Ahmad, Bintang Syafitra (2024) EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM TRADISI SEBAMBANGAN LAMPUNG PEPADUN (Studi di Desa Banjar Agung Ilir Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berlandaskan kepada analisis yang memeperlihatkan Eksistensi Perempuan Dalam Tradisi Sebambangan Lampung Pepadun (Studi Di Desa Banjar Agung Ilir Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus) Penulis ingin memperjelas bahwa yang ingin penulis jadikan sebagai konteks penelitian ini ialah tradisi sebambangan-nya. Untuk menyelesaikan masalah akademik ini peneliti akan menganalisis data eksistensi perempuan dalam tradisi sebambangan didesa banjar agung ilir ini, penulis akan menggunakan teori Eksistensi Jean Paul Sartre, dan sumber sumber yang penulis gunakan ialah buku dan dilengkapi dengan jurnal jurnal. sehingga penelitian ini berakar dari kaitannya dengan Eksistensi Perempuan Terhadap Tradisi Sebambangan adat lampung pepadun di desa banjar agung ilir ini ialah bagaimana paham masyarakat tentang eksistensi keperempuanan terhadap seorang perempuan dalam sebambangan, serta bagaimana melakukan eksistensi perempuan dalam tradisi sebambangan tersebut. Metode yang digunakan dalam keberlangsungan penelitian ini penulis menggunakan teknik lapangan atau biasa disebut (field research), dimana peneliti mengumpulkan data berupa hasil wawancara dan pengamatan di lapangan secara langsung dan dilengkapi dengan mengumpulkan berbagai buku, jurnal, artikel, dan sebagainya yang berisikan persoalan-persoalan tentang eksistensi perempuan dan tradisi sebambangan yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini. Sementara sifat penelitian ini ialah termasuk kedalam metode kualitatif, penelitian kualitatif adalah sebuah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata kata tertulis maupun lisan dari orang orang yang diamatai serta serta kajian penelitian kualitatif ini dapat digunakan untuk mempelajari benda-benda alam. Metode kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif trntang orang orang dan perilaku yang diamati dalam bentuk kata-kata tertulis dan lisan. Hasil dari penelitian ini telah menunjukan bahwa dalam Tradisi dan eksistensi dalam budaya Sebambangan yang terdapat di desa Banjar Agung Ilir memang sudah ada sejak dahulu dan itu memang sudah menjadi bentuk warisan dari berbagai leluhur lampung, secara garis besar eksistensi dari budaya ini khususnya di Desa Banjar Agung Ilir, dilakukan atas dasar untuk menghindari dalam memenuhi berbagai persyaratan sebelum perkawinan, seperti melakukan lamaran atau peminangan, atau juga untuk menghindari orang tua atau sanak keluarga yang tidak sepakat. dan juga eksistensi perempuan dalam tradisi Sebambangan di desa Banjar Agung Ilir juga cukup dihormati keberadaan peran dan eksistensi nya, dan juga dihargai martabat wanitanya, sebab tradisi Sebambangan ini sangat memiliki aturan nya Kata Kunci: Eksistensi, Perempuan, Sebambangan. ABSTRACT This research is based on an analysis that shows the Existence of Women in the Sebambangan Tradition of Lampung Pepadun (Study in Banjar Agung Ilir Village, Pugung District, Tanggamus Regency) The author wants to clarify that what the author wants to use as the context of this research is the sebambangan tradition. To solve this academic problem, the researcher will analyze data on the existence of women in the sebambangan tradition in Banjar Agung Ilir Village, the author will use Jean Paul Sartre's Existence theory, and the sources the author uses are books and supplemented with journals. so that this research is rooted in its relationship to the Existence of Women in the Sebambangan Tradition of Lampung Pepadun customs in Banjar Agung Ilir Village, namely how society understands the existence of women towards a woman in sebambangan, and how to carry out the existence of women in the sebambangan tradition. The method used in the continuation of this research, the author uses field techniques or commonly called (field research), where researchers collect data in the form of interview results and observations in the field directly and are equipped with collecting various books, journals, articles, and so on that contain issues about the existence of women and the sebambangan tradition which is the object of study in this study. While the nature of this research is included in the qualitative method, qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people who are observed and this qualitative research study can be used to study natural objects. Qualitative methods are research that produces descriptive data about people and behavior observed in the form of written and spoken words. The results of this study have shown that in the Tradition and existence of the Sebambangan culture found in the village of Banjar Agung Ilir have indeed existed since ancient times and it has indeed become a form of heritage from various Lampung ancestors, in general the existence of this culture, especially in the village of Banjar Agung Ilir, is carried out on the basis of avoiding fulfilling various requirements before marriage, such as making a proposal or proposal, or also to avoid parents or relatives who do not agree. and also the existence of women in the Sebambangan tradition in the village of Banjar Agung Ilir is also respected for its role and existence, and the dignity of women is also respected, because the Sebambangan tradition has its own rules. Keywords: Existence, Women, Sebambangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Dec 2024 02:43 |
| Last Modified: | 20 Dec 2024 02:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36701 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


