Ali, Rahmadi Ton (2025) TINJAUAN AKAD MUSAQAH TERHADAP PRAKTIK BAGI HASIL ANTARA PEMILIK KEBUN DENGAN PENYADAP KARET (Studi Di Desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Berdasarkan latar belakang masalah warga desa gunung cahaya mempunyai kebun karet yang bisa di sadap oleh penyadap untuk melakukan kerjasama antara pemilik dan penyadap karet.selain mengawasi perkebunannya sendiri, mereka juga mempekerjakan orang lain untuk menyadap karet berdasarkan perjanjian bagi hasil yang dilalukan secara lisan. Hal ini menyebabkan terjadi adanya pelanggaran terhadap sejumlah perjanjian yang merugikan salah satu pihak. Maka dari itu memerlukan adanya sebuah perjanjian yaitu akad musaqah agar semua akad dapat terpenuhi. Teori yang di gunakan dalam permasalahan ini yaitu akad musaqah. Berdasarkan hal tersebut, terdapat rumusan masalah Bagaimana Praktik bagi Hasil Antara Pemilik Kebun dengan Penyadap Karet di Desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan dan bagaimana tinjauan akad musaqah terhadap praktik bagi hasil antara pemilik kebun dengan penyadap karet di Desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Reseach) dan bersifat deskriptif. Pada penelitian ini populasi terdiri dari 6 orang pemilik lahan dan penggarap yang melakukan praktik bagi hasil di desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik bagi Hasil Antara Pemilik Kebun dengan Penyadap Karet di Desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan dapat disimpulkan baha adanya ketidakjelasan perjanjian bagi hasil yang hanya mengandalkan kesepakatan lisan, tanpa adanya dokumen tertulis sebagai pegangan. Situasi ini menciptakan celah untuk terjadinya ketidakadilan, di mana terjadi pengurangan bagian hasil yang tidak transparan dan munculnya biaya-biaya tambahan yang tidak diinformasikan di awal. Sedangkan Tinjauan akad musaqah terhadap sistem bagi hasil antara pemilik kebun dan penyadap karet di Desa Gunung Cahaya Kecamatan Pakuan Ratu terdapat unsur ketidakpastian (gharar) dan karna penyimpangan didalam kerjasama tersebut maka akad tersebut akan menjadi fasakh atau rusak. Karna tidak sejalan dengan prinsip hukum Islam dalam bekerjasama yang didalamnya memelihara nilai keadilan dan menghindari unsur-unsur pengambilan kesempitan. Kata Kunci: Akad Musaqah, Bagi Hasil, Kebun Karet. ABSTRACT Based on the background of the problem, the residents of Gunung Cahaya village have a rubber plantation which can be tapped by tappers to carry out collaboration between the owner and the rubber tapper. Apart from monitoring their own plantation, they also employ other people to tap rubber based on a verbal profit sharing agreement. This causes violations of a number of agreements which are detrimental to one of the parties. Therefore, it is necessary to have an agreement, namely a musaqah contract, so that all contracts can be fulfilled. The theory used in this problem is the musaqah contract. Based on this, there is a problem formulation on how to practice profit sharing between plantation owners and rubber tappers in Gunung Cahaya Village, Pakuan Ratu Way Kanan District and how to review the musaqah agreement on the practice of profit sharing between plantation owners and rubber tappers in Gunung Cahaya Village, Pakuan Ratu District, Way Regency Right. The type of research used is field research (Field Research) and is descriptive. In this study, the population consisted of 6 land owners and cultivators who practiced profit sharing in Gunung Cahaya village, Pakuan Ratu District, Way Kanan Regency. Furthermore, when viewed in terms of data collection methods or techniques, data collection techniques can be carried out by observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the Profit Sharing Practice Between Plantation Owners and Rubber Tappers in Gunung Cahaya Village, Pakuan Ratu District, Way Kanan can be concluded that there is an unclear profit sharing agreement that only relies on verbal agreements, without any written documents as a reference. This situation creates a gap for injustice, where there is a reduction in the share of the results that is not transparent and the emergence of additional costs that are not informed at the beginning. Meanwhile, the review of the musaqah contract on the profit sharing system between plantation owners and rubber tappers in Gunung Cahaya Village, Pakuan Ratu District, there is an element of uncertainty (gharar) and because of deviations in the cooperation, the contract will become fasakh or damaged. Because it is not in line with the principles of Islamic law in cooperation which maintains the value of justice and avoids elements of taking narrowness. Keywords: Musaqah Contract, Profit Sharing, Rubber Plantation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Feb 2025 03:47 |
| Last Modified: | 10 Feb 2025 03:47 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


