HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

ISMA, AJENG SYAFITRI (2025) HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5 ISMA.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI ISMA AJENG SYAFITRI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penyesuaian diri merupakan proses mental dan perilaku individu dalam mengatasi kebutuhan, konflik, dan frustasi guna mencapai tuntutan pribadi dan harapan lingkungan (Schneiders, 1964). Dalam konteks santri yang tinggal di pondok pesantren, penyesuaian diri sangat penting untuk membangun relasi positif dengan lingkungan, serta meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab pribadi. Kemandirian sendiri didefinisikan sebagai kemampuan untuk bertindak, merasakan, dan mengambil keputusan secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain (Steinberg, 2002). Proses ini biasanya dimulai pada masa remaja, ketika individu mulai melepaskan ketergantungan dari orang tua. Di sisi lain, dukungan sosial dari teman sebaya juga berperan penting dalam penyesuaian diri, karena memberikan rasa dihargai, perhatian, dan bantuan emosional yang dibutuhkan (Sarafino, 2011). Dukungan dari lingkungan, terutama teman sebaya, dapat mendorong santri untuk lebih mandiri dan mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam menghadapi tantangan kehidupan di pondok. Kombinasi antara kemandirian dan dukungan sosial ini menjadi faktor penting dalam membantu santri mencapai penyesuaian diri yang optimal dalam lingkungan pesantren yang memiliki tuntutan serta aturan yang berbeda dari lingkungan asal mereka Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kemandirian dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri pada santri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, menggunakan teknik purposive sampling dengan total 257 santri. Skala penyesuaian diri diadaptasi dari Dayyana (2021), sementara skala kemandirian dan dukungan sosial teman sebaya masing-masing dimodifikasi dari Andani (2019) dan Indarti (2020). Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara kemandirian dan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri secara simultan (R = 0,553, p < 0,05) dan kontribusi efektif sebesar 30,5%. Secara individual, kemandirian berkontribusi 10,13% (r = 0,487, p < 0,05) dan dukungan sosial teman sebaya berkontribusi 14,90% (r = 0,497, p < 0,05) terhadap penyesuaian diri santri. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya kedua variabel dalam mendukung penyesuaian diri santri. Kata Kunci: Penyesuian Diri, Kemandirian, Dukungan, Santri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Psikologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Feb 2025 03:36
Last Modified: 06 Feb 2025 03:36
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37287

Actions (login required)

View Item View Item