PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

MEIPASARI, NUR KHOTIFAH (2024) PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI MEIPASARI NUR KHOTIFAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Kurikulum merupakan elemen yang vital dalam lingkungan pendidikan. Kurikulum mencerminkan tentang tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh suatu negara dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Kurikulum bersifat dinamis, perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial. Dengan demikian maka pemerintah memiliki peran penting untuk menata dan mengembangkan kurikulum pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan perubahan-perubahan tersebut dan sistem kemajuan pendidikan yang ada tentunya tidak terlepas dari peran sistem pendidikan di Indonesia. Maka adanya pembaruan yakni kurikulum merdeka merupakan sebuah gagasan yang memberikan kelonggaran kepada guru dan juga peserta didik untuk menentukan sendiri sistem pembelajaran yang akan diterapkan. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif (field research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung. Penelitian ini mengambil beberapa informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekola bidang kurikulum, guru pendidikan agama islam serta beberapa peserta didik yang dipikir mampu dan paham terkait penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat tiga problematika penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung. Tiga problematika tersebut yakni: Pertama, Problematika perencanaan merumuskan tujuan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka dalam pembelajaran PAI di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung, guru terkadang lupa mengupload materi kedalam blog pribadi SMP Al�Azhar 3 Bandar Lampung, guru mengalami kesulitan saat menentukan indikator dan tujuan pembelajaran, keterbatasan waktu saat merumuskan tujuan pembelajaran, dan guru juga mengalami kesulitan dalam menyesuaikan peraturan-peraturan yang baru yang ada di kurikulum merdeka. Kedua, Problematika perencanaan merancang modul ajar menggunakan kurikulum merdeka dalam pembelajaran PAI di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yaitu guru sudah merancang modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Guru PAI iii mengalami kesulitan dalam perencanaan merancang modul ajar ini dikarenakan dalam pembuatan modul ajar yang berbeda dari kurikulum sebelumnya, variasi karakteristik peserta didik, kurangnya pemahaman guru tentang kurikulum merdeka, dan Guru sering mengalami kesulitan dalam menentukan komponen-komponen penting dari modul ajar. Ketiga, problematika perencanaan penyusunan penilaian menggunakan kurikulum merdeka yaitu kurangnya pemahaman guru tentang capaian pembelajaran, perubahan paradigma penilaian, karakteristik peserta didik yang berbeda-beda sehingga menimbulkan adanya heterogenitas siswa, dan keterbatasan sumber daya yaitu guru tidak paham dengan teknologi dan keterbatasan referensi. Kata Kunci: Problematika, Penerapan, Kurikulum Merdeka iv ABSTRACT The curriculum is a vital element in the educational environment. The curriculum reflects the educational goals to be achieved by a country and implemented in the learning process. The curriculum is dynamic, curriculum changes are influenced by scientific, technological and social developments. Thus, the government has an important role to organize and develop the education curriculum in accordance with current developments. Based on these changes and the existing educational progress system, of course it cannot be separated from the role of the education system in Indonesia. So the existence of a reform, namely an independent curriculum, is an idea that provides leeway for teachers and students to determine for themselves the learning system that will be implemented. The type of research used by researchers in this research is descriptive qualitative research (field research). The purpose of this research is to determine the planning, implementation and evaluation of the implementation of the independent curriculum in Islamic religious education learning at Al-Azhar 3 Middle School Bandar Lampung. This research took several informants consisting of the school principal, deputy principal for curriculum, Islamic religious education teachers and several students who were thought to be capable and understood the research. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The results of the research show that there are three problems in implementing the independent curriculum in learning Islamic religious education at Al-Azhar 3 Middle School in Bandar Lampung. The three problems are: First, the problem of planning to formulate learning objectives using the independent curriculum in PAI learning at Al-Azhar 3 Middle School Bandar Lampung, teachers sometimes forget to upload material to the personal blog of Al-Azhar 3 Middle School Bandar Lampung, teachers experience difficulties when determining indicators and learning objectives, limited time when formulating learning objectives, and teachers also experience v difficulties in adapting to the new regulations in the independent curriculum. Second, the problem of planning to design teaching modules using the independent curriculum in PAI learning at Al-Azhar 3 Middle School in Bandar Lampung, namely that the teacher has designed teaching modules that are in accordance with the independent curriculum. PAI teachers experience difficulties in planning to design this teaching module due to making teaching modules that are different from the previous curriculum, variations in student characteristics, teachers' lack of understanding of the independent curriculum, and teachers often experience difficulties in determining the important components of the teaching module. Third, the problems with planning the preparation of assessments using an independent curriculum are teachers' lack of understanding of learning outcomes, changes in assessment paradigms, different characteristics of students, giving rise to student heterogeneity, and limited resources, namely teachers not understanding technology and limited references. Keywords: Problems, Implementation, Independent Curriculum

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 19 Dec 2024 05:16
Last Modified: 19 Dec 2024 05:16
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36673

Actions (login required)

View Item View Item