NANDA, IRFAN SAPUTRA (2024) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG PRAKTIK PENGUPAHAN BURUH BONGKAR MUAT MIE INSTAN DAN CIKI (Studi di Gudang Mie Instan dan Ciki Kelurahan Ketapang Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Sistem Upah di Perusahaan Mie Instan dan Perusahaan Ciki terdapat permasalahan dalam membuat kesepakatan. Adapun rumusan masalah yang diangkat. Bagaimana praktik pengupahan buruh bongkar muat mie instan dan ciki di Gudang ciki dan mie instan kelurahan Ketapang Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung ? Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah tentang praktik pengupahan buruh bongkar muat mie instan dan ciki di Gudang Mie Instan dan Gudang Ciki di Gudang ciki dan Mie Instan Kelurahan Ketapang Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik pengupahan buruh bongkar muat mie instan dan ciki dan Untuk mengetahui bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah tentang praktik pengupahan buruh bongkar muat mie instan dan ciki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan yuridis religiustis normatif yaitu melihat objek hukum yang berkaitan dengan Ijarah. Ijarah adalah jual beli jasa, yang umumnya terjalin dibermacam pekerjaan semacam, menjahit pekerjaan, loundry, semir sepatu, sehingga menghasilkan upah mengupah. Dalam penelitian ini digunakan penelitian lapangan, yaitu suatu penelitian yang dilakukan dalam kancah kehidupan yang sebenarnya, karena penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan, maka dalam pengumpulan data dilakukan pengolahan data-data yang bersumber dari lapangan (lokasi penelitian), yaitu melakukan sebuah penelitian lapangan untuk memperoleh data atau informasi secara langsung dengan mendatangi langsung subjek yang bersangkutan dengan permasalahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian akad yang terjalin antara para buruh hanyalah sebatas lisan dan tidak ada hukum yang mengikat. Akibat dari itu terdapat permasalahan dalam penerepan sepakatan dalam pembagian upah. Dalam pelaksanaannya tidak terdapat pernyataan kehendak yaitu qabul, dan tidak ada keridhoan dalam kesepakatan, buruh tidak setuju karena terdapat hal yang dapat merugikan. Oleh karena itu sistem pembagian upah oleh Perusahaan Mie Instan dan Ciki dalam hal ini yaitu kesepakatan antara mandor dan para anggota buruh dinyatakan tidak syariah karena tidak menerapkan norma-norma yang berlaku dalam Hukum Ekonomi Syariah. Kata Kunci : Praktik , Upah, Buruh, Hukum Ekonomi Syariah. ABSTRACT The wage system at the Instant Noodle Company and the Ciki Company has problems in making an agreement. The formulation of the problem raised. What is the practice of wages for workers loading and unloading instant noodles and ciki at the ciki and instant noodle Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang , Kota Bandar Lampung Bandar Lampung? What is the Sharia Economic Law Review regarding the wage practices of workers loading and unloading instant noodles and ciki at the Instant Noodle Warehouse and Ciki Warehouse in the ciki and Instant Noodles Kelurahan Ketapang Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.The aim of this research is to find out how the wage practices of workers loading and unloading instant noodles and ciki are and to find out how Sharia economic law reviews the wage practices of workers loading and unloading instant noodles and ciki. This research uses a qualitative method with a normative religious juridical approach, namely looking at legal objects related to Ijarah. Ijarah is the buying and selling of services, which generally occurs in various jobs such as sewing work, laundry, shoe polishing, so as to generate wages. In this study, field research is used, namely a research conducted in the real life scene, because this research is a type of field research, so in data collection data is processed from the field (research location), namely conducting a field research to obtain data or information directly by visiting the subject concerned with the research problem. Based on the research results, the contract between the workers is only verbal and there is no binding law. As a result, there are problems in implementing agreements regarding the distribution of wages. In its implementation there is no statement of will, namely qabul, and there is no consent in the agreement, the workers do not agree because there are things that could be detrimental. Therefore, the wage distribution system by the Instant Noodle Company and Ciki, in this case, namely the agreement between the foreman and the workers, is declared not sharia because it does not apply the norms that apply in Sharia Economic Law. Keywords : Practice , wages , laborer, sharia economic law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 19 Dec 2024 03:55 |
| Last Modified: | 19 Dec 2024 03:55 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36659 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


