TRADISI MACCERA TASI SUKU BUGIS DI DESA KOTA KARANG TELUK BETUNG TIMUR BANDAR LAMPUNG

MUHAMMAD, ALVIN (2024) TRADISI MACCERA TASI SUKU BUGIS DI DESA KOTA KARANG TELUK BETUNG TIMUR BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of BAB I, II & DAPUS.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI MUHAMMAD ALVIN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Maccera Tasi adalah tradsi yang berasal dari Sulawesi Selatan yang tetap dilestarikan oleh masyarakat suku Bugis yang merantau di Lampung terkhusus daerah Pesisir pantai. Tradsisi Maccera tasi merupakan bagian dari kebudayaan yang memiliki nilai-nilai sakral dalam pelaksanaannya. Dalampelaksaananya tradisi Maccera Tasi yang dilakukan olehmasyarakat Kota Karang Teluk Betung dibagi menjadi duayakni secara kelompok yang mana pelaksanaanya setahun sekali serta pelaksanaan secara individu yakani ketika nelayan memiliki perahu baru sebagai perwujudan doa kepada Tuhan agar mendapatkan berkah pada perahu yang baru dibeli. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian kajian kearifan lokal masyarakat yang syarat akan nilai agama di dalamnya. Sehingga dalam hal ini peneliti melakukan membagi beberapa rumusan masalah seperti tradisi maccera tasi yang dilakukan oleh masyarakat teluk betung timur, dan bagaimana makna yang terkandung dalam dalam maccera tasi masyarakat Teluk Betung Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Kualitatif dengan pendekatan Antropologis untuk melihat kearifan masyarakat suku Bugis yang tinggal dipesir pantai Kota Karang Teluk Betung Timur. Metode Kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengalamatan secara mendalam. Dalam pengumpulan data peneliti melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi terkait yang dikumpulkan dari berbagaisumber seperti buku, tulisan hasil wawancara, jurnal dan lain sebagainya. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa maccera tasi yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Bugis Teluk Betung Timur merupakan Tradisi dari Sulawesi Selatan Khususunya oleh masyarakat nelayan. Tradisi maccera tasi merupakan tradisi sakral sebagai hubungan antara manusia, alam dan Tuhan. Tradisi Maccera tasi merupakan tradisi yang dijalankan secara kelompok yakni dilakukan setahun sekali sebelum bulan Ramadhan sebagai bentuk rasa Syukur masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaanya dilakukan secara struktur seperti adanya sesaji berupa hasil bumi masyarakat seperti kelapa, pisang, pinang dan lain sebagainya, doa-doa secara Islami seperti Solawat, shalat Sunah 2 rakaat, Adzan, dan doa. Sedangkan Tradisi Maccera Tasi memiliki makna yang sangat mendalam bagi pelakunya, yakni sebagai kekuatan maupun sebagai penghambaan yang mana percaya akan adanya kekuatan dapat membantu dalam melaut. Dalam hal ini, Maccera tasi yang dilakukan oleh masyarakat Kota Karang Teluk Betung Timur memiliki beberapa makna diantaranya sebagai rasa Syukur karena diberikan kesehatan, keselamatan dalam melaut, cuaca yang baik ketika melaut dan hasil tangkapan. Serta sebagai harapan dan doa agar mendapatkan berkah yang lebih baik dalam musim ikan berikutnya. Kata Kunci: Tradisi, Maccera Tasi dan Suku Bugis. ABSTRACT Maccera Tasi is a tradition originating from South Sulawesi which is still being preserved by the Bugis people who migrate to Lampung, especially the coastal areas. The Maccera tasi tradition is part of a culture that has sacred values in its implementation. In carrying out the Maccera Tasi tradition carried out by the people of Karang Teluk Betung City, it is divided into two, namely in groups where it is carried out once a year and individually, namely when fishermen have new boats as a manifestation of prayer to God to get blessings on the newly purchased boat. So that researchers are interested in conducting research on the study of local wisdom of the community which requires religious values in it. So that in this case the researcher divides several problem formulations such as the maccera tasi tradition carried out by the people of East Teluk Betung, and what is the meaning contained in the maccera tasi of the people of East Teluk Betung. In this study the method used is a qualitative method with an anthropological approach to see the wisdom of the Bugis people who live on the coast of Karang Teluk Betung Timur City. Qualitative method is a method that focuses on addressing in depth. In collecting data, researchers conducted observations, interviews and related documentation collected from various sources such as books, written interviews, journals and so on. The results in this study found that maccera tasi carried out by the East Teluk Betung Bugis tribe community is a tradition from South Sulawesi, especially by fishing communities. The maccera tasi tradition is a sacred tradition as a relationship between humans, nature and God. The Maccera tasi tradition is a group tradition that is carried out once a year before the month of Ramadan as a form of community gratitude. So that in its implementation it is carried out in a structured manner such as offerings, Islamic prayers such as Solawat, 2 cycles of Sunnah prayers, Adhan, and prayers. Whereas the Maccera Tasi Tradition has a very deep meaning for the perpetrators, namely as a strength and as a servant who believes in the existence of power that can help in going to sea. In this case, the Maccera tasi carried out by the people of Karang Teluk Betung Timur City has several meanings including gratitude for being given health, safety at sea, good weather at sea and catches. As well as hopes and prayers to get better blessings in the next fish season Keywords: Tradition, Maccera Tasi, and Bugis Tribe.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 Nov 2024 06:47
Last Modified: 07 Nov 2024 06:47
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36215

Actions (login required)

View Item View Item