Valleria, Valentina (2024) DINAMIKA PREFERENSI PEMILIHAN PASANGAN HIDUP PADA FUJOSHI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Fujoshi yang berada pada tahap perkembangan dewasa awal (usia 20-40 tahun) berdasarkan teori perkembangan Erikson (1989) berada pada tahap intimacy vs isolation dimana pada tahapan ini umumnya dewasa awal mulai selektif serta meginginkan adanya hubungan yang lebih intim dengan orang-orang tertentu dan tidak merasa terisolasi dari orang lain. Berkaitan dengan hubungan yang lebih intim, tentunya dalam hal ini adalah pasangan kekasih. Dalam menentukan pasangannya individu memiliki preferensi yang berbeda-beda. Townsend (1989) membagi dimensi preferensi pemilihan pasangan menjadi tiga yaitu status sosial-ekonomi pasangan, kesediaan dalam mendukung pasangan, dan daya tarik fisik pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana minat terhadap Boys Love memengaruhi pandangan dan preferensi fujoshi terhadap pemilihan pasangan hidup. Jenis penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan proses pegumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi, kemudian data-data hasil penelitian yang diperoleh tersebut diolah menggunakan tools software NVivo 12 Plus. Dalam proses penelitian ini terdapat 4 subjek yang menjadi sampel penelitian dan sesuai dengan karakteristik yang akan diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boys love memiliki pengaruh tersendiri bagi para subjek selaku fujoshi dalam menentukan preferensinya dalam pemilihan pasangan. Bagi subjek NM, dirinya sangat dipengaruhi oleh karakter yang memiliki status sosial ekonomi tinggi sehingga mampu memberikan bantuan dukungan finansial bagi NM dalam menjalankan hobinya. Sementara subjek YF dirinya lebih menginginkan pasangan yang mampu memberikan hubungan yang setara dan tidak mengekang. Subjek TS disisi lain menginginkan hubungan tanpa adanya batasan gender. Terakhir untuk ASD, dirinya menginginkan hubungan serius yang dilandasi oleh rasa tanggung jawab, komunikasi, dan pengertian. Keempat subjek kemudian sepakat bahwa karakter dalam konten boys love banyak yang menampilkan kesetaraan dalam hubungan, tidak patriarkis, pengertian, open-minded, romantis, dan royal. Kata Kunci: Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup, Fujoshi, Dewasa awal. ABSTRACT Fujoshi who are in the early adulthood development stage (age 20 40 years) based on Erikson's development theory (1963) are in the intimacy vs isolation stage where at this stage generally early adults begin to be selective and want a more intimate relationship with certain people and do not feel isolated from others. Related to a more intimate relationship, of course in this case is a lover. In determining their partner, individuals have different preferences. Townsend (1989) divides the dimensions of partner selection preferences into three, namely the partner's socio-economic status, willingness to support the partner, and the partner's physical attractiveness. This study aims to explore how interest in Boys Love influences fujoshi's views and preferences regarding choosing a life partner. The type of research used is a qualitative research method with a case study approach and a data collection process in the form of interviews and observations. The data analysis technique used in this study is the data reduction stage, data presentation, and drawing conclusions and verification, then the research data obtained are processed using the NVivo 12 Plus software tools. In this research process, there were 4 subjects who became research samples and were in accordance with the characteristics to be studied. The results of the study showed that boys love has its own influence on the subjects as fujoshi in determining their preferences in choosing a partner. For subject NM, she was greatly influenced by characters who had high socio-economic status so that they were able to provide financial support for NM in pursuing her hobby. While subject YF herself preferred a partner who was able to provide an equal and non-restrictive relationship. Subject TS on the other hand wanted a relationship without gender limitations. Finally, for ASD, she wanted a serious relationship based on a sense of responsibility, communication, and understanding. The four subjects then agreed that the characters in the boys love content often displayed equality in relationships, were not patriarchal, understanding, open-minded, romantic, and generous. Keyword: Mate Selection Preferences, Fujoshi, Emerging adulthood.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Psikologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 Dec 2024 04:13 |
| Last Modified: | 12 Dec 2024 04:13 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


