Fariha, Salmadila Hermayuli (2025) PERLINDUNGAN KONSUMEN YANG MENGALAMI IRITASI MATA DALAM PEMASANGAN EYELASH EXTENSION PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi di Salon Ani Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Dalam konteks bisnis islam juga dilarang bagi pelaku usaha dan konsumen untuk menzalimi atau merugikan satu sama lain. Ada beberapa konsumen yang mengalami iritasi mata setelah pemasangan eyelash extension di Salon Ani Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran. Iritasi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti mata yang sensitif, pemasangan lem yang terlalu dekat dengan kelopak mata, dan pembersihan mata sebelum pemasangan yang tidak dilakukan dengan benar. Maka hal ini perlu diteliti apakah sudah sesuai bentuk pertanggungjawaban dan perlindungan konsumen bagi para pengguna jasa eyelash extension di Salon Ani tersebut atas dasar kasus yang dialami oleh beberapa konsumen menurut hukum Islam dan hukum positif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Perlindungan Konsumen yang mengalami iritasi mata dalam pemasangan eyelash extension perspektif hukum Islam dan hukum positif di Salon Ani Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran? 2) Bagaimana bentuk pertanggungjawaban pihak Salon Ani di Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran terhadap konsumen yang mengalami iritasi mata?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana Perlindungan Konsumen yang mengalami iritasi mata dalam pemasangan eyelash extension perspektif hukum Islam dan hukum positif di Salon Ani Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran. 2) Untuk mengetahui bagaimana bentuk pertanggungjawaban pihak Salon Ani di Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran terhadap konsumen yang mengalami iritasi mata. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif normatif, sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Salon Ani memberikan pertanggungjawaban kepada konsumen yang mengalami iritasi mata dengan memberikan garansi 1x24 jam setelah pemasangan yang mencakup berbagai keluhan. Dalam masa garansi, salon menawarkan pemasangan ulang (retouch) atau penghapusan eyelash extension (remove) dan ganti rugi berupa pemberian uang. Menurut hukum Islam, Salon Ani belum sepenuhnya menerapkan perlindungan konsumen sesuai dengan prinsip hukum Islam, dan belum memenuhi rukun dan syarat dhaman. Dan menurut hukum positif, jasa pemasangan eyelash extension di Salon Ani belum sepenuhnya memenuhi hak-hak konsumen serta kewajiban sebagai pelaku usaha. Kata kunci : Eyelash Extension, Hukum Islam, Hukum Positif, Perlindungan Konsumen. ABSTRACT Consumer protection is all efforts that ensure legal certainty to provide protection to consumers. In the context of Islamic business, it is also prohibited for business actors and consumers to abuse or harm each other. There are several consumers who experience eye irritation after the installation of eyelash extensions at Salon Ani, Wiyono Village, Pesawaran Regency. This irritation can be caused by a variety of factors, such as sensitive eyes, glue that is too close to the eyelids, and eye cleaning before improperly insertion. So this needs to be researched whether it is in accordance with the form of accountability and consumer protection for the users of eyelash extension services at Salon Ani on the basis of cases experienced by several consumers according to Islamic law and positive law. The formulation of the problem in this study is: 1) How is the Protection of Consumers who experience eye irritation in the installation of eyelash extensions from the perspective of Islamic law and positive law in Salon Ani, Wiyono Village, Pesawaran Regency? 2) What is the form of accountability of Salon Ani in Wiyono Village, Pesawaran Regency to consumers who experience eye irritation? The objectives of this study are: 1) To find out how to protect consumers who experience eye irritation in the installation of eyelash extensions from the perspective of Islamic law and positive law in Salon Ani, Wiyono Village, Pesawaran Regency. 2) To find out how the form of accountability of Salon Ani in Wiyono Village, Pesawaran Regency to consumers who experience eye irritation. This research is a normative descriptive field research, the data sources used are primary data and secondary data with data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that Salon Ani provides accountability to consumers who experience eye irritation by providing a 1x24 hour warranty after installation which includes various complaints. During the warranty period, the salon offers retouching or removing eyelash extensions and compensation in the form of money. According to Islamic law, Salon Ani has not fully implemented consumer protection in accordance with the principles of Islamic law, and has not fulfilled the principles and requirements of dhaman. And according to positive law, eyelash extension installation services at Salon Ani have not fully fulfilled consumer rights and obligations as business actors. Keywords: Eyelash Extension, Islamic Law, Positive Law, Consumer Protection.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Jan 2025 03:47 |
| Last Modified: | 07 Jan 2025 03:47 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36872 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


