Alma, Rahma Nisa (2025) KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM MEMELIHARA TOLERANSI BERAGAMA DI DESA BATU NANGKOP KEC. SUNGKAI TENGAH KAB. LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Komunikasi Antar Budaya merupakan bentuk penyamapaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan yang memiliki perbedaan latar belakang budaya dan saling interaksi, terkadang perbedaan latar belakang agama tersebut akan menyebabkan terjadinya kesalah pahaman atau pemicu konflik antar kelompok masyarakat. Desa Batu Nangkop merupakan sebuah desa yang mayoritas Islam dan Hindu, mengingat beberapa wilayah sering terjadi konflik antar masyarakat yang berbeda agama dan suku yang disebabkan oleh kesalah pahaman atau hal sepele sehingga menyebabkan perpecahan antar suku dan agama. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui bentuk komunikasi antarbudaya dalam memelihara toleransi beragama. (2) Untuk mengetahui faktor –faktor pendukung terpeliharnya toleransi beragama di Desa Batu Nangkop. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan secara sistematis dan mendalam yang menyangkut data-data yang ada di lapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik observasi nonpartisipan dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori miles dan huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, Bentuk Komunikasi Antar Budaya yang terjadi pada masyarakat di Desa Batu Nangkop terbilang cukup efektif dan memberikan feedback yang baik antar sesama. Bentuk Komunikasi Antarbudaya yang terjadi di Desa Batu Nangkop ada dua, yaitu (1) Komunikasi Antarpribadi (Personal Communication), komunikasi antarpersonal terjadi dalam kegiatan seperti bertegur sapa, bertransaksi jual beli di warung, berbincang bincang dan mengundang dari rumah kerumah. (2) Komunikasi Kelompok, Komunikasi kelompok terjadi ketika melakukan kegiatan seperti kegiatan keagamaan serta kegiatan sosial ( gotong royong, siskamling, bersih-bersih desa, dan lainnya) yang sudah ada di Desa Batu Nangkop. Keberhasilan dan kelancaran dalam komunikasi antarbudaya pada masyarakat yang memiliki perbedaan latar belakang ini tentunya tidak luput adanya faktor pendukung sehingga terpeliharanya toleransi beragama di Desa Batu Nangko, seperti : (1) Adanya ajaran Agama, (2) Adanya peran tokoh agama yang memiliki peran penting dalam membina toleransi antar umat beragama, (3) adanya peran pemerintah, (4) faktor pendukung tentunya tidak lepas dari sikap dasar masyarakat setempat. Sikap terbuka masyarakat desa ini menunjukkan adanya sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama dan keberadaan pemeluk agama lain. Kata Kunci : Komunikasi Antar Budaya, Toleransi Beragama. ABSTRACT Intercultural Communication is a form of conveying messages by a communicator to communicant who has different cultural backgrounds and interacts with each other. Sometimes, these differences in religious backgrounds can lead to misunderstandings or trigger conflicts between community groups. Batu Nangkop village is a village with a majority of Muslims and Hindus, considering that in several areas, conflicts often occur between communities of different religions and ethnicities caused by misunderstandings or trival matters, leading to divisions between ethnicities and religions. The purpose of this research are (1) to understand the forms of intercultural communication in maintaining religious tolerance. (2) to identify the supporting factors for the maintenance of relifious tolerance in Batu Nangkop Village. This research uses the type of field research, which is a systematic and in-depth study concerning data available in the field. The data analysis used in this research is qualitative descriptive. The data collection techniques in this study use interview techniques, non participant observation techniques, and documentation techniques. The data analysis technique uses the Miles and Huberman theory. From the research results, it can be concluded that the intercultural communication forms occurring in the community of Batu Nangkop village are quite effective and provide good feedback among each other. The forms of intercultural communication that occur in Batu Nangkop village are : (1) Interpersonal communication, whice takes place in activities such as greating each other, shopping at local stores, chatting, and viciting from house to house. (2) Group Communication, which occurs during activities such as religious events and social activities (community service, night watch, village clean-up, and others) that are already present in Batu Nangkop Village. The success and smoothness of intercultural communication in a society with diverse backgrounds are certainly supported by factors that maintain religious tolerance in Batu Nangkop village, such as: (1) the presence of religious teachings, (2) the role of religious leaders who play an important role in fostering interfaith tolerance, (3) the role of the government, and (4) these supporting factors are of course complemented by the basic attitudes of the local community. The open attitude of te village community demonstrates. mutual respect and appreciation for religious differences and the presence of followers of other religions. Keywords: Intercultural Communication, Religious Tolerance .
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 Feb 2025 02:32 |
| Last Modified: | 19 Feb 2025 02:32 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


