Angga, Ericco Nugraha (2024) KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP PASIEN REHABILITASI NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN BAHAN ADIKTIF LAINNYA) DALAM MENINGKATKAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI YAYASAN SINAR JATI LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pasien rehabilitasi Napza adalah seseorang yang menerima perawatan medis dan juga menerima program untuk memulihkan ketergantungan terhadap narkotika, psikotropika, ataupun bahan adiktif lainnya. Pemulihan pasien rehabilitasi napza di Yayasan Sinar Jati Lampung, proses dilakukan dengan non medis melalui peningkatan kegiatan keagamaan yang dilakukan pasien. Dalam hal ini perlunya komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat dengan tujuan untuk dapat meningkatkan pelaksanaan kegiatan keagamaan pasien rehabilitasi napza selama di Yayasan Sinar Jati Lampung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi terapeutik perawat dalam meningkatkan pelaksanaan kegiatan keagamaan pasien rehabilitasi napza di yayasan sinar jati lampung. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan secara lengkap data yang diperoleh dari lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, adapun pada penelitian ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari 2 orang perawat dan 7 orang pasien rehabilitasi dengan tingkat kesadaran cukup baik, tingkat kegiatan keagamaannya baik, dan juga meningkat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil temuan menjelaskan bahwa, komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kegiatan keagamaan. Tujuannya untuk membantu pasien lebih tenang, menyadari dan taubat atas kesalahan masa lalu, mempercepat proses pemulihan, membentuk pribadi yang baik, lebih dapat membedakan yang haq dan bathil, serta mempersiapkan mereka membangun kehidupan baru yang lebih baik setelah pulih. Hal tersebut dilakukan perawat melalui 4 tahap yaitu pertama, tahap pra-interaksi adalah tahap perawat mempersiapkan diri, data-data pasien dari keluarga atau hasil assessement, pertanyaan pembuka, dan mempersiapkan waktu untuk berkomunikasi, kedua, tahap orientasi adalah tahap perawat mengamati pasien dari sifat, kegiatan harian, dan kegiatan keagamaan untuk persiapan komunikasi, kemudian memperkenalkan diri, mengajukan pertanyaan terkait kegiatan harian dan keagamaan pasien, ketiga, tahap kerja adalah perawat melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien napza dengan beberapa metode yaitu metode verbal seperti jelas, ringkas, arti konotatif dan denotatif. Kemudian adanya metode komunikasi tertulis berupa penggunaan buku dzikir petang. Selanjutnya dalam metode non verbal seperti penampilan individu, ekspresi wajah, dan sentuhan. Selanjutnya dalam komunikasi terapeutik ini juga terdapat beberapa teknik komunikasi yaitu mendengar, pertanyaan terbuka, klarifikasi, memfokuskan, dan memberikan saran, tahapan keempat, tahap terminasi adalah perawat melakukan evaluasi yang dilakukan dengan mengukur frekuensi dan konsistensi pasien dalam mengikuti kegiatan keagamaan serta melalui respon mereka terhadap pertanyaan mengenai pelaksanaan kegiatan. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Pasien Rehabilitasi Napza, Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan. ABSTRACT Napza rehabilitation patients are individuals receiving medical care and participating in programs aimed at recovering from addiction to narcotics, psychotropic substances, or other addictive substances. The recovery process for napza rehabilitation patients at the Sinar Jati Foundation in Lampung is carried out through non-medical methods, primarily by enhancing the religious activities of the patients. In this context, therapeutic communication by nurses is crucial to improving the implementation of religious activities for rehabilitation patients at the Sinar Jati Foundation in Lampung. The purpose of this research is to explore how nurses apply therapeutic communication to enhance the religious activities of napza rehabilitation patients at the Sinar Jati Foundation in Lampung. This study is a field research employing a descriptive qualitative approach to comprehensively describe the data obtained from the field. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. The data sources were selected using purposive sampling, involving a total of 9 participants, consisting of 2 nurses and 7 rehabilitation patients with good levels of awareness and improved religious activity engagement. Data analysis in this study follows several stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings explain that therapeutic communication conducted by nurses plays a crucial role in supporting the enhancement of religious activities. The goal is to help patients feel calmer, become aware of their past mistakes and repent, accelerate the recovery process, shape better character, distinguish between right and wrong, and prepare them for building a better life after recovery. This is achieved by nurses through four stages. First, the pre-interaction stage, where nurses prepare themselves by gathering patient data from family members or assessments, preparing opening questions, and setting aside time for communication. Second, the orientation stage, in which the nurse observes the patient’s traits, daily activities, and religious practices in preparation for communication. The nurse introduces themselves and asks questions related to the patient’s daily and religious activities. Third, the working stage, where the nurse engages in therapeutic communication with NAPZA patients using several methods. These include verbal methods such as clear and concise communication, and the use of connotative and denotative meanings. There is also a written communication method involving the use of a book for evening dhikr (remembrance of God). Non-verbal methods include personal appearance, facial expressions, and touch. Several communication techniques are used in this stage, such as listening, asking open-ended questions, clarification, focusing, and providing suggestions. Finally, the termination stage, where the nurse evaluates the patient by measuring the frequency and consistency of their participation in religious activities and through their responses to questions about these activities. Keywords : Communication Therapeutic, Rehabilitation Patients with Substance Abuse, Implementation of Religious Activities .
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 20 Nov 2024 04:02 |
| Last Modified: | 20 Nov 2024 04:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36335 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


