WIDYA, FEBRIYANI (2025) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HAK ASUH ANAK BAGI IBU YANG MENGIDAP GANGGUAN MENTAL (Studi di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Hak Asuh Anak (Hadhanah) merupakan kewajiban dan hak seseorang untuk mengasuh, memelihara, serta mendidik anak yang belum dewasa atau belum mampu berdiri sendiri, baik secara fisik maupun mental. Hak asuh anak (Hadhanah) bagi ibu yang mengidap gangguan mental di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, dalam hal tersebut orang tua yaitu ayah yang sudah meninggal dunia dan ibu yang mengidap gangguan mental. Sehingga hak asuh anak tidak dapat dilakukan karena pada dasarnya hak asuh anak harus dilakukan dengan seseorang yang memiliki kondisi fisik yang normal dan mampu dalam merawat anak tersebut, sesuai dengan memenuhi syarat dalam tuntunan hukum Islam. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu mengenai: 1. Bagaimana praktik pemenuhan hak asuh anak bagi ibu yang mengidap gangguan mental di Desa Sungai Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung?; 2. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap hak asuh anak bagi ibu yang mengidap gangguan mental di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung?. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Pemeriksaan data (editing), penandaan data (footnote), rekontruksi data (reconstruction) dan sistematis data (systematizing). Hasil dari penelitian yaitu bahwa data yang peneliti dapat di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi lampung, terdapat 1 orang yang mengidap gangguan mental pada salah satu keluarga didesa tersebut. Seorang ibu yang memiliki gangguan mental melakukan hak asuh anak maka hal tersebut tidak sah karna tidak memenuhi syarat-syarat pemegang hak asuh anak (Hadhanah), salah satu syaratnya yaitu berakal sehat. Menurut tinjauan hukum Islam, Hak Asuh Anak (hadhanah) merupakan tanggung jawab besar yang dibebankan kepada orang tua untuk memastikan kesejahteraan, perlindungan, serta pendidikan anak. Islam menekankan bahwa pengasuh harus memiliki kecakapan (kewajiban menjaga dan membimbing) dan akil-baligh (dewasa secara fisik dan mental). Kata Kunci: Gangguan Mental, Hak Asuh Anak (Hadhanah), Hukum Islam. ABSTRACT Child Custody (Hadhanah) is the obligation and right of a person to care for, maintain, and educate a child who is not yet an adult or is not yet able to stand alone, both physically and mentally. Child custody (Hadhanah) for mothers with mental disorders in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province, in this case the parents are the deceased father and the mother who has a mental disorder. So that child custody cannot be carried out because basically child custody must be carried out by someone who has a normal physical condition and is able to care for the child, in accordance with the requirements in Islamic law. The formulation of the problem in this study is regarding: 1. How is the practice of fulfilling child custody for parents with mental disorders in Sungai Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province?; 2. How is the Islamic law review of child custody for mothers with mental disorders in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province?. The research method used by the author in this thesis is a field research method (Field Research) using a qualitative descriptive approach. The data sources in this study consist of primary and secondary data with data collection methods by observation, interviews and documentation. The data processing method in this study uses Data examination (editing), data marking (footnote), data reconstruction (reconstruction) and systematic data (systematizing). The results of the study are that the data that researchers obtained in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province, there was 1 person with a mental disorder in one of the families in the village. A mother who has a mental disorder carries out child custody rights, so it is invalid because it does not meet the requirements for child custody rights holders (Hadhanah), one of the requirements is being of sound mind. According to Islamic law, Child Custody (hadhanah) is a major responsibility imposed on parents to ensure the welfare, protection, and education of children. Islam emphasizes that caregivers must be competent (the obligation to care for and guide) and mature (physically and mentally mature). Therefore, parents who suffer from mental disorders and are unable to carry out full caregiving responsibilities may be considered unqualified as primary caregivers, in the best interests of the child. Keywords: Mental Disorder, Child Custody (Hadhanah), Islamic Law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Feb 2025 03:05 |
| Last Modified: | 24 Feb 2025 03:05 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37560 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


