MAULANA, IBRAHIM (2025) HUKUM WARIS BEDA AGAMA PERSPEKTIF AHMAD BIN HUSAIN DAN YUSUF AL-QARADAWI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini mengkaji tentang Waris Beda Agama Dalam Pandangan Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi. Skripsi ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diangkat dari rumusan masalah, diantarannya: Bagaimana ketentuan hukum waris beda agama menurut pendapat Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi? Bagaimana metode istinbath tentang hukum waris beda agama menurut Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi? Jenis penelitian ini merupakan kepustakaan (Library Research) yang menggunakan bahan pustaka yang berkaitan dengan masalah atau materi penelitian. Setelah pengumpulan data, dilakukan analisis menggunakan metode deksripsi analisis. Pendekatan komparatif yang dibuat dengan menelaah data secara cermat tentang hukum waris beda agama menurut pendapat Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi kemudian menganalisis secara sistematis sehingga bisa ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penilitian ini memberikan kesimpulan bahwa Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi memiliki pandangan yang cukup berbeda mengenai hukum waris beda agama. Karena cara mereka menafsirkan hadis Nabi tentang larangan saling mewarisi antara orang Islam dengan orang non Islam, Ketentuan hukum waris beda agama menurut Ahmad bin Husain adalah melarang orang muslim untuk mewarisi harta dari orang non-muslim dan orang non-muslim mewarisi harta orang muslim secara mutlak dengan alasan apapun, karena untuk melindungi perwalian agar tidak terputus antara umat Islam dan non-Islam. Sedangkan ketentuan hukum waris beda agama menurut Yusuf Al-Qaradawi yaitu, membolehkan orang Islam mewarisi harta dari orang kafir żimmī bukan untuk kafir ḥarbī, karena menjaga hubungan keluarga dan kemaslahatan umat. Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis berharap bisa memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang waris beda agama. Pendapat Yusuf Al Qaradawi bisa diterapkan di Indonesia dikarenakan Indonesia sendiri terdapat berbagai macam agama selain agama Islam. Sebagai masyarakat yang memiliki beragam agama alangkah baiknya untuk lebih mempertimbangkan tentang waris beda agama dalam pandangan Ahmad bin Husain dan Yusuf Al-Qaradawi. Penulis berharap kepada tokoh agama yang ada di masyarakat diharapkan bisa lebih moderat untuk menentukan kemaslahatan umat. Kata Kunci : Hukum Waris Beda Agama. ABSTRACT This thesis examines the Inheritance of Different Religions in the Views of Ahmad bin Husain and Yusuf Al-Qaradawi. This thesis aims to answer the problems raised from the problem formulation, including: What are the legal provisions for inheritance of different religions according to the opinion of Ahmad bin Husain and Yusuf Al-Qaradawi? What is the istinbath method regarding inheritance laws of different religions according to Ahmad bin Husain and Yusuf Al Qaradawi? This type of research is library research which uses library materials related to research problems or materials. After data collection, analysis was carried out using the analytical description method. A comparative approach is made by carefully examining data regarding inheritance laws of different religions according to the opinions of Ahmad bin Husain and Yusuf Al-Qaradawi and then analyzing it systematically so that a conclusion can be drawn. The results of this research conclude that Ahmad bin Husain and Yusuf Al-Qaradawi have quite different views regarding the inheritance laws of different religions. Because of the way they interpret the Prophet's hadith regarding the prohibition of mutual inheritance between Muslims and non-Muslims, according to Ahmad bin Husain, the legal provisions for inheritance of different religions prohibit Muslims from inheriting property from non-Muslims and non-Muslims inheriting property from Muslims absolutely. for any reason, because it is to protect guardianship so that it is not disconnected between Muslims and non-Muslims. Meanwhile, according to Yusuf Al-Qaradawi, according to Yusuf Al-Qaradawi, the provisions of the inheritance laws of different religions allow Muslims to inherit property from non-Muslim infidels, not for ḥarbī infidels, because it maintains family relationships and the benefit of the people. In line with the conclusion above, the author hopes to provide knowledge to readers about inheritance from different religions. Yusuf Al-Qaradawi's opinion can be applied in Indonesia because Indonesia itself has various religions apart from Islam. As a society that has various religions, it would be better to consider inheritance from different religions in the views of Ahmad bin Husain and Yusuf Al-Qaradawi. The author hopes that religious figures in society can be more moderate in determining the benefit of the people. Keywords: Inheritance Laws of Different Religions.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 08 Jan 2025 02:39 |
| Last Modified: | 08 Jan 2025 02:39 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


