TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI'AH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL SEBAGAI PEMBAYARAN UPAH DI BENGKEL SUZUKI LAMPUNG TENGAH (Studi di Bengkel Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah)

AULIA, DWI APRIYANI (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI'AH TERHADAP SISTEM BAGI HASIL SEBAGAI PEMBAYARAN UPAH DI BENGKEL SUZUKI LAMPUNG TENGAH (Studi di Bengkel Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 5 AULIA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK AULIA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Berkaitan dengan bentuk kerja dalam akad ijarah yang mentransaksikan seorang pekerja atau buruh, maka harus terpenuhi beberapa persyaratan seperti jenis obyek atau bentuk ijarah haruslah jelas. Baik dari jenis pekerjaan, tujuan dan waktu pengerjaannya. Muamalah bukan merupakan perintah dan juga tidak dilarang baik dalam Al-Qur’an maupun sunnah. Kegiatan semacam ini banyak sekali dilakukan di Arabia sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Karena muamalah merupakan kegiatan yang bermanfaat dan menguntungkan sesuai dengan ajaran pokok syari’ah, maka tetap dipertahankan dalam ekonomi Islam. Maka dari itu penulis sangat tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pemberian imbalan dengan sistem bagi hasil terhadap pekerja di Bengkel Suzuki Bandar Jaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dan sifat penelitian ini yaitu, penelitian lapangan yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lokasi atau lapangan melalui cara yaitu pengamatan, wawancra dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian yaitu keseluruhan Bengkel Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah Metode pengumpulan data meliputi wawancara, dan dokumentasi. Metode pengolahan data yaitu editing dan sistematika data kemudian data analisis dengan metode kualitatif pendekatan berfikir secara deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Akad kerja sama diBengkel Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah tersebut sudah memenuhi syarat rukun muamalah, seperti pelaku atau pihak yang bekerjasama, perjanjian kedua belah pihak, nisbah keuntungan, dan juga objek ijarah, sudah jelas dan terpenuhi. Praktik bagi hasil di Bengkel Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah, yaitu dengan bagi hasil 30% untuk pihak bengkel dan 70% untuk pihak pekerja adalah diperbolehkan dalam Islam, karena masing-masing pihak merasa puas dan rela. Dapat diketahui disini pihak bengkel hanya bermodalkan alat-alat dan juga manjemen saja, sedangkan pekerja bermodalkan keterampilan atau keahlian dimana jika pada bengkel ini tidak ada pekerjanya maka bengkel ini tidak akan maju dan berkembang. Karena tidak adanya keahlian dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh pemilik bengkel. Kata kunci: Bagi Hasil , Bengkel, hukum ekonomi syariah. ABSTRACT In relation to the form of work in an ijarah contract that transacts a worker or laborer, several requirements must be met, such as the type of object or form of ijarah must be clear. Both in terms of the type of work, purpose and time of work. Muamalah is neither a command nor prohibited in the Al-Qur'an or Sunnah. Activities like this were often carried out in Arabia before the birth of the Prophet Muhammad SAW. Because muamalah is a useful and profitable activity in accordance with the basic teachings of sharia, it is still maintained in Islamic economics. Therefore, the author is very interested in conducting research on providing rewards using a profit sharing system to workers at the Suzuki Bandar Jaya workshop. This type of research is field research and the nature of this research is field research which aims to collect data from locations or fields through methods, namely observation, interviews and documentation. The population in the research is the entire Suzuki Bandar Jaya Central Lampung workshop. Data collection methods include interviews and documentation. The data processing method is editing and systematic data then data analysis using a qualitative method, deductive thinking approach. Based on the research results, it can be concluded that: The cooperation agreement at the Suzuki Bandar Jaya Lampung Tengah workshop meets the requirements of rukun muamalah, such as the actors or parties collaborating, the agreement between both parties, the profit ratio, and also the object of ijarah, is clear and fulfilled. The practice of profit sharing at the Suzuki Bandar Jaya Central Lampung workshop, namely with a profit sharing of 30% for the workshop and 70% for the workers is permitted in Islam, because each party feels satisfied and willing. It can be seen here that the workshop only has tools and management, while the workers have skills or expertise, where if there are no workers in this workshop, this workshop will not progress and develop. Because there is no special expertise and skills possessed by the workshop owner. Keywords: Profit Sharing, Workshop, Islamic economic law.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Jan 2025 03:25
Last Modified: 06 Jan 2025 03:25
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36854

Actions (login required)

View Item View Item