PERAN KOMUNITAS MASYARAKAT TANPA RIBA DALAM MERUBAH PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RIBA DI TULANG BAWANG BARAT

HERLIA, YULIANI (2025) PERAN KOMUNITAS MASYARAKAT TANPA RIBA DALAM MERUBAH PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RIBA DI TULANG BAWANG BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI 1-2.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI HERLIA YULIANI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Komunitas Masyarakat Tanpa Riba Tulang Bawang Barat Adalah Komunitas yang berkomitmen bahwa dalam mengembangkan bisnis harus tanpa riba, dan tanpa akad-akad batil. Masyarakat Tanpa Riba (MTR) berfungsi agar masyarakat mengetahui bahaya dan dosa riba, dan membantu masyarakat yang sudah terjerat riba. Komunitas ini terbentuk karena keprihatinan atas mayoritas rakyat terutama umat muslim dari semua lapisan masyarakat terjerumus transaksi ribawi di semua aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Komunitas masyarakat tanpa riba (MTR) dalam merubah pemahaman masyarakat tentang riba di Tulang Bawang Barat serta mengetahui konsep dan strategi masyarakat tanpa riba (MTR) dalam merubah pemahaman masyarakat tentang riba. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif, artinya menjelaskan kondisi masyarakat berdasarkan data yang bersifat apa adanya di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis dengan pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun pengambilan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori paradigma fakta sosial dan struktural fungsional Tallcot Parsons yang didalamnya terdapat konsep AGIL (adaptation (adaptasi), goal attainment (pencapaian tujuan), integration (integrasi), latency (pemeliharaan pola). Berdasarkan analisa data, komunitas MTR Tulang Bawang Barat dalam merealisasikan strategi diantaranya Setiap satu minggu sekali mereka mengadakan pertemuan rutin secara bergantian di rumah warga MTR yang biasa disebut dengan istilah ULC kepanjangan dari Ultimate Life Changing, acara ini di khususkan bagi Warga MTR untuk tetap terjalin dengan komunitas dan warga lainnya diluar seminar nasional. Serta dalam strategi MTR memiliki 3 indikator dianataranya memiliki sebuah tujuan, adanya kebijakan komunitas, dan kegiatan atau program kerja jangka pendek serta program kerja jangka Panjang. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Komunitas MTR berperan dalam merubah pemahaman masyarakat tentang riba. MTR sangat berperan dibidang sosial dan kegamaan. Strategi dalam komunitas masyrakat tanpa riba (MTR) memiliki berbagai macam strategi dalam mencapai tujuan adalah dengan melaksanakan sosialisasi, konsultasi, edukasi, dan pendampingan secara intensif. Dampak strategi dalam komunitas Masyarakat Tanpa Riba dalam merubah pemahaman masyarakat tentang riba adalah membawa dampak positif pada bidang ekonomi, social, agama, serta menimbulkan dampak jangka Panjang, diantaranya, Masyarakat menjadi bijak dalam menggunakan uang, meningkatkan perekonomian Masyarakat karena tidak terlilit hutang, ekonomi menjadi lebih stabil, Masyarakat mempunyai rasa solidaritas yang tinggi karena seringnya berbagi dan bertemu menghadapi persoalan yang sama, Masyarakat saling membantu dan mengurangi konflik karena menjaga hubungan antara tuhan dan manusia, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis, meningkatkan keimanan Masyarakat, mengurangi atau menghindari dosa dari riba, serta meningkatkan rasa bersyukur dengan apa yang dimiliki, menciptakan generasi yang lebih baik dan dapat bertanggung jawab, serta dapat mengurangi kemiskinan. Kata kunci : MTR, riba, strategi, teori paradigma fakta sosial, teori struktural fungsional. ABSTRACT The West Tulang Bawang Usury-Free Community is a community that is committed to developing a business without usury and without false contracts. The Society Without Usury (MTR) functions to make people aware of the dangers and sins of usury, and to help people who have been caught in usury. This community was formed out of concern that the majority of people, especially Muslims from all levels of society, have fallen into usurious transactions in all aspects of life. This research aims to determine the role of the community without usury (MTR) in changing people's understanding of usury in Tulang Bawang Barat and to find out the concept and strategy of the community without usury (MTR) in changing people's understanding of usury. This research method uses a qualitative method using a type of field research with descriptive research characteristics, meaning explaining community conditions based on data that is in the field. The approach used in this research is a sociological approach with data collection, observation, interviews and documentation. The informants were taken using the Purposive Sampling technique. The theory used to analyze this research is Tallcot Parsons' social and structural functional fact paradigm theory which contains the concept of AGIL (adaptation), goal attainment (goal achievement), integration (integration), latency (pattern maintenance). Based on data analysis, West Tulang Bawang MTR community in realizing strategies, including once a week they hold regular meetings alternately at the homes of MTR residents which are usually referred to as ULC, which stands for Ultimate Life Changing, this event is specifically for MTR residents to continue intertwined with communities and other residents outside national seminars. And the MTR strategy has 3 indicators, including having a goal, the existence of community policies, and short-term work programs or activities as well as long-term work programs. The results of this research show that the MTR Community plays a role in changing people's understanding of usury. MTR plays a very important role in the social and religious fields. The strategy in the community without usury (MTR) has various strategies to achieve its goals, namely by carrying out intensive socialization, consultation, education and mentoring. The impact of the strategy in the Community Without Usury community in changing people's understanding of usury is that it has a positive impact on the economic, social and religious fields, and has long term impacts, including, the community becomes wiser in using money, improves the community's economy because it is not in debt, the economy improves. more stable, Society has a high sense of solidarity because they often share and meet to face the same problems, Society helps each other and reduces conflict because it maintains the relationship between God and humans, and builds a harmonious social life, increases society's faith, reduces or avoids the sin of usury , as well as increasing feelings of gratitude with what owned, creating a better and more responsible generation, and can reduce poverty. Key words: MTR, usury, strategy, social fact paradigm theory, functional structural theory.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 04 Feb 2025 04:08
Last Modified: 04 Feb 2025 04:08
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37250

Actions (login required)

View Item View Item