities of life. So that consumers also feel disadvantaged because food that still contains blood can cause various diseases such as abdominal pain, nausea, vomiting, diarrhea, fever, and can even cause serious infections. In Islam, the object of buying and selling does not meet one of the main conditions, namely the usefulness without mudharat. The formulation of the problem in this study is about: How is the implementation of consumer protection regarding the buying and selling of fried chicken that still has blood left in Rajabasa District, Bandar Lampung City? What is the Review of Sharia Economic Law on the buying and selling of fried chicken that still has blood left in Rajabasa District, Bandar Lampung City? The research method used by the author in this thesis is a field research method (Field Research) accompanied by a book (Library Research) using qualitative descriptive. The data sources in this study consist of primary and secondary data with data collection methods by observation, interviews and documentation. The data processing method in this study uses data examination (editing), data marking (footnote), data reconstruction (reconstruction) and data systematizing (systematizing). The data analysis method uses qualitative data analysis that is subjective. The result of the research is that in the implementation of the practice of buying and selling food that still has blood left, it has not paid attention to the security and safety aspects of consumers as regulated in Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK). According to the UUPK, every business actor is obliged to provide safe and healthy products for consumption, especially in foods that directly affect public health. Based on the Review of Sharia Economic Law on the buying and selling of fried chicken that still has blood left, it is not in accordance with the principles of buying and selling in Islamic law. Because the object of buying and selling does not meet one of the main conditions, namely the usefulness without harm, and this is also in line with the mui fatwa on the Determination of Halal Products, the point of the fiqh rule, namely the law of the origin of something useful is permissible and the law of the origin of something harmful is haram. Keywords: Sharia Economic Law, Food, Buying and Selling.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 26 Feb 2025 03:44
Last Modified: 26 Feb 2025 03:44
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37613

Actions (login required)

View Item View Item