NANING, AF’IDATI (2025) PEMBAGIAN WARIS SAMA RATA KEPADA ANAK LAKI-LAKI DENGAN ANAK PEREMPUAN (Studi Komparasi Wahbah Az Zuhaili Dan Siti Musdah Mulia). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pembagian waris merupakan kewajiban dan perintah Allah SWT. Hal ini dijelaskan pada dasar hukum pembagian waris yaitu dalam al Qur’a>n surat an-Nisa>’ [4]: 11. Pada ayat ini dijelaskan bahwa pembagain waris untuk anak laki-laki dan perempuan adalah dua banding satu (2:1) yang mana bagian laki-laki dua kali lebih besar dari pada bagian waris perempuan. Dari ayat ini Wahbah Az Zuhaili melihat bahwa pembagian waris sama rata kepada anak laki-laki dan perempuan tidak sesuai dengan dasar hukum pembagian waris. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pembagian waris secara sama rata kepada anak laki-laki dengan anak perempuan dalam pandangan Wahbah Az Zuhaili dan Siti Musdah Mulia?, 2. Bagaimana relevansi pendapat Wahbah Az Zuhaili dan Siti Musdah Mulia dengan ketentuan pembagian waris secara sama rata kepada anak laki-laki dan anak perempuan di Indonesia?. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Data penelitian diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan tema. Penulisan skripsi ini bersifat deskriptif analisis komparasi, yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang disusun, digambarkan dan dijelaskan secara rinci lalu dianalisis kemudian dibandingkan. Metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode komparasi sehingga pada akhirnya dapat diambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pandangan Wahbah Az Zuhaili tentang pembagian waris sama rata kepada anak laki-laki dan perempuan tidak sesuai dengan dasar hukum pembagian waris yaitu dalam al-Qur’a>n pada surat an-Nisa>’ [4]: 11, tetapi beliau memberikan solusi Takharuj (perdamaian) pembagian waris apabila terjadi sengketa atau apabila salah satu ahli waris keluar dari warisan itu sendiri. Sementara Siti Musdah Mulia sangat setuju dan menginginkan dengan pembagain waris sama rata kepada anak laki-laki dan perempuan karena ini merupakan asas keadilan bagi perempuan.Adapun perbedaanya terletak pada pada penafsiaran surat an-Nisa>’ [4]: 11 sebagai dasar hukum pembagian warisan, keadilan dalam pembagian waris sama rata, dan juga pada kondisi sosial. Relevansi pendapat Wahbah Az Zuhaili dan Siti Musdah Mulia dengan ketentuan pembagian waris secara sama rata kepada anak laki-laki dengan anak perempuan di Indonesia dapat ditemukan dalam pasal 176 dan 183 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kata Kunci: Pembagian Waris, Sama Rata, Wahbah Az Zuhaili, Siti Musdah Mulia. ABSTRACT The distribution of inheritance is an obligation and command of Allah SWT. This is explained on the basis of the law of inheritance, namely in the Qur'a>n surat an-Nisa>’ [4]: 11. In this verse it is explained that the inheritance for boys and girls is two to one (2:1) where the male share is twice as large as the female inheritance. From this verse, Wahbah Az Zuhaili sees that the distribution of inheritance equally to sons and daughters is not in accordance with the legal basis of inheritance distribution. Meanwhile, according to Siti Musdah Mulia, the above verse can be used in certain cases and the division of inheritance is not a fixed law which continues to move in various cases. The opinions of the two are opposite. This is interesting to research further. The formulation of the problem in this study is: 1. How is the distribution of inheritance equally between boys and girls in the view of Wahbah Az Zuhaili and Siti Musdah Mulia?. 2. What is the relevance of the opinions of Wahbah Az Zuhaili and Siti Musdah Mulia with the provision of equal distribution of inheritance to boys and girls in Indonesia?. This research is library research. Research data was obtained from books relevant to the theme. The writing of this thesis is descriptive comparative analysis, namely data obtained from documents that are compiled, described and explained in detail and then analyzed and then compared. The method used in data analysis is a comparison method so that in the end conclusions can be drawn. The results of this research show that Wahbah Az Zuhaili's view regarding the distribution of inheritance equally to boys and girls is not in accordance with the legal basis for distribution of inheritance, namely in the al-Qur’a>n in Surah an-Nisa>’ [4]: 11 , but he provides a Takharuj (peace) solution for dividing inheritance if a dispute occurs or if one of the heirs leaves the inheritance itself. Meanwhile, Siti Musdah Mulia strongly agrees and wants the distribution of inheritance equally between boys and girls because this is a principle of justice for women. The difference lies in the interpretation of Surah an-Nisa>’ [4]: 11 as the legal basis for dividing inheritance, justice in the distribution of inheritance equally, and also in social conditions. The relevance of the opinions of Wahbah Az Zuhaili and Siti Musdah Mulia to the provisions on equal distribution of inheritance to sons and daughters in Indonesia can be found in articles 176 and 183 of the Compilation of Islamic Law (KHI). Keywords: Distribution of Inheritance, Equality, Wahbah Az Zuhaili, Siti Musdah Mulia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 10 Feb 2025 02:41 |
| Last Modified: | 10 Feb 2025 02:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37323 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


