SITI, FITRIANI (2024) HUBUNGAN ANTARA SENSATION SEEKING DAN MENTAL TOUGHNESS DENGAN RISK TAKING BEHAVIOR PADA PENDAKI GUNUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Hubungan Antara Sensation Seeking dan Mental Toughness dengan Risk Taking Behavior Pada Pendaki Gunung Oleh: Siti Fitriani Mendaki gunung merupakan satu olah raga beresiko tinggi yang membutuhkan keterampilan, kekuatan dan daya juang yang tinggi. Umumnya, dalam mendaki gunung memerlukan tingkat persiapan yang sangat penting, seperti peralatan yang sesuai dengan prosedur keselamatan, pengetahuan tentang pendakian dan membutuhkan fisik serta mental yang kuat (Immamul et al., 2022). Penelitian ini melibatkan partisipan pendaki gunung sebanyak 150 pendaki gunung dengan menggunakan analisis metode kuantitatif dengan menggunakan teknik probability sampling. Skala yang digunakan terdapat tiga skala yaitu skala risk taking behavior dengan 27 aitem (α = 0.891), skala sensation seeking dengan 29 aitem (α = 0.924) dan skala mental toughness dengan 26 aitem (α = 0.926). Perhitungan analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan software JASP 16.4 for Windows. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sensation seeking dan mental toughness dengan risk taking behavior pada pendaki gunung dengan nilai koefisien R= 0.635 dan nilai F=49.708 dengan taraf signifikan p<0,01. Sumbangan efektif yang diberikan sensation seeking dan mental toughness terhadap risk taking behavior sebesar 40.3%. Selain itu terdapat hubungan positif signifikan antara sensation seeking dengan risk taking behavior, (r = 0,428 ; p<0,01). Terdapat hubungan positif signifikan antara mental toughness dengan risk taking behavior (r = 0,608 ; p<0,01). Kata Kunci: Sensation Seeking, Mental Toughness, Risk Taking Behavior, Pendaki Gunung. ABSTRACT Mountain climbing is a high-risk sport that requires high skill, strength and fighting power. Generally, mountain climbing requires a very important level of preparation, such as equipment that complies with safety procedures, knowledge about climbing and requires physical and mental strength (Immamul et al., 2022). This research involved 150 mountain climber participants using quantitative method analysis using probability sampling techniques. There are three scales used, namely the risk taking behavior scale with 27 items (α = 0.891), the sensation seeking scale with 29 items (α = 0.924) and the mental toughness scale with 26 items (α = 0.926). Data analysis calculations in this research used JASP 16.4 for Windows software. Based on the results of tests that have been carried out, it shows that there is a significant relationship between sensation seeking and mental toughness and risk taking behavior in mountain climbers with a coefficient value of R= 0.635 and a value of F=49,708 with a significance level of p<0.01. The effective contribution made by sensation seeking and mental toughness to risk taking behavior is 40.3%. Apart from that, there is a significant positive relationship between sensation seeking and risk taking behavior (r = 0.428; p<0.01). There is a significant positive relationship between mental toughness and risk taking behavior (r = 0.608; p<0.01). Keywords: Sensation Seeking, Mental Toughness, Risk Taking Behavior, Mountain Climber.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 Dec 2024 04:27 |
| Last Modified: | 19 Dec 2024 04:27 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


