PERAN GURU FIQIH DALAM PENDIDIKAN SEKS SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF PERGAULAN BEBAS PESERTA DIDIK DI MTS HIDAYATUL ISLAMIYAH BANDAR LAMPUNG

DESY, AMALIA RAMADHANTI (2024) PERAN GURU FIQIH DALAM PENDIDIKAN SEKS SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF PERGAULAN BEBAS PESERTA DIDIK DI MTS HIDAYATUL ISLAMIYAH BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSSI DESI BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSSI DESI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan seks bagi remaja untuk mencegah pergaulan bebas. Fenomena pergaulan bebas yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, memunkinkan remaja mengakses informasi baik yang positif maupun negatif. Remaja berada dalam tahap perkembangan yang rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif, sehingga pendidikan seks berbasis fiqih menjadi penting untuk memberikan pemahaman tentang cara menjaga kehormatan diri, batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, serta bahaya pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran guru fiqih sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dalam pendidikan seks sebagai langkah preventif pergaulan bebas di MTs Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru fiqih. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non�probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru fiqih dalam pendidikan seks sebagai tindakan preventif pergaulan bebas sudah dilaksanakan dengan baik. Pertama, sebagai edukator, guru fiqih mengajarkan materi pendidikan seks yang sesuai dengan pelajaran fiqih, menekankan ajaran agama Islam, serta mengajarkan adab pergaulan Islami. Selain itu, mereka juga mengorganisir kegiatan keagamaan dan memberikan peringatan kepada siswa yang terindikasi melakukan perilaku yang tidak sesuai. Kedua, guru fiqih berperan sebagai motivator dengan memberikan pemahaman tentang ibrah dari menjalankan perintah Allah dan sunnah Nabi. Mereka menekankan pentingnya menjauhi pacaran dan zina, menjaga aurat dan pandangan, serta mengajarkan akhlak yang baik. Guru fiqih juga memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, sebagai fasilitator, guru fiqih menyediakan sarana dan prasarana belajar yang mendukung, memberikan layanan pendidikan, serta bekerja sama dengan Puskesmas dalam penyuluhan kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Peran Guru Fiqih, Pendidikan Seks, Pergaulan Bebas iii ABSTRACT This research is motivated by the importance of sex education for adolescents as a preventive measure against promiscuity. The increasing phenomenon of promiscuity, in line with the rapid development of information and communication technology, enables adolescents to access both positive and negative information. Adolescents are at a developmental stage that makes them vulnerable to negative influences; thus, fiqh-based sex education becomes essential to provide understanding on preserving self-dignity, the boundaries of interaction between males and females, and the dangers of promiscuity. This study aims to explore the role of fiqh teachers as educators, motivators, and facilitators in sex education as a preventive measure against promiscuity at MTs Hidayatul Islamiyah Bandar Lampung. This research employs a qualitative descriptive approach, with fiqh teachers as the subjects of the study. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, using both primary and secondary data sources. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data is ensured through technique triangulation and source triangulation. The sampling technique used is non-probability sampling. The results of the study indicate that the role of fiqh teachers in sex education as a preventive measure against promiscuity has been well implemented. First, as educators, fiqh teachers teach sex education materials integrated into fiqh lessons, emphasize Islamic teachings, and instill Islamic social etiquette. They also organize religious activities and provide warnings to students who exhibit inappropriate behavior. Second, as motivators, fiqh teachers provide insights into the wisdom of adhering to Allah commandments and the Sunnah of Prophet Muhammad. They stress the importance of avoiding dating and zina, maintaining proper attire and gaze, and practicing good morals. Additionally, fiqh teachers serve as role models in daily life. Third, as facilitators, fiqh teachers provide supporting learning facilities, offer educational services, and collaborate with local health centers for reproductive health counseling. Keywords: Role of Fiqh Teachers, Sex Education, Promiscuity

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Nov 2024 07:45
Last Modified: 29 Nov 2024 07:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36411

Actions (login required)

View Item View Item