Galuh, Kristiana (2025) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT PESERTA DIDIK DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 3 KOTABUMI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Pelayanan konseling sangat penting dalam mengembangkan kehidupan sehari-hari peserta didik. Namun, banyak peserta didik yang belum sepenuhnya memahami pentingnya bimbingan dan nasehat, seringkali merasa bahwa layanan ini hanya untuk mereka yang memiliki masalah. Hal ini menciptakan stigma negatif dan rasa takut saat memasuki ruang konseling. Ketika orang tua dipanggil ke sekolah, mereka sering mengira ada yang tidak beres dengan anaknya, yang juga menambah kebingungan. Koreksi terhadap kesalahpahaman ini sangat diperlukan. Bimbingan dan konseling tidak hanya untuk orang yang bermasalah, tetapi juga untuk mengembangkan potensi peserta didik dan membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, konselor perlu memahami peran dan tanggung jawab mereka untuk memperbaiki persepsi negatif terhadap layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menyebabkan rendahnya minat peserta didik dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 3 Kota Bumi. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yang mengumpulkan data melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi rendahnya minat peserta didik dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling individu di SMP Negeri 3 Kotabumi. Faktor internal yang diidentifikasi meliputi sikap dan perilaku guru, hal ini selaras dengan kutipan dari Jurnal Arif Fajar Romadhon atas aspek guru BK bahwa penampilan guru BK sangat menentukan kesediaan peserta didik untuk memanfaatkan layanan BK. Kompetensi guru BK sangat diperlukan karena akan menambah ketertarikan peserta didik untuk memanfaatkan layanan BK. Peserta didik beranggapan guru BK sebagai polisi sekolah. Peserta didik di sekolah masih takut memasuki ruangan konseling jika ingin bercerita atau peserta didik masih belum terbiasa dengan suasana yang nyaman ii di ruang bk karena anggapan teman sebaya yang menganggap jika ada yang ke ruang BK maka peserta didik tersebut adalah peserta didik yang bermasalah dengan adanya panggilan oleh konselor karena adanya masalah. Sementara itu, faktor eksternal mencakup kondisi fasilitas layanan BK, fasilitas layanan BK menjadi faktor siswa tertarik untuk memanfaatkan layanan BK terutama adalah ruang BK. Ruang BK yang kondusif dan nyaman tidak sembarang orang masuk akan membuat peserta didik betah dan menjadi tertarik ke layanan BK. Namun jika ruangan BK tidak kondusif apalagi bergabung dengan ruang lain membuat siswa tidak mau ke layanan BK. Dan stigma negatif yang melekat pada layanan tersebut. Sekolah harus fokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi guru BK, memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta didik mengenai manfaat layanan, menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, serta menyediakan fasilitas yang memadai dan nyaman. Selain itu, perlu adanya kampanye untuk mengatasi stigma negatif yang ada, sehingga peserta didik dapat melihat layanan BK sebagai sumber dukungan yang bermanfaat bagi perkembangan pribadi dan akademik mereka. Dengan demikian, langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi peserta didi dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Kata kunci: Layanan Bimbingan dan Konseling, Minat Peserta Didik ABSTRACT iii Counseling services are very important in developing students' daily lives. However, many students do not fully understand the importance of guidance and advice, often feeling that these services are only for those who have problems. This creates a negative stigma and fear when entering the counseling room. When parents are called to school, they often think there is something wrong with their child, which also adds to the confusion. Correction of this misunderstanding is necessary. Guidance and counseling are not only for people with problems, but also to develop students' potential and help them live their daily lives. In this context, counselors need to understand their roles and responsibilities to correct negative perceptions of guidance and counseling services. This research aims to identify internal and external factors that cause students' low interest in utilizing guidance and counseling services at SMP Negeri 3 Bumi City. The method used is quantitative research, which collects data through questionnaires, interviews, observation and documentation. This research is descriptive in nature and analyzes the cause-and-effect relationship between the variables studied. Based on the results of this study, there are internal and external factors that influence the low interest of students in utilizing individual guidance and counseling services at SMP Negeri 3 Kotabumi. Internal factors identified include teacher attitudes and behavior, this is in line with the quote from the Arif Fajar Romadhon Journal on the aspect of BK teachers that the appearance of BK teachers greatly determines the willingness of students to utilize BK services. The competence of BK teachers is very much needed because it will increase students' interest in utilizing BK services. Students consider BK teachers as school police. Students at school are still afraid to enter the counseling room if they want to tell a story or students are still not used to the comfortable atmosphere in the BK room because of the assumption of peers who think that if someone goes to the BK room, the student is a student who has problems with being called by the counselor because of a problem. Meanwhile, external factors include the condition of the BK service facilities, BK service iv facilities are a factor in students being interested in utilizing BK services, especially the BK room. A conducive and comfortable BK room, not just anyone can enter, will make students feel at home and become interested in BK services. However, if the BK room is not conducive, especially if it is combined with another room, it will make students not want to go to the BK service. And the negative stigma attached to the service. Schools should focus on training and developing skills for BK teachers, providing students with a better understanding of the benefits of the service, creating a supportive social environment, and providing adequate and comfortable facilities. In addition, there needs to be a campaign to overcome the existing negative stigma, so that students can see BK services as a source of support that is beneficial for their personal and academic development. Thus, these steps are expected to increase student participation in utilizing guidance and counseling services at school. Keywords: Guidance and Counseling Services, Student Interests
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Feb 2025 05:02 |
| Last Modified: | 03 Feb 2025 05:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/37206 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


