MASITOH, AHMAD (2024) KONSEP REZEKI MENURUT PEDAGANG PASAR TRADISIONAL (Studi di Pasar Tamin Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Rezeki merupakan segala sesuatu pemberian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Rezeki setiap manusia telah ditetapkan sejak masih berada dalam kandungan ibunya, namun Allah SWT. tidak menjelaskan secara detail tentang hal tersebut dan tidak ada seorangpun yang mengetahui pendapatan rezeki yang akan diperoleh pada setiap harinya ataupun selama hidupnya. Dalam memahami rezeki sebagian orang berpendapat bahwa rezeki itu tidak perlu dicari cukup dengan tawakal saja karena akan datang dengan sendirinya, dan adapula yang berpendapat bahwa rezeki itu harus dicari akan tetapi tidak mengapa dengan cara apapun yang penting dengan usaha, karena beranggapan bahwa rezeki sudah ditakdirkan dan dijamin oleh Allah untuk setiap makhluk hingga lantas mengesampingkan ibadah dalam proses mencari rezeki. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apa hakikat rezeki menurut pedagang pasar tradisional dan Bagaimana konsep rezeki menurut pedagang pasar tradisional serta implikasi pemahaman konsep rezeki menurut pedagang pasar tradisional dalam upaya mencari rezeki. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisa menggunakan cara induktif, Maksud dari metode pendekatan berfikir induktif yakni merupakan analisa dengan berangkat dari faktor yang khusus ditarik kesimpulan umum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pedagang sudah memahami dengan baik bagaimana hakikat rezeki yang benar menurut Islam, yaitu dengan memaknai rezeki merupakan pemberian dari Allah SWT. yang diperuntukkan kepada seluruh makhluk. Namun meskipun rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT. untuk memperoleh rezeki tetap harus berikhtiar sebab manusia telah diberikan kesempurnaan oleh Allah dengan segala potensi yang dimiliki sehingga dapat berupaya dalam menjemput rezeki. Rezeki menurut pedagang tidak hanya berbentuk materi saja melainkan juga meliputi kesehatan, kebahagiaan, umur yang panjang, anak dan istri yang sholeh serta nikmat dalam beribadah. Dalam menjemput rezeki pedagang di Pasar Tamin Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung menganggap bahwa ibadah merupakan suatu hal yang penting dan sebagai penunjang bagi kelancaran rezeki mereka dalam berdagang. Implikasi dari pemahaman konsep rezeki menurut pedagang pasar tradisional dalam upaya mencari rezeki yaitu bahwa dengan memahami hakikat rezeki yang benar menjadikan para pedagang senantiasa bersyukur dan menjadikan pekerjaan mereka sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar dalam menjemput rezeki yang halal dan barokah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta untuk biaya pendidikan anak-anak mereka sampai jenjang yang tinggi. Selanjutnya dengan memahami bahwa rezeki merupakan pemberian dari Allah SWT untuk semua makhluk ciptaan-Nya membuat para pedagang tidak khawatir dalam hal rezeki sehingga menumbuhkan sifat tawakkal kepada Allah SWT. karena para pedagang tersebut meyakini bahwa rezeki dan segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah dan segala sesuatunya telah di atur oleh Allah SWT. apalagi jika mereka berusaha dalam mencari rezeki dengan jalan yang halal dan di ridhoi Allah, maka Allah SWT pasti akan mencukupkan rezeki mereka. Kata Kunci: Konsep Rezeki, Pedagang Pasar Tradisional. ABSTRACT Sustenance is everything that Allah SWT gives to His servants. Every human being's sustenance has been determined since he was still in his mother's womb, but Allah SWT. does not explain this in detail and no one knows the income they will earn each day or throughout their life. In understanding sustenance, some people are of the opinion that sustenance does not need to be sought simply by relying on it because it will come by itself, and there are also those who are of the opinion that sustenance must be sought, but it doesn't matter in any way, the important thing is with effort, because they think that sustenance is predestined (guaranteed) by Allah for every creature to the exclusion of worship. The problem formulation in this research is: What is the nature of sustenance according to traditional market traders and what are the implications of understanding the concept of sustenance according to traditional market traders in their efforts to seek sustenance. This research uses a qualitative descriptive research type, while this type of research is field research, in determining informants using purposive sampling techniques. Meanwhile, data collection uses observation, interviews and documentation. The data that has been obtained is then analyzed using an inductive method. The purpose of the inductive thinking approach method is an analysis starting from specific factors to draw general conclusions. The results of this research show that traders have a good understanding of the true nature of sustenance according to Islam, namely by interpreting sustenance as a gift from Allah SWT. which is intended for all creatures. However, even though sustenance is guaranteed by Allah SWT. To obtain sustenance you still have to make efforts because humans have been given perfection by Allah with all the potential they have so that they can make efforts to obtain sustenance. According to traders, sustenance is not only material but also includes health, happiness, long life, pious children and wife and enjoyment in worship. In collecting their sustenance, traders at Tamin Market, Tanjung Karang District, Bandar Lampung City Center consider that worship is an important thing and as a support for the smooth running of their sustenance in trading. The implication of understanding the concept of sustenance according to traditional market traders in their efforts to seek sustenance is that by understanding the true nature of sustenance, traders are always grateful and make their work a form of worship and endeavor to obtain halal and blessed sustenance with the aim of meeting family needs and to the costs of educating their children to a high level. Furthermore, by understanding that sustenance is a gift from Allah SWT to all His creatures, traders do not worry about sustenance, thus cultivating the attitude of trust in Allah SWT. because these traders believe that sustenance and everything that happens is by Allah's will and everything has been arranged by Allah SWT. especially if they try to seek sustenance in a halal way and are blessed by Allah . then Allah SWT will definitely provide enough sustenance for them. Keywords: Concept of Sustenance, Traditional Market Traders.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 17 Dec 2024 03:41 |
| Last Modified: | 17 Dec 2024 03:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36630 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


