TEOLOGI KEBANGSAAN PERSPEKTIF K.H. HASYIM ASY’ARI

RICKO, PEBRIYANSAH (2024) TEOLOGI KEBANGSAAN PERSPEKTIF K.H. HASYIM ASY’ARI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of BAB 1,3,5_RICKO FEBRIYANSAH.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI RICKO PEBRIYANSAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Islam mengajarkan umat manusia untuk bersatu dan tidak terpecah belah. Perbedaannya, umat Islam diperintah Allah untuk bersatu dengan landasan persatuan berupa hablullah tali Allah yang kemudian dimaknai sebagai agama Allah yakni Islam. Meski begitu, pada intinya, manusia memang diharuskan bersatu jika menginginkan kebahagiaan. Manusia harus menyadari bahwa mereka saling membutuhkan antar satu sama lain jika ingin kebutuhan mereka tercukupi. Dan itu merupakan salah satu bukti bahwa Islam selaras dengan fitrah manusia. Tanah kelahiran di Indonesia, keturunan Indonesia, darah Indonesia yang seharusnya mentaati peraturan pemerintahan di Indonesia dan tentu menerima Ideologi Pancasila tetapi ada suatu kelompok radikal yang tidak menyetujui Pancasila sebagai dasar negara kesatuan republik Indonesia, yaitu Khilafatul Muslimin sebuah kelompok yang tidak terdaftar sebagai organisasi Masyarakat, dikarenakan tidak patuh pada ideologi pancasila aktivitas kelompok tersebut mendapatkan pemantauan dari pemerintah daerah karena terindikasi menyebarkan paham khilafah yang bertentangan dengan Ideologi negara kesatuan Republik Indonesia. Kelompok ini sangat terobsesi membangun negara Islam di Indonesia, tentu adanya penyimpangan tentang konsep bernegara terhadap dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah di susun oleh tokoh pahlawan yang menjadi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang sudah menjadi dasar negara. Oleh karena itu peneliti menawarkan kajian baru yaitu Teologi Kebangsaan Nahdlatul Ulama untuk menjadi solusi agar tidak terjadinya individual yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Teologi Kebangsaan Nahdlatul Ulama dan bagaimana Nahdlatul Ulama merespons konflik kebangsaan di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan situs web. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Kebangsaan Nahdlatul Ulama adalah sebuah pendekatan yang holistik dan kontekstual, yang berupaya menyelaraskan nilai- nilai agama dengan tuntutan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam Penelitian ini di temukan bahwa K.H. Hasyim Asy’ari merupakan ulama Indonesia yang memiliki kontribusi dalam menyelesaikan konflik kebangsaan dengan mengedepankan pendekatan yang damai, inklusif, dan berlandaskan pada nilai-nilai agama yang luhur serta berdasarkan pancasila. Nahdlatul Ulama berperan sebagai penengah dan pembangun jembatan dialog, serta berupaya menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Kesimpulannya, teologi kebangsaan Nahdlatul Ulama memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks Indonesia kontemporer, terutama dalam menjaga kerukunan sosial, mencegah radikalisme, dan membangun hubungan harmonis antarumat beragama dan antarbangsa. Kata kunci: Teologi, Nahdlatul Ulama, Kebangsaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 Nov 2024 02:53
Last Modified: 05 Nov 2024 02:53
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/36188

Actions (login required)

View Item View Item